- Perum Bulog akan menyalurkan bantuan pangan beras 10 kg selama empat bulan untuk 18 juta penerima pada 2026.
- Bulog menyiapkan stok 720 ribu ton untuk bantuan pangan dan 1,5 juta ton untuk program SPHP sepanjang 2026.
- Penyaluran beras murah (SPHP) akan dikurangi di daerah sentra produksi saat masa panen raya berlangsung.
Suara.com - Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan bantuan pangan beras 10 kilogram atau bantuan sosial (Bansos) beras tetap disalurkan di tahun 2026. Bulog menyiapkan pasokan 720 ribu ton beras untuk bantuan pangan di 2026.
Menurut dia, bansos beras ini berjalan selama 4 bulan untuk 18 juta peneriman bantuan.
"Penyaluran bantuan pangan untuk 4 bulan tahun 2026 itu sekitar 720 ribu ton untuk 18 juta penerima bantuan penerima bantuan, bantuannya 4 bulan," ujarnya dalam Media Briefing di Kantor Perum Bulog, Jakarta, Jumat (2/1/2026).
Selain bantuan pangan, Bulog juga menyalurkan Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) atau beras murah sepanjang tahun 2026.
Rizal menyebut, Bulog telah menyiapkan stok sebesar 1,5 juta ton untuk beras murah tersebut. Menurutnya, beras murah ini digelontorkan sepanjang tahun tanpa terputus.
"Ini direncanakan sepanjang tahun nggak kayak kemarin, kalau kemarin kan udah putus-putus betul nggak? Sehingga cuma ada 8 bulan kemarin kan. Nah ini harapannya untuk SPHP tahun 2026 itu sepanjang tahun," ucapnya.
Akan tetapi, Rizal menjelaskan, penyaluran beras murah ini akan dikurangin pada daerah sentra produksi seperti Jawa, Sumatera, Sulawesi Selatan, dan NTB di masa panen raya Maret, April, dan Agustus.
Hal ini, agar stoknya beras murah tidak bertabrakan dengan beras yang telah dipanen. Namun, penyaluran beras murah di tempat lain tetap berjalan.
"Tapi tetep dilakukan supaya tidak tumpah banyak di pasaran, tapi yang di daerah-daerah yang tidak sentra produksi pangan SPHP-nya tetep jalan seperti biasa, tapi khusus daerah-daerah sentra produksi pangan seperti Jawa, Sumatera, Sulawesi Selatan, NtB itu SPHP-nya dikecilkan volumenya, paham ya? tapi yang lain tetep berjalan seperti biasa," pungkasnya.
Baca Juga: Stok Beras Nasional Aman, Mentan/Kabapanas Setujui Permohonan Gubernur Mualem: 10.000 Ton Beras
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Bulog Tindaklanjuti Aspirasi Petani dan Pastikan Serap Tebu Petani Blora Sesuai Harga Pemerintah
-
Hadapi Gejolak Energi Global, Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan
-
Pertamina NRE dan USGBC Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Berbasis Knowledge Exchange
-
Menkeu Purbaya Lantik Fauzi Ichsan Jadi Dewan Pengawas INA
-
Dua Pekan Lagi OJK Mau Geruduk Kantor MSCI, Apa yang Dibahas?
-
Airlangga: Prabowo Mau Kirim Tim ke Korea Selesaikan Proyek Jet Tempur KF-21
-
Anggota DPR Ingin Adanya Perubahan Polam Konsumsi Energi dari BBM ke EV
-
Emiten MPMX Cetak Laba Bersih Rp 462 M Sepanjang 2025
-
BPS Ungkap Penginapan Hotel Lesu di Februari 2026, Ini Penyebabnya
-
DJP Tebar Insentif, Denda Telat Lapor SPT Tahunan 2025 Dihapuskan Hingga 30 April