- Komisaris PT J Resources Asia Pasifik Tbk, Jimmy Budiarto, membeli 661,5 juta saham PSAB pada 29 Desember 2025.
- Pembelian dilakukan pada harga sangat rendah Rp126 per saham, berbeda jauh dari harga pasar penutupan Rp565.
- Aksi beli ini mengoreksi kesalahan pelaporan sebelumnya dan meningkatkan kepemilikan Jimmy menjadi 92,50%.
Suara.com - Emiten pertambangan emas, PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB), kembali menarik perhatian pasar modal di awal tahun 2026.
Jimmy Budiarto, yang menjabat sebagai komisaris perseroan, dilaporkan melakukan aksi beli dalam jumlah besar pada akhir Desember 2025.
Berdasarkan laporan keterbukaan informasi, Jimmy melakukan transaksi pembelian sebanyak 661,5 juta lembar saham PSAB pada 29 Desember 2025.
Aksi ini merupakan langkah balik setelah sebelumnya sang komisaris sempat melakukan divestasi dalam jumlah yang sama.
Harga saham PSAB sendiri saat penutupan pasar hari ini berada di angka 555, menguat tipis jika dibandingkan pembukaan pasar pada hari yang sama.
Hal yang mencolok dari aksi korporasi ini adalah harga pelaksanaannya. Jimmy menjala saham tersebut pada harga Rp126 per lembar.
Jika dikomparasikan dengan harga penutupan perdagangan pada hari transaksi (29 Desember 2025) yang berada di level Rp565 per eksemplar, maka harga beli tersebut mencatatkan selisih yang sangat jauh.
Pembelian tersebut dilakukan dengan harga sekitar 77,69% lebih rendah atau memiliki selisih hingga 439 poin dari harga pasar reguler.
Dengan skema harga tersebut, Jimmy Budiarto mengeluarkan total investasi sekitar Rp83,34 miliar. Pihak perseroan mengklarifikasi bahwa rangkaian transaksi ini dilakukan untuk mengoreksi apa yang diklaim sebagai kesalahan pelaporan pada periode sebelumnya.
Baca Juga: Daftar Saham Bagi Uang Tunai Januari 2026, Dari BUMN Hingga Emiten Prajogo Pangestu
Struktur Kepemilikan Kembali Menggemuk
Pasca-penuntasan transaksi borong saham ini, tumpukan aset Jimmy di dalam PSAB kembali ke level semula. Berikut rincian perubahan porsinya:
Sebelum Transaksi (setelah divestasi 23 Desember): Mengantongi 23,81 miliar lembar saham atau setara dengan porsi 90%.
Setelah Transaksi (29 Desember): Koleksi saham melonjak menjadi 24,47 miliar lembar saham atau setara dengan kepemilikan 92,50%.
Kenaikan sebesar 2,5% ini mengukuhkan dominasi Jimmy sebagai salah satu pemegang saham utama di perusahaan tambang emas tersebut.
Sebagai informasi tambahan, hanya terpaut beberapa hari sebelumnya atau tepatnya pada 23 Desember 2025, Jimmy sempat memangkas kepemilikannya dengan menjual 661,5 juta saham.
Transaksi tersebut difasilitasi oleh beberapa perusahaan pialang ternama, di antaranya Artha Sekuritas Indonesia, Ciptadana Sekuritas Asia, dan Shinhan Sekuritas Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- 8 Sepatu Adidas untuk Jalan Kaki yang Sedang Diskon di Toko Resmi, Harga Jadi Rp500 Ribuan
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
SKK Migas Jemput Bola, Pelaku Usaha Serbu Layanan CIVD dan IOG e-Commerce di IPA Convex 2026
-
Rupiah Melemah Lagi, Defisit Transaksi Berjalan Sentuh Titik Terendah dalam 6 Tahun
-
PGN Garap Studi Ekosistem CCS dan Transportasi CO2, Dukung Pengembangan Amonia Rendah Karbon
-
TelkomGroup Bersinar di LinkedIn Talent Awards 2025, Raih Dua Penghargaan
-
Kolaborasi Galeri 24 dan Lotus Gold Dorong Emas Lokal Berkualitas di Seluruh Indonesia
-
Bahlil Buka 118 Blok Migas, Investor Tak Perlu Nego di Belakang Meja
-
Secara Konsolidasi, BTN Raup Untung Rp 1,45 Triliun Hingga April 2026
-
Bulog Siapkan Bansos Beras 20 Kg, Tapi Tunggu Lampu Hijau Pemerintah
-
Kolaborasi BTN dan KAI Hadirkan 5.400 Unit Hunian TOD Baru
-
5 Pemenang Program BRI Debit FC Barcelona Siap ke Spanyol Nikmati Sepak Bola Kelas Dunia