- Survei BI Desember 2025 menunjukkan IKK 123,5, ditopang IKE 111,4 dan IEK 135,6.
- Keyakinan konsumen meningkat pada kelompok pengeluaran Rp2,1 juta - Rp5 juta serta usia 31-40 tahun.
- Secara spasial, IKK naik di banyak kota seperti Banten; turun di Medan dan Padang akibat bencana.
Suara.com - Survei Konsumen Bank Indonesia pada Desember 2025 mengindikasikan keyakinan menurun.
Hal ini tecermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Desember 2025 yang berada pada level optimis (indeks >100) sebesar 123,5.
Direktur Eksekutif Komunikasi BI, Ramdan Denny, mengatakan laporan keyakinan konsumen pada Desember 2025 ditopang oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK).
"IKE dan IEK tetap berada pada level optimis yang masing-masing sebesar 111,4 dan 135,6, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya sebesar 111,5 dan 136,6," katanya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (12/1/2026).
Selain itu, Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) masing-masing tercatat sebesar 111,4 dan 135,6, lebih rendah dibanding indeks bulan sebelumnya sebesar 111,5 dan 136,6.
Berdasarkan kelompok pengeluaran, keyakinan konsumen pada Desember 2025 meningkat.
Hal itu terlihat pada kelompok pengeluaran Rp2,1 juta - Rp5 juta, dengan peningkatan IKK tertinggi tercatat pada kelompok pengeluaran Rp4,1 juta - Rp5 juta (129,2).
Sedangkan pada kelompok pengeluaran >Rp5 juta mengalami penurunan IKK dari 130,6 menjadi 128,3.
Selain itu, berdasarkan kelompok usia, peningkatan IKK hanya terjadi pada kelompok usia 31-40 tahun yaitu sebesar 127,5.
Baca Juga: Cadangan Devisa Indonesia Meroket Tembus Rp2.629 Triliun di Akhir Tahun 2025
"Berdasarkan kelompok usia, peningkatan IKK hanya terjadi terjadi pada kelompok usia 31-40 tahun yaitu sebesar 127,5," imbuhnya.
Secara spasial, IKK mengalami peningkatan di mayoritas kota yang disurvei, terutama di Banten, Mataram, dan Ambon.
Sementara itu, IKK mengalami penurunan di beberapa kota, terutama di Medan dan Padang yang dipengaruhi oleh dampak bencana Sumatera.
Berita Terkait
-
Pengusaha Masih Males Ambil Utang ke Bank, Dana Kredit Nganggur Capai Rp2.500 Triliun
-
BI Tahan Suku Bunga Acuan di Level 4,75 Persen, Ini Alasannya
-
Bank Indonesia Diramal Tahan Suku Bunga di Akhir Tahun, Ini Faktornya
-
Dibalik Cerita IPO Superbank! Gak Cuma Zonk, Pemburu Saham SUPA Rela Pinjol dan Dapat Jatah 3 Lot
-
Utang Luar Negeri Indonesia Turun, Kini Tinggal Rp 7.079 Triliun
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
Terkini
-
Indonesia-Pakistan Targetkan Negosiasi CEPA, Dari Minyak Sawit hingga Tenaga Medis
-
Geser Erick Thohir, Rosan Roeslani Jadi Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah
-
Pengusaha Minta Pemerintah Beri Ruang Proyek Infrastruktur untuk UMKM Konstruksi
-
Rekomendasi Saham-saham yang Patut Dicermati Senin 12 Januari 2026
-
FAO: 43,5% Masyarakat Indonesia Tidak Mampu Beli Makanan Bergizi, Negara Intervensi Lewat MBG
-
Emas Pegadaian Tidak Banyak Fluktuasi, Harga Stabil 2 Jutaan Hari Ini
-
Kasus Fraud Rp1,4 Triliun, OJK Mulai Sisir Aset PT Dana Syariah Indonesia
-
Tekan Angka Kecelakaan, Kemenhub Siapkan Aturan Baru Standar Teknologi Motor
-
Lion Parcel Kirim 10 Ton Logistik ke Wilayah Bencana Sumatra
-
Klaim Swasembada Dibayangi Risiko, Pengamat Ingatkan Potensi Penurunan Produksi Beras