Bisnis / Keuangan
Senin, 12 Januari 2026 | 09:18 WIB
Pekerja melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • IHSG mencapai level tertinggi 8.991 pada awal perdagangan Senin, 12 Januari 2026, didorong sentimen positif global.
  • Volume transaksi mencapai 4,32 miliar saham dengan nilai Rp 3,07 triliun hingga pukul 09.06 WIB.
  • Proyeksi penguatan IHSG didukung kinerja positif bursa Wall Street dan mayoritas indeks saham regional Asia.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lompat tinggi ke level tertinggi pada awal perdagangan Senin, 12 Januari 2026. IHSG melesat ke level 8.991.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.06 WIB, IHSG masih betah di zona hijau ke level 8.980 atau naik 0,48 persen.

Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 4,32 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 3,07 triliun, serta frekuensi sebanyak 398.400 kali.

Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 299 saham bergerak naik, sedangkan 267 saham mengalami penurunan, dan 392 saham tidak mengalami pergerakan.

Layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, KOCI, BCIC, SOTS, RLCO, INDS, PTSN, SOHO, APLN, PWON, ROCK, FOLK.

Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, CARE, BBSS, SMKM, IKPM, NRCA, BSIM, INET, SCNP, HAJJ, PANI, TRON.

Proyeksi IHSG

IHSG diproyeksikan bergerak menguat pada perdagangan Senin (12/1/2026), seiring sentimen positif yang datang dari pasar saham global, khususnya Amerika Serikat.

Tim Analis Samuel Sekuritas Indonesia menilai penguatan bursa Wall Street pada akhir pekan lalu menjadi katalis utama bagi pergerakan pasar saham domestik. Pasar AS ditutup di zona hijau setelah merespons rilis data ketenagakerjaan.

Baca Juga: Rekomendasi Saham-saham yang Patut Dicermati Senin 12 Januari 2026

Pada perdagangan Jumat (9/1), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 0,48 persen, diikuti S&P 500 yang menguat 0,65 persen, serta Nasdaq yang melonjak 0,81 pesen. Kinerja positif ini turut mendorong optimisme pelaku pasar di kawasan Asia.

Dari pasar obligasi, imbal hasil atau yield US Treasury 10 tahun tercatat turun tipis 0,02 persen ke level 4,171 persen, sementara indeks dolar AS justru menguat 0,27 persen ke posisi 99,13. Pergerakan tersebut mencerminkan sikap investor yang masih selektif, namun cenderung risk-on.

"Kami memperkirakan IHSG bergerak menguat, didorong sentimen positif pasar AS dan regional," tulis Tim Analis Samuel Sekuritas dalam riset.

Secara regional, mayoritas indeks saham Asia juga menunjukkan pergerakan positif. Indeks STOXX Eropa menguat 1,6 persen, Straits Times Index (STI) Singapura naik 0,1 persen, sementara EIDO tercatat menguat 0,1 pers. Adapun IHSG pada perdagangan sebelumnya ditutup di level 8.937, naik 0,1 persen.

Dari sisi komoditas, harga minyak Brent melonjak 2,2 persen ke level USD 63 per barel, sementara emas kembali menguat 0,7 persen ke USD 4.510 per troy ounce.

Di sisi lain, harga batu bara melemah 0,4 persen ke USD 107 per metrik ton, dan CPO Malaysia turun tipis 0,2 persen.

Load More