Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bakal melanjutkan tren penguatannya menuju zona 9.000 pada pembukaan perdagangan awal pekan, Senin (12/1/2026).
Optimisme ini muncul setelah indeks menutup pekan lalu dengan performa positif, naik 0,13 persen ke posisi 8.936 pada Jumat (9/1/2025).
Menariknya, IHSG sempat menyentuh angka 9.000 pada perdagangan intraday sebelum akhirnya terkoreksi tipis.
Berdasarkan pergerakan pada akhir pekan lalu, menurut kajian MNC Sekuritas ada peluang bagi IHSG untuk menguji area resistansi di rentang 9.030 hingga 9.077.
Namun, investor tetap diingatkan untuk waspada terhadap potensi koreksi jangka pendek yang mungkin menguji level dukungan (support) di kisaran 8.843 hingga 8.904.
Untuk perdagangan esok hari, IHSG diperkirakan bergerak dengan batas penyangga (support) di level 8.867 dan 8.806, serta batas hambatan (resistance) di level 8.996 dan 9.030.
Sementara, Phintraco Sekuritas memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak dalam fase konsolidasi pada rentang 8.860 hingga 9.000 untuk pekan depan.
Secara teknikal, indikator Stochastic RSI telah menunjukkan pola Death Cross pada zona jenuh beli (overbought). Meskipun histogram MACD masih bertahan di teritori positif, momentum penguatan indeks terpantau mulai kehilangan tenaga.
Saham-Saham Pilihan untuk Dicermati
Baca Juga: 6 Fakta Heboh Semburan Minyak di Bangkalan: Ketinggian 5 Meter hingga Sifatnya yang Mudah Terbakar
Berikut adalah rangkuman strategi perdagangan untuk beberapa saham yang dinilai memiliki prospek menarik berdasarkan analisis harian MNC Sekuritas:
1. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) – Speculative Buy
Saham BBRI tercatat melemah 0,81 persen ke level Rp3.680 akibat tekanan jual pada akhir pekan lalu. Posisi ini diprediksi menjadi fase awal pembentukan wave (iii) dari wave [c].
Area Beli: Rp3.630 – Rp3.650
Target Harga: Rp3.780, Rp3.830
Batas Rugi (Stoploss): Di bawah Rp3.590
2. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) – Buy on Weakness
Meskipun ada tekanan jual, BUMI berhasil menguat tipis 0,43 persen ke posisi Rp462. Selama harga bertahan di atas level krusial Rp442, saham ini diperkirakan sedang menyelesaikan fase wave v dari wave (v).
Area Beli: Rp450 – Rp456
Target Harga: Rp486, Rp510
Batas Rugi (Stoploss): Di bawah Rp442
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
Terkini
-
Pengusaha Minta Pemerintah Beri Ruang Proyek Infrastruktur untuk UMKM Konstruksi
-
FAO: 43,5% Masyarakat Indonesia Tidak Mampu Beli Makanan Bergizi, Negara Intervensi Lewat MBG
-
Emas Pegadaian Tidak Banyak Fluktuasi, Harga Stabil 2 Jutaan Hari Ini
-
Kasus Fraud Rp1,4 Triliun, OJK Mulai Sisir Aset PT Dana Syariah Indonesia
-
Tekan Angka Kecelakaan, Kemenhub Siapkan Aturan Baru Standar Teknologi Motor
-
Lion Parcel Kirim 10 Ton Logistik ke Wilayah Bencana Sumatra
-
Klaim Swasembada Dibayangi Risiko, Pengamat Ingatkan Potensi Penurunan Produksi Beras
-
Penyaluran Beras SPHP Diperpanjang hingga Akhir Januari 2026
-
BBRI Diborong Asing Habis-habisan, Segini Target Harga Sahamnya
-
Produksi Beras Pecah Rekor Tertinggi, Pengamat: Berkah Alam, Bukan Produktivitas