Bisnis / Inspiratif
Senin, 12 Januari 2026 | 16:04 WIB
Ilustrasi sayuran. (Pexels/Stijn Dijkstra)

Suara.com - Berikut adalah beberapa ide usaha menjanjikan di desa dengan modal kecil yang bisa Anda jadikan rujukan.

Tinggal di desa bukan berarti peluang usaha terbatas. Justru, dengan modal kecil dan memanfaatkan potensi lingkungan sekitar, ada banyak jenis usaha yang bisa dijalankan dan menghasilkan keuntungan stabil.

Mulai dari sektor pertanian, peternakan, hingga jasa, semuanya bisa dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat desa.

Berikut delapan ide usaha modal kecil di desa yang layak dicoba, baik oleh pemula maupun pelaku UMKM.

1. Menanam Tanaman Organik

Permintaan sayuran dan tanaman organik terus meningkat karena masyarakat semakin sadar akan pola hidup sehat.

Di desa, lahan masih relatif luas dan subur, sehingga cocok untuk menanam sayur organik seperti bayam, kangkung, selada, cabai, atau tomat.

Modal yang dibutuhkan cukup kecil, terutama jika memanfaatkan pekarangan rumah. Hasil panen bisa dijual ke pasar tradisional, warung, atau langsung ke konsumen sekitar dengan sistem langganan.

2. Berternak Ayam Kampung dan Telur Kampung

Baca Juga: 8 Ide Usaha Makanan Modal Rp500.000, Prediksi Cuan dan Viral di Tahun 2026

Ayam kampung dan telur kampung memiliki harga jual lebih tinggi dibanding ayam ras. Selain itu, perawatannya relatif mudah dan bisa dilakukan secara bertahap dengan jumlah kecil.

Pakan bisa dikombinasikan antara pakan pabrikan dan bahan alami seperti dedak atau sisa dapur. Usaha ini cocok untuk jangka menengah karena permintaannya stabil sepanjang tahun.

3. Usaha Camilan Keripik Buah atau Keripik Ubi

Keripik buah dan keripik ubi adalah camilan favorit banyak orang. Bahan bakunya mudah ditemukan di desa, seperti singkong, pisang, atau ubi ungu.

Dengan modal peralatan sederhana dan kemasan yang menarik, produk keripik bisa dipasarkan ke warung, titip jual di toko, atau dijual secara online melalui media sosial dan marketplace.

Camilan Slondok. (Dok. Istimewa)

4. Budidaya Ikan Lele

Budidaya lele menjadi salah satu usaha desa yang cepat panen dan perawatannya relatif mudah. Lele bisa dibudidayakan di kolam terpal dengan modal yang terjangkau.

Dalam waktu sekitar 2–3 bulan, lele sudah bisa dipanen dan dijual ke pengepul, pasar, atau warung makan. Usaha ini cocok bagi pemula yang ingin mencoba bisnis perikanan.

5. Jasa Foto Produk untuk UMKM Desa

Banyak pelaku UMKM desa belum memiliki foto produk yang menarik untuk promosi. Padahal, foto yang bagus sangat berpengaruh terhadap penjualan, terutama di media sosial.

Dengan bermodalkan kamera HP yang memadai, pencahayaan sederhana, dan kreativitas, jasa foto produk bisa dijalankan dari rumah. Target pasarnya adalah pedagang makanan, kerajinan, dan produk lokal desa.

6. Laundry Rumahan

Usaha laundry rumahan sangat dibutuhkan, terutama di desa yang dekat dengan kos-kosan, sekolah, atau kawasan pekerja. Modal awalnya berupa mesin cuci, setrika, dan deterjen.

Jika dikelola dengan pelayanan yang baik dan harga terjangkau, laundry rumahan bisa menjadi sumber penghasilan rutin setiap bulan.

Ilustrasi pewangi laundry atau pewangi pakaian. [Freepik]

7. Usaha Sayur Keliling

Sayur keliling merupakan usaha yang masih sangat relevan di desa. Dengan membeli sayur dari petani atau pasar pagi, kemudian menjualnya berkeliling ke rumah-rumah, perputaran uang bisa berlangsung setiap hari.

Modalnya relatif kecil dan bisa disesuaikan dengan kemampuan. Keuntungan berasal dari selisih harga beli dan jual, serta pelanggan tetap.

8. Jual Sayur Matang Pagi dan Sore Hari

Banyak warga desa yang sibuk dan tidak sempat memasak. Peluang ini bisa dimanfaatkan dengan menjual sayur matang seperti sayur lodeh, tumis kangkung, sop, atau oseng tempe pada pagi dan sore hari.

Usaha ini bisa dimulai dari dapur rumah sendiri dengan menu sederhana. Jika rasanya enak dan harganya terjangkau, pelanggan akan datang secara rutin.

Itulah beberapa ide bisnis modal kecil yang bisa dijalankan di desa.

Kontributor : Damai Lestari

Load More