- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada Selasa, 13 Januari 2026, mencapai level 8.931 pada awal perdagangan.
- Perdagangan hingga pukul 09.04 WIB mencatatkan transaksi 2,97 miliar saham senilai Rp 1,76 triliun dengan 354 saham menguat.
- Analis memproyeksikan IHSG berpotensi melemah terbatas dengan kisaran support 8.760 dan resistance 9.000 hari itu.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat di awal perdagangan Selasa, 13 Januari 2026. IHSG dibuka menghijau ke level 8.931.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.04 WIB, IHSG terus melesat dengan naik 0,56 persen ke level 8.934.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 2,97 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,76 triliun, serta frekuensi sebanyak 229.700 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 354 saham bergerak naik, sedangkan 149 saham mengalami penurunan, dan 455 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, SOTS, INDS, IFSH, NICK, LIVE, APLN, MSKY, GWSA, PACK, EURO.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, NATO, HATM, UDNG, DGNS, NINE, IBOS, IRSC, MTWI, PNSE, ZYRX.
Proyeksi IHSG
IHSG ditutup melemah pada perdagangan awal pekan. Pada Senin (12/1/2026), IHSG terkoreksi 52,03 poin atau 0,58 persen ke level 8.884.
Pelemahan IHSG terjadi di tengah pergerakan sektoral yang cenderung bervariasi. Sektor consumer cyclicals justru mencatatkan penguatan paling kuat dengan kenaikan 2,22 persen. Sebaliknya, sektor infrastructures menjadi pemberat utama pasar setelah anjlok 2,37 persen.
Baca Juga: IHSG di Titik Krusial, Tetap Berpotensi Rebound Meski Waspada Koreksi Lanjutan
Analis Pilarmas Investindo Sekuritas menilai tekanan terhadap IHSG masih berpotensi berlanjut, meski dalam ruang yang terbatas. Berdasarkan analisis teknikal, IHSG diproyeksikan bergerak melemah terbatas dengan kisaran support di level 8.760 dan resistance di area 9.000.
Meski demikian, peluang penguatan dinilai masih terbuka apabila sentimen pasar membaik dan terjadi aksi beli selektif pada saham-saham tertentu.
Beberapa isu yang menjadi perhatian pelaku pasar antara lain terkait dinamika “drop saham” serta perkembangan terkait Izin Pertambangan Rakyat (IPR).
Untuk saham-saham yang patut dicermati, sejumlah emiten masuk dalam radar pelaku pasar, di antaranya PT Multipolar Tbk (MLPL), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan PT Indika Energy Tbk (INDY).
Ke depan, pergerakan IHSG diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh sentimen domestik dan global, sehingga investor disarankan tetap mencermati level teknikal serta memilih saham secara selektif di tengah volatilitas pasar.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Satu Rumah Dihuni 10 Orang, Pemerintah Bedah 82 Hunian di Menteng Tenggulun
-
Proyek Percontohan Gentengisasi Prabowo Disorot, Kontraktor Jujur: Bukan Genteng, Kita Pakai Spandek
-
Kantongi Sertifikat, Pertamina Bisa Jual Avtur dari Minyak Jelantah Secara Global
-
RI-India Mau Kembangkan Industri Logam
-
Nasib THR Ojol Akan Ditentukan Selasa Pekan Depan
-
MKBD Tembus Rp 1 Triliun, KISI Perkuat Fundamental di Tengah Persaingan Sekuritas
-
Jangan Kehabisan! Penukaran Uang Baru BI Mulai Besok, Wajib Daftar Online Dulu
-
Krisis Batu Bara Ancam PLTU, Pasokan Listrik Aman?
-
Setoran Pajak Kripto Tembus Rp1,93 Triliun, PMK Baru Jadi Angin Segar Exchange Lokal
-
Kemenperin Bantah Industri Tahan Produksi Usai Kesepakatan Tarif RI-AS