- Pasar modal AS mencapai rekor tertinggi didorong ekspektasi penurunan suku bunga The Fed pasca data tenaga kerja moderat.
- IHSG diprediksi konsolidasi di bawah level 9.000 karena indikator teknikal menunjukkan kondisi jenuh beli di Selasa 13 Januari 2026.
- Beberapa emiten seperti CUAN, NICE, PKPK, AMMN, dan TINS melaporkan perkembangan signifikan dalam eksplorasi dan pendanaan awal 2026.
Suara.com - Menutup pekan pertama Januari 2026, pasar modal Amerika Serikat mencatatkan performa impresif, diikuti oleh IHSG. Indeks utama di Wall Street sukses mendarat di level tertinggi sepanjang sejarah pada perdagangan akhir pekan lalu.
Optimisme ini didorong oleh rilis data tenaga kerja yang lebih moderat, yang memperkuat ekspektasi pasar terhadap rencana penurunan suku bunga acuan oleh Bank Sentral AS (The Fed) tahun ini.
Data nonfarm payrolls bulan Desember 2025 tercatat sebesar 50.000, berada di bawah proyeksi pasar sebesar 73.000. Meski angka penyerapan tenaga kerja melambat, tingkat pengangguran justru menyusut menjadi 4,4% dari sebelumnya 4,5%.
Kondisi ini memberikan gambaran ekonomi yang masih resilien namun cukup "dingin" untuk memberi ruang bagi The Fed melonggarkan kebijakan moneternya.
Memasuki pekan kedua Januari, perhatian investor akan terbagi ke beberapa indikator ekonomi penting:
- Inflasi AS: Data harga konsumen akan menjadi kompas bagi arah suku bunga selanjutnya.
- Earning Season 4Q25: Sejumlah bank raksasa di AS mulai merilis performa keuangan kuartal keempat, yang akan menjadi tolok ukur kesehatan sektor finansial global.
- Data Domestik: Dari dalam negeri, rilis data penjualan ritel (12/1) akan menjadi sentimen penggerak pasar ritel dan konsumsi.
Analisis Teknikal IHSG: Potensi Konsolidasi di Bawah 9.000
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Selasa (13/1/2026) dibuka menguat di angka 8.931, dan saat artikel ini dibuat, IHSG reli menuju angka 9.000.
Dalam kajian Phintraco Sekuritas menuliskan, secara teknikal, pergerakan IHSG mulai menunjukkan tanda-tanda jenuh beli (overbought).
Indikator Stochastic RSI telah membentuk pola Death Cross di area atas, sementara momentum pada histogram MACD terpantau mulai melandai meski masih di zona positif.
Baca Juga: Saham-saham Konglomerat Ambruk, Reli IHSG Mulai Penyesuaian Harga?
Berdasarkan kondisi tersebut, IHSG diprediksi akan bergerak konsolidasi pada rentang 8.860 hingga 9.000.
Indeks kemungkinan besar akan tertahan di bawah level psikologis 9.000 selama belum ada sentimen pendorong yang cukup kuat untuk menembus batas tersebut.
Top Picks Saham Pekan Ini: Investor dapat mencermati beberapa saham pilihan seperti: CENT, AGII, GJTL, ASRI, MEDC, dan SMBR.
Beberapa perusahaan tercatat (emiten) melaporkan progres signifikan dalam kegiatan operasional mereka di awal tahun 2026:
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN): Melalui anak usahanya, perseroan mengalokasikan Rp6,68 miliar untuk eksplorasi emas di Sumbawa, NTB, dengan temuan awal mineralisasi logam yang menjanjikan.
PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE): Memperkuat likuiditas dengan meraih fasilitas pinjaman modal kerja sebesar Rp100 miliar dari Bank SMBC Indonesia dengan tenor 1 tahun.
PT Paragon Karya Perkasa Tbk (PKPK): Mencatatkan lonjakan laba bersih hingga 136,8% pada tahun 2025 seiring dengan peningkatan volume penjualan batu bara yang mencapai 1.075 juta ton.
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN): Menghabiskan biaya eksplorasi sekitar USD3,03 juta di Blok Elang dan Rinti, Sumbawa, untuk mengevaluasi potensi mineral tembaga dan emas.
PT Timah Tbk (TINS): Mengucurkan dana Rp42,73 miliar untuk kegiatan pengeboran laut dan darat di Bangka Belitung guna memastikan keberlanjutan cadangan timah nasional.
DISCLAIMER: Investasi saham memiliki risiko fluktuasi harga yang tinggi. Seluruh informasi dalam artikel ini bersifat informatif berdasarkan data pasar dan laporan emiten, serta bukan merupakan rekomendasi atau ajakan untuk membeli atau menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Penulis tidak bertanggung jawab atas kerugian yang mungkin timbul dari penggunaan data ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Pemerintah Siapkan Insentif ETF Emas, Bursa Mineral, Hingga Demutualisasi
-
Jumlah Saham HSC Membengkak Jadi 51 Emiten Pasca Pengesahan Aturan Baru BEI
-
Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026
-
Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!
-
Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya
-
Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional
-
Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas
-
Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu
-
Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026
-
Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM