- Pada Senin (12/1/2026), harga mayoritas pangan nasional seperti beras, cabai, dan daging menunjukkan tren pelemahan harga.
- Harga beras premium, medium, medium non-SPHP, dan SPHP mengalami penurunan harga, kecuali beras khusus lokal yang naik.
- Komoditas seperti jagung peternak, kedelai impor, bawang merah, daging kerbau, serta minyak dan tepung terigu juga mengalami koreksi harga.
Suara.com - Pergerakan harga pangan nasional pada Senin (12/1/2026) kembali menunjukkan tren pelemahan di mayoritas komoditas.
Tak hanya cabai, daging, dan bahan pangan strategis lainnya, komoditas beras yang menjadi konsumsi utama masyarakat juga tercatat mengalami penurunan harga di sejumlah kategori.
Berdasarkan panel harga pangan nasional yang dikelola Badan Pangan Nasional (BPN), harga beras premium tercatat berada di level Rp15.551 per kilogram.
Angka tersebut turun Rp17 atau setara 0,11 persen dibandingkan hari sebelumnya, mencerminkan kondisi pasokan yang relatif stabil di pasar.
Penurunan harga juga terjadi pada beras medium. Harga rata-rata nasional beras medium tercatat sebesar Rp13.592 per kilogram atau turun Rp169 setara 1,23 persen.
Koreksi harga ini memperpanjang tren penurunan beras medium dalam beberapa hari terakhir.
Sementara itu, beras medium non-SPHP turut mengalami pelemahan harga.
Komoditas tersebut dijual dengan harga rata-rata Rp13.705 per kilogram atau turun Rp119 setara 0,86 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Di sisi lain, beras SPHP juga tercatat mengalami penurunan. Harga rata-rata nasional beras SPHP berada di angka Rp12.426 per kilogram atau turun Rp47 setara 0,38 persen, memperkuat tren penurunan harga beras berbasis program stabilisasi.
Baca Juga: Harga Pangan Nasional Terus Melandai, Cabai hingga Bawang Merah Kompak Turun
Berbeda dengan jenis lainnya, harga beras khusus lokal justru mengalami kenaikan.
Komoditas ini tercatat naik Rp175 atau 1,11 persen menjadi Rp15.955 per kilogram, menunjukkan adanya dinamika pasokan dan permintaan di segmen beras tertentu.
Selain beras, komoditas jagung tingkat peternak juga mengalami koreksi harga. Harga jagung TK peternak tercatat turun Rp33 atau 0,48 persen menjadi Rp6.894 per kilogram, seiring dengan kondisi pasokan yang masih terjaga.
Harga kedelai biji kering impor juga tercatat melemah. Komoditas ini dijual dengan harga rata-rata Rp10.781 per kilogram atau turun Rp48 setara 0,44 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Untuk komoditas hortikultura, harga bawang merah mengalami penurunan cukup signifikan. Harga rata-rata nasional tercatat berada di level Rp42.014 per kilogram atau turun Rp1.425 setara 3,28 persen.
Sebelumnya, sejumlah komoditas strategis lain juga tercatat mengalami penurunan harga.
Berita Terkait
-
Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Sentuh Rp70 Ribu
-
Harga Pangan Nasional Kompak Turun, Cabai Turun setelah Berhari-hari Melonjak
-
Harga Cabai Rawit Merah Terus Melonjak, Tembus Rp 60.000 per Kg
-
Cabai Rawit Merah Melonjak 5 Persen, Harga Pangan Lainnya Bergerak Tipis di Pasar Nasional
-
Daftar Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Terus Melonjak
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?
-
Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas
-
S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya
-
Laba Emiten Hary Tanoe Terbang 140 Persen
-
Gak Cuma Murah, Minyak Rusia Ternyata 'Jodoh' Buat Kilang Pertamina
-
OJK dan BEI Bongkar Data Pemilik Saham RI, Berharap Genjot Transparansi
-
Produksi Cat Nasional Tembus 1,5 Juta Ton, Pemerintah Soroti Pentingnya Keamanan Produk
-
Cara Perusahaan Asuransi Genjot Penetrasi Layanan
-
Direksi BUMN Karya Dipanggil Dony Oskaria Satu per Satu, Tentukan Nasib Restrukturisasi
-
420 Siswa Ikuti Program CyberHeroes Telkom, Bangun Kesadaran Keamanan Digital