- Rupiah melemah pada Selasa, 13 Januari 2026, menyebabkan Dolar AS menguat dan menyentuh Rp16.900 di beberapa bank.
- Data Bloomberg menunjukkan rupiah dibuka pada level Rp16.874 per dolar AS, menandai delapan hari pelemahan berturut-turut.
- Kurs jual beli dolar AS bervariasi antar bank besar seperti Mandiri, BNI, BRI, dan BCA pada tanggal tersebut.
Suara.com - Nilai tukar rupiah masih melemah pada hari ini Selasa (13/1/2026). Hal ini membuat Dolar Amerika Serikat mengalami penguatan.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar Selasa dibuka pada level Rp16.874 per dolar Amerika Serikat (AS).
Pelemahan ini membuat mata uang garuda sudah sakit selama 8 hari berturut-turut.
Apalagi, dolar AS bergerak menyentuh Rp16.900 di beberapa perbankan Indonesia hari ini.
Lantas berapa harga jual beli dolar di Indonesia? Berikut daftar kurs dolar AS di Bank Mandiri, BNI, BRI dan BCA pada hari ini:
1. PT Bank Mandiri Tbk
Berdasarkan data Bank Mandiri per 13 Januari, kurs beli USD (E-Rate) adalah Rp16.855 dan kurs jual Rp16.885.
Sedangkan, TT Counter/Bank Notes berada di kisaran Rp16.675 (beli) dan Rp16.975 (jual). Dalam hal ini, kurs rupiah dan dolar AS dapat berubah sewaktu-waktu.
2. PT Bank Bank Negara Indonesia Tbk
Baca Juga: Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Berdasarkan data Bank BNI per 13 Januari, kurs beli USD (E-Rate) adalah Rp16.858 dan kurs jual Rp16.888.
Sedangkan, TT Counter/Bank Notes berada di kisaran Rp16.750 (beli) dan Rp17.000 (jual). Dalam hal ini, kurs rupiah dan dolar AS dapat berubah sewaktu-waktu.
3. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI)
Berdasarkan data Bank BRI per 12 Januari, kurs beli USD (E-Rate) adalah Rp16.778 dan kurs jual Rp16.900.
Sedangkan, TT Counter/Bank Notes berada di kisaran Rp16.695 (beli) dan Rp16.995 (jual). Dalam hal ini, kurs rupiah dan dolar AS dapat berubah sewaktu-waktu.
4. PT Bank Central Asia Tbk (BCA)
Berdasarkan data BCA per 8 Januari 2026, kurs beli USD (E-Rate) adalah Rp16.862 dan kurs jual Rp16.882.
Sedangkan, TT Counter/Bank Notes berada di kisaran Rp16.725 (beli) dan Rp17.025 (jual). Dalam hal ini, kurs rupiah dan dolar AS dapat berubah sewaktu-waktu.
Berita Terkait
-
Pertumbuhan Kredit Kuat dan DPK Meningkat, Fungsi Intermediasi Bank Mandiri Solid di Akhir Tahun
-
Strategi Ngawur atau Pasar yang Lesu? Mengurai Misteri Rp2.509 Triliun Kredit Nganggur
-
Tutup Tahun, 7 Bank RI Tumbang
-
OJK Optimis Kondisi Perbankan Indonesia Meningkat di Tahun 2026
-
Transformasi Makin Cepat, Potensi Ekonomi Digital Bisa Tembus 360 Miliar Dolar AS
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Pemerintah Siapkan Insentif ETF Emas, Bursa Mineral, Hingga Demutualisasi
-
Jumlah Saham HSC Membengkak Jadi 51 Emiten Pasca Pengesahan Aturan Baru BEI
-
Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026
-
Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!
-
Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya
-
Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional
-
Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas
-
Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu
-
Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026
-
Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM