- Delegasi Trisakti raih 3 emas dan 2 perak di IPITEX 2026 Bangkok melalui inovasi AI/IoT.
- Sinergi mahasiswa lintas fakultas hasilkan inovasi komprehensif dan aplikatif.
- Kampus beri pembiayaan penuh untuk dorong fokus pengembangan kreativitas mahasiswa.
Suara.com - Delegasi mahasiswa Universitas Trisakti berhasil mengharumkan nama Indonesia dalam ajang International Intellectual Property, Invention, Innovation, and Technology Exposition (IPITEX) 2026 di Bangkok International Trade & Exhibition Centre (BITEC), Bangkok, Thailand pada 5-9 Januari 2026.
Menariknya, tiga medali emas, dua medali perak dan dua penghargaan khusus dalam IPITEX 2026 berhasil dibawa pulang oleh lima orang tim terdiri dari mahasiswa lintas fakultas di bawah bimbingan Ryan Johan Sembiring.
Sebagai informasi, International Intellectual Property, Invention, Innovation, and Technology Exposition (IPITEX) merupakan salah satu kompetisi inovasi dan teknologi bergengsi di kawasan Asia Tenggara, dan diselenggarakan setiap tahun di Bangkok, Thailand.
Kompetisi ini menjadi ajang bagi inventor, peneliti, dan inovator dari berbagai negara untuk mempresentasikan karya-karya terbaik mereka di bidang kekayaan intelektual, penemuan, inovasi, dan teknologi.
Ryan Johan Sembiring selaku Dosen Pembimbing dari Universitas Trisakti (Usakti) mengungkapkan prestasi ini membuktikan ketekunan mahasiswa Universitas Trisakti dapat memperoleh hasil maksimal.
Menurut dia, keikutsertaan Universitas Trisakti dalam IPITEX 2026 merupakan bagian dari komitmen institusi untuk mendorong mahasiswa mengembangkan inovasi berbasis teknologi Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan (AI).
“Kelima tim yang dikirim mengusung inovasi menyasar berbagai permasalahan, mulai dari aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, pengelolaan sampah, keselamatan kebakaran, hingga teknologi pertahanan,” kata Ryan melalui keterangannya pada Senin (12/1/2026).
Lebih lanjut, ia menyampaikan fakta menarik, bahwa delegasi dari Universitas Trisakti adalah keberhasilan model kolaborasi lintas fakultas. Mahasiswa lintas disiplin ilmu dari hukum, kedokteran, ekonomi, hingga desain berhasil bersinergi menciptakan inovasi komprehensif dan aplikatif.
“Dengan kebijakan pembiayaan penuh dari kampus, mahasiswa dapat fokus mengembangkan inovasi tanpa terbebani kendala finansial,” imbuhnya.
Baca Juga: Menguliti Narasi 'Kuliah Itu Scam': Apa Gelar Masih Menjadi Senjata Utama?
Sementara Wakil Rektor III Universitas Trisakti, Yoska Oktaviano menjelaskan seluruh biaya kegiatan kompetisi ditanggung penuh oleh kampus sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kreativitas mahasiswa.
“Usakti sangat peduli terhadap lomba dan kreativitas mahasiswa, dan kebijakan Rektor sangat mendukung hal tersebut. Kolaborasi lintas fakultas juga terbukti sukses meraih medali emas,” kata Yoska.
Selanjutnya, Rektor Universitas Trisakti, Prof. Kadarsah Suryadi berharap prestasi yang diboyong delegasi di IPITEX 2026 dapat menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa untuk meningkatkan prestasinya di tingkat nasional maupun kancah internasional.
“Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” kata Kadarsah.
Adapun, medali emas pertama diraih tim AI-Enhanced Smart Sniper Rifle beranggotakan Nadia Dari Vagher (Fakultas Hukum) dan Shafa Syahida Solachuddin (Fakultas Kedokteran). Tim ini juga meraih Special Award dari WWIEA Korea.
Medali emas kedua diperoleh tim AI-Based Interactive Trash Bin Robot yang terdiri dari Chyka Sanyazka Nugraha (Fakultas Ekonomi dan Bisnis) dan Nadya Bunga Permata Putri (Fakultas Arsitektur, Lansekap, dan Teknologi Lingkungan).
Medali emas ketiga diraih tim Intelligent Real-Time Vision Aid for the Visually Impaired dengan anggota Hana Salsabila (Fakultas Teknologi Industri) dan Bianda Lehaz Nur Febriyanti (Fakultas Seni Rupa dan Desain). Tim ini juga memperoleh Special Award dari WiiPA Taiwan.
Sementara dua medali perak berhasil diraih tim Automatic Firefighting Robot beranggotakan Clara dan Siti Nabilla Nursofa (keduanya dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis), serta tim Smart Tactical Helmet with IoT-Based Hazard Detection dengan anggota Jesica Bunga Kaira Siagian (Fakultas Kedokteran) dan Oktarina Nayla Zahra (Fakultas Ekonomi dan Bisnis).
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Kylian Mbappe Blak-blakan: Taktik Deschamps Bikin Prancis Gagal ke Final Piala Dunia
-
Panas! Teror Suara Suporter Argentina Tenggelamkan Lagu Kebangsaan Inggris
-
Tekel Brutal Enzo Fernandez Lolos Kartu Merah, Wasit Ismail Elfath Dikecam
-
Kapan Zinedine Zidane Diumumkan sebagai Pelatih Baru Prancis?
-
Bawa Spanyol ke Final Piala Dunia 2026, Rumah Lamine Yamal Nyaris Dibobol Rampok
-
Prancis Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026, Michael Olise Dihujani Kritik Pedas
-
Messi Anak Emas FIFA! Petisi Coret Argentina dari Piala Dunia Tembus 10 Juta Tanda Tangan
-
Susunan Pemain Argentina vs Inggris: Tuchel dan Scaloni Bikin Kejutan di Starting XI
-
The Beatles Warnai Rivalitas Argentina vs Inggris: Dominasi Tangga Lagu hingga Skandal Band Palsu
-
Kursi Botol Berterbangan, Suporter Argentina Bakul Pukul Jelang Lawan Inggris