- IHSG ditutup menguat signifikan 0,94 persen mencapai 9.032,58 pada Rabu, 14 Januari 2026 didorong sentimen The Fed dan komoditas.
- Pemerintah akan menghidupkan proyek gasifikasi batu bara menjadi DME untuk substitusi LPG, berpotensi menguntungkan emiten batu bara.
- Bursa Asia mayoritas menguat; Jepang mencetak rekor tertinggi, sementara China mencatat surplus perdagangan besar sambil mengalihkan pasar ekspor.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus memecahkan rekor baru pada perdagangan Rabu, 14 Januari 2026. IHSG ditutup menguat 0,94 persen ke level 9.032,58, setelah sempat menyentuh level intraday tertinggi di posisi 9.049.
Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya mengemukakan, penguatan IHSG ditopang oleh sejumlah sentimen positif, mulai dari ekspektasi berlanjutnya penurunan suku bunga Federal Reserve (The Fed), kenaikan harga komoditas global, aliran dana investor asing, hingga aksi korporasi sejumlah emiten di dalam negeri.
Sejalan dengan pergerakan pasar saham, nilai tukar rupiah juga menguat. Pada perdagangan Rabu (14/1), rupiah ditutup di level Rp16.865 per dolar AS di pasar spot.
Secara teknikal, pergerakan IHSG menunjukkan sinyal positif. Terbentuknya pola Golden Cross serta pelebaran histogram positif pada indikator MACD mengindikasikan potensi penguatan lanjutan.
IHSG diperkirakan masih berpeluang menguji area resistance di kisaran 9.070–9.100, dengan level pivot di 9.000 dan support di 8.900.
Meski demikian, pelaku pasar diimbau tetap mewaspadai potensi aksi ambil untung (profit taking) pada perdagangan Kamis (15/1). Risiko koreksi jangka pendek dinilai meningkat seiring mendekatnya periode libur panjang (long weekend).
Dari sentimen domestik, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berencana menghidupkan kembali proyek gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) pada tahun ini. Program hilirisasi tersebut ditujukan sebagai substitusi liquefied petroleum gas (LPG) untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
Dalam pelaksanaannya, MIND ID dan Pertamina akan bekerja sama mempercepat pengembangan hilirisasi batu bara menjadi berbagai produk energi alternatif, seperti DME, synthetic natural gas (SNG), dan metanol. Kebijakan ini berpotensi memberikan sentimen positif bagi emiten batu bara yang berorientasi pada penjualan domestik.
Dari kawasan Asia, mayoritas indeks saham ditutup menguat pada Rabu (14/1). Bursa saham Jepang mencetak rekor tertinggi, didorong ekspektasi kemungkinan pemilu sela pada Februari. Fenomena yang dikenal sebagai “Takaichi trade” mendorong pelemahan yen, penurunan harga obligasi, dan penguatan pasar saham, seiring harapan kebijakan pro-pertumbuhan ekonomi.
Baca Juga: Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
Sementara itu, China mencatatkan surplus neraca perdagangan sebesar USD 1,19 triliun sepanjang 2025. Ekspor Tiongkok tumbuh 5,5 persen, sementara impor cenderung stagnan. Menghadapi tarif dari Presiden AS Donald Trump, China mulai mengalihkan pasar ekspornya dari Amerika Serikat ke Uni Eropa dan Asia Tenggara.
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan hari ini, sebanyak 61,20 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 29,19 triliun, serta frekuensi sebanyak 3,37 juta kali.
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 461 saham bergerak naik, sedangkan 252 saham mengalami penurunan, dan 245 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, AYLS, EESTI, KOCI, INDS, SOTS, TALF, SOHO, SSTM, BLUE, ROCL, DGNS, RDTX.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, WEHA, SOLA, ASPR, NICK, SKBM, PUDP, INAI, MEJA, BCIC, HOMI, AKSI.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
Terkini
-
PLTP Lumut Balai Unit 3 Dieksekusi, Mulai Beroperasi pada 2030
-
IPC Terminal Petikemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs Sepanjang 2025
-
Rupiah Bangkit ke Rp16.865 Per Dolar AS, Putus Tren Pelemahan Berturut-turut
-
Ancaman Krisis Iklim, Menko Airlangga Ungkap Produksi Padi Sempat Anjlok 4 Juta Ton
-
Mengapa Proyek Monorel Jakarta Gagal Terbangun?
-
KLH Akan Gugat Perdata 6 Perusahaan Terkait Banjir Sumatera, Kejar Ganti Rugi Triliunan Rupiah
-
Usai Bea Cukai, Purbaya Kini Ancam Pegawai Pajak: Rotasi ke Tempat Terpencil hingga Dirumahkan
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Ada Bantuan Hukum ke Pegawai Pajak, Purbaya Klarifikasi: Masih Pegawai, Tak Ada Intervensi
-
Harga Perak Cetak Rekor! Aset Safe Haven Meroket Imbas Konflik Greenland Hingga Iran