- Saham PT Pakuwon Jati Tbk. (PWON) melonjak signifikan pada Senin, 14 Januari 2026, mencapai kenaikan 10,23 persen.
- Kenaikan harga saham PWON dalam sepekan dan sebulan sebelumnya juga tercatat positif menuju level Rp 374 per lembar.
- Manajemen PWON menyatakan tidak mengetahui adanya informasi material atau rencana aksi korporasi yang menyebabkan lonjakan saham tersebut.
Suara.com - Saham PT Pakuwon Jati Tbk. (PWON) terus melesat pada akhir-akhir ini. Bahkan, pada Senin, 14 Januari 2026, Saham PWON terbang 10,23 persen.
Berdasarkan data IDX Mobile, Saham PWON telah melonjak 8,72 persen dalam sepekan, dan 6,25 persen selama sebulan menuju ke level Rp 374 per lembar saham.
Lantas apa yang menyebabkan saham emiten properti tiba-tiba naik?
Seperti dikutip dari keterbukaan informasi, manajemen Direktur PWON, Minarto, mengatakanperseroan tak mengetahui adanya informasi maupun fakta material yang membuat lonjakan terhadap saham perseroan.
"Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam peraturan Nomoer I-E:Kewajiban Penyampaian Informasi Ketentuan Butir Poiny III.2.1 dan IV..2.1," ujarnya seperti dikutip, Rabu (14/1/2026).
Minarto melanjutkan, hingga kini juga belum ada informasi/fakta/kejadian penting lainya yang material dan bisa memengaruhi harga saham perseroan.
"Perseroan tidak mengtahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam peraturan OJK Nomor 11/POJK.04/2017," katanya.
Selain itu, Minarto menegaskan, perseroan juga tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat ini.
"Sampai saat ini pemegang saham utama tidak memiliki rencana apapun terkait dengan kepemilikan sahamnya di perseroan," pungkasnya.
Baca Juga: IHSG Stabil di Level 9.000, Saham BUMI Hingga SOHO Menguat Drastis
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
Terkini
-
Garda Revolusi Iran Disebut Tutup Selat Hormuz, Mengapa Dunia Harus Panik?
-
Target Pasar Global, Pertamina Bangun Ekosistem SAF Terverifikasi Internasional
-
Industri Kripto di Dalam Negeri Tumbuh Lebih Sehat Usai Bursa CFX Pangkas Biaya Transaksi
-
HPE Maret 2026: Harga Konsentrat Tembaga Turun, Emas Justru Menanjak
-
Alasan Dibalik Dibalik Rencana Stop Ekspor Timah
-
Harga Genteng Rp4.300 Per Unit, Transaksi Awal Program Gentengisasi di Jabar Capai Rp12,6 Miliar
-
BRI Bantu Biayai Program Gentengisasi lewat KUR Perumahan
-
Manggis Subang Tembus China, LPDB Koperasi Siap Perkuat Pembiayaan Hingga Rp20 Miliar
-
Indonesia Emas 2045 Butuh Koperasi Modern dan Generasi Produktif
-
Satu Rumah Dihuni 10 Orang, Pemerintah Bedah 82 Hunian di Menteng Tenggulun