- Harga emas mencapai rekor tertinggi menutup di US$4.620,48 pada Rabu (14/1/2026) karena ketidakpastian geopolitik ekstrem.
- Eskalasi ketegangan global, termasuk krisis Iran dan kebijakan luar negeri AS, mendorong investor mencari aset aman.
- Harga perak melonjak mengikuti emas, dengan target realistis kini diprediksi analis mencapai US$100 per ons.
Suara.com - Harga emas dan perak terus memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa secara berturut-turut.
Ketidakpastian geopolitik yang ekstrem dan dinamika ekonomi Amerika Serikat (AS) menjadi motor penggerak utama yang memaksa investor mengalihkan aset mereka ke instrumen safe-haven.
Pada penutupan perdagangan Rabu (14/1/2026), harga emas di pasar spot mencatatkan sejarah baru dengan menguat 0,72 persen ke level US$4.620,48 per troy ons.
Ini adalah kali pertama dalam sejarah sang logam mulia berhasil mengakhiri hari di atas ambang psikologis US$4.600. Bahkan, dalam sesi perdagangan intraday, harga sempat menyentuh titik didih di angka US$4.642,72 per troy ons.
Geopolitik Memanas: Dari Krisis Iran hingga Isu Greenland
Kenaikan tajam ini dipicu oleh eskalasi ketegangan global yang semakin agresif. Pasar merespons kekhawatiran atas kerusuhan besar di Iran, di mana laporan dari Bloomberg menyebutkan angka kematian pengunjuk rasa telah melampaui 2.500 jiwa.
Presiden AS Donald Trump bahkan secara terang-terangan memberikan dukungan kepada demonstran, yang memicu peringatan balasan dari Teheran terhadap pangkalan militer AS di negara-negara tetangga.
Selain konflik di Timur Tengah, kebijakan luar negeri AS yang tidak konvensional turut menambah volatilitas pasar.
Rencana agresif Washington untuk menguasai Greenland serta tindakan militer terhadap kepemimpinan di Venezuela telah menciptakan kecemasan sistemik.
Baca Juga: Harga Perak Cetak Rekor! Aset Safe Haven Meroket Imbas Konflik Greenland Hingga Iran
"Semua jalan saat ini mengarah pada emas dan perak," ujar Alex Ebkarian, COO Allegiance Gold, yang dilansir via Kitco.
Ia menekankan bahwa pasar saat ini sedang berada dalam fase bullish struktural yang didorong oleh tingginya permintaan dari berbagai sektor.
Perak Mengekor: Target US$100 per Ons
Langkah emas diikuti oleh lonjakan harga perak yang tidak kalah impresif. Pada perdagangan Rabu, harga perak naik tajam sebesar US$5,39 menjadi US$91,70 per ons.
Para spekulan dan analis kini mulai membidik angka US$100 per ons sebagai target realistis dalam waktu dekat, seiring dengan meningkatnya penghindaran risiko di pasar global.
Secara teknis, logam mulia yang tidak memberikan bunga ini tetap menjadi primadona karena ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve tetap kuat, meskipun data ekonomi AS menunjukkan kondisi yang kontradiktif.
Data ekonomi terbaru dari Negeri Paman Sam menunjukkan pemulihan pengeluaran yang kuat namun tidak merata.
Namun, di balik angka pertumbuhan tersebut, muncul fenomena "K-shape" dalam konsumsi masyarakat.
Bank of America Securities mencatat adanya kesenjangan lebar antara pengeluaran rumah tangga berpenghasilan tinggi dengan kelompok menengah ke bawah yang mulai kesulitan menghadapi kenaikan biaya hidup.
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam