Bisnis / Keuangan
Kamis, 15 Januari 2026 | 09:24 WIB
Emas produksi PT Aneka Tambang (Antam) di Jakarta, Selasa (3/3).
Baca 10 detik
  • Harga emas Antam 1 gram pada Kamis, 15 Januari 2026, ditetapkan Rp 2.675.000, naik Rp 10.000 dari hari sebelumnya.
  • Harga buyback emas Antam juga mengalami kenaikan Rp 8.000, mencapai Rp 2.521.000 per gram pada hari tersebut.
  • Emas dunia menguat mendekati USD 4.615 akibat ketidakpastian geopolitik dan kekhawatiran independensi Federal Reserve.

Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Kamis, 15 Januari 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.675.000 per gram.

Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu terus ke level tertinggi dengan naik Rp 10.000 dibandingkan hari Rabu, 13 Januari 2026.

Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.521.000 per gram.

Harga buyback itu juga terus naik Rp 8.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Selasa kemarin.

Seorang karyawan menunjukkan emas Antam yang dijual di Butik Emas Logam Mulia PT Aneka Tambang (Antam), Jakarta, Rabu (25/9/2024). [ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/tom.]

Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam pada hari ini:

  • Emas 0,5 Gram Rp 1.387.500
  • Emas 1 Gram Rp 2.675.000
  • Emas 2 gram Rp 5.290.000
  • Emas 3 gram Rp 7.910.000
  • Emas 5 gram Rp 13.100.000
  • Emas 10 gram Rp 26.245.000
  • Emas 25 gram Rp 65.487.000
  • Emas 50 gram Rp 130.895.000
  • Emas 100 gram Rp 261.712.000
  • Emas 250 gram Rp 654.015.000
  • Emas 500 gram Rp 1.307.820.000
  • Emas 1.000 gram Rp 2.615.600.000

Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.

Harga Emas Dunia Pecah Rekor

Harga emas dunia kembali menguat seiring meningkatnya ketidakpastian global. Logam mulia emas (XAU/USD) naik mendekati level USD 4.615 dan diperkirakan akan menguji ulang rekor tertinggi pada perdagangan sesi awal Asia, Kamis.

Seperti dikutip dari FXStreet, kenaikan harga emas terjadi karena para pelaku pasar berbondong-bondong memburu aset safe haven di tengah risiko geopolitik dan ekonomi global yang masih tinggi. Investor juga tengah bersiap menanti rilis data Klaim Pengangguran Awal AS mingguan yang dijadwalkan keluar pada Kamis waktu setempat.

Baca Juga: Harga Emas Antam Nggak Bosan Naik, Hari Ini Tembus Rp 2.665.000/Gram

Sentimen geopolitik menjadi salah satu pendorong utama penguatan emas. Ketegangan di Iran dilaporkan meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan mengambil tindakan atas penindakan keras terhadap para demonstran.

AS bahkan disebut telah memindahkan personel militernya, sementara pemerintah Iran memperingatkan negara-negara tetangga agar tidak membantu potensi serangan.

Pada Selasa lalu, Trump juga membatalkan seluruh pertemuan dengan pejabat Iran dan berjanji kepada para demonstran bahwa bantuan sedang dalam perjalanan, meski tanpa merinci bentuk bantuan tersebut.

Situasi ini dinilai meningkatkan permintaan emas sebagai aset lindung nilai tradisional, karena investor mencari perlindungan dari potensi eskalasi konflik.

Selain faktor geopolitik, kekhawatiran terhadap independensi Federal Reserve (The Fed) turut menopang harga emas.

Ketua The Fed Jerome Powell mengungkapkan bahwa bank sentral AS menerima surat panggilan dari Departemen Kehakiman terkait pernyataannya di hadapan Kongres mengenai pembengkakan biaya proyek renovasi gedung The Fed senilai USD 2,5 miliar di Washington. Powell menyebut ancaman tersebut sebagai “dalih” untuk menekan The Fed agar memangkas suku bunga.

Load More