Bisnis / Energi
Rabu, 14 Januari 2026 | 18:11 WIB
Pekerja tambang emas PT Antam Tbk beraktifitas di pertambangan emas Pongkor, Bogor, Jawa Barat, Jumat (30/11). [Suara.com/Muhaimin A Untung]
Baca 10 detik
  • PT Antam membantah keras video viral mengenai ledakan dan ratusan karyawan terjebak di tambang sebagai hoaks.
  • Perusahaan menyatakan video tersebut adalah prosedur teknis normal dan aktivitas operasional berjalan terkendali tanpa insiden.
  • Polisi dan tim Antam investigasi di lokasi meski terkendala asap; korban isu dipastikan bukan karyawan resmi perusahaan.

Suara.com - PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) buka suara adanya video yang viral di media sosial terkait adanya ledakan di area tambang milik perseroan. Dalam video tersebut, ledakan itu membuat ratusan orang terjebak di dalam tambang.

Namun, Corporate Secretary Antam, Wisnu Danandi, menegaskan bahwa video yang beredar itu tidak benar alias hoaks.

Ia menjelaskan, video tersebut adalah dokumentasi penanganan kondisi teknis di area tambang bawah tanah yang telah diantisipasi dan ditangani sesuai dengan prosedur keselamatan dan standar operasional perusahaan, termasuk pengaturan ventilasi dan pengamanan area kerja.

"Kondisi tersebut tidak berdampak pada keselamatan karyawan Antam, dan seluruh aktivitas operasional perusahaan berada dalam kondisi terkendali," ujarnya Wisnu dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Rabu (14/1/2026).

Tangkapan Layar Lubang Tambang Emas Antam Bogor [Ist]

Wisnu memastikan, tidak adanya ledakan sebagaimana yang diinformasikan dalam konten yang beredar. Serta, tidak ada karyawan Antam yang terjebak di dalam area tambang.

Ia menegaskan, kegiatan usaha perusahaan selalu mengedepankan keselamatan kerja, pengendalian risiko, dan penerapan good mining practice, serta berkoordinasi dengan aparat dan pemangku kepentingan terkait untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

"Antam mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan merujuk pada informasi resmi yang disampaikan oleh perusahaan maupun pihak berwenang," imbuh Wisnu.

Sebelumnya, sebuah kabar mengejutkan meledak dan menyebar cepat melalui pesan berantai di grup-grup WhatsApp, menyebutkan adanya insiden massal di area pertambangan emas milik PT Antam dan kawasan pertambangan emas tanpa izin (PETI) atau ilegal.

Informasi yang beredar cukup membuat bulu kuduk merinding. Disebutkan bahwa ada sebanyak 700 orang yang terjebak racun pada gas Antam yang diduga bocor.

Baca Juga: Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia

Narasi horor tersebut semakin menjadi-jadi dengan klaim bahwa 120 orang di antaranya telah menjadi korban jiwa. Angka yang fantastis ini tentu memicu kepanikan warga dan keluarga penambang.

Merespons kegaduhan ini, aparat kepolisian dari Polsek Nanggung langsung bergerak cepat menuju titik lokasi yang diduga menjadi pusat kejadian. Kapolsek Nanggung, AKP Ucup Supriatna, mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah berada di lapangan bersama tim dari perusahaan Antam untuk melakukan investigasi mendalam.

Namun, upaya petugas untuk memastikan kondisi korban terkendala situasi alam yang berbahaya. "Jadi kita juga di antam dengan antam kebetulan kita masih menunggu dari antam juga, kita ga bisa masuk ke dalam masih ada asap," kata AKP Ucup saat memberikan keterangan di lokasi kejadian, Rabu (14/1).

Kondisi asap yang masih menyelimuti lubang-lubang tambang membuat tim penyelamat harus ekstra hati-hati agar tidak menambah daftar korban baru dari pihak evakuator.

Satu fakta penting yang digarisbawahi oleh pihak kepolisian adalah status para korban yang diisukan tersebut. AKP Ucup menegaskan bahwa jika memang ada korban, mereka bukanlah pekerja resmi perusahaan.

"Belum tentu gas beracun, belum tentu, kalau yang jelas bukan longsor bukan dan bukan karyawan antam," tambah dia.

Load More