- PT Antam membantah keras video viral mengenai ledakan dan ratusan karyawan terjebak di tambang sebagai hoaks.
- Perusahaan menyatakan video tersebut adalah prosedur teknis normal dan aktivitas operasional berjalan terkendali tanpa insiden.
- Polisi dan tim Antam investigasi di lokasi meski terkendala asap; korban isu dipastikan bukan karyawan resmi perusahaan.
Suara.com - PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) buka suara adanya video yang viral di media sosial terkait adanya ledakan di area tambang milik perseroan. Dalam video tersebut, ledakan itu membuat ratusan orang terjebak di dalam tambang.
Namun, Corporate Secretary Antam, Wisnu Danandi, menegaskan bahwa video yang beredar itu tidak benar alias hoaks.
Ia menjelaskan, video tersebut adalah dokumentasi penanganan kondisi teknis di area tambang bawah tanah yang telah diantisipasi dan ditangani sesuai dengan prosedur keselamatan dan standar operasional perusahaan, termasuk pengaturan ventilasi dan pengamanan area kerja.
"Kondisi tersebut tidak berdampak pada keselamatan karyawan Antam, dan seluruh aktivitas operasional perusahaan berada dalam kondisi terkendali," ujarnya Wisnu dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Rabu (14/1/2026).
Wisnu memastikan, tidak adanya ledakan sebagaimana yang diinformasikan dalam konten yang beredar. Serta, tidak ada karyawan Antam yang terjebak di dalam area tambang.
Ia menegaskan, kegiatan usaha perusahaan selalu mengedepankan keselamatan kerja, pengendalian risiko, dan penerapan good mining practice, serta berkoordinasi dengan aparat dan pemangku kepentingan terkait untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
"Antam mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan merujuk pada informasi resmi yang disampaikan oleh perusahaan maupun pihak berwenang," imbuh Wisnu.
Sebelumnya, sebuah kabar mengejutkan meledak dan menyebar cepat melalui pesan berantai di grup-grup WhatsApp, menyebutkan adanya insiden massal di area pertambangan emas milik PT Antam dan kawasan pertambangan emas tanpa izin (PETI) atau ilegal.
Informasi yang beredar cukup membuat bulu kuduk merinding. Disebutkan bahwa ada sebanyak 700 orang yang terjebak racun pada gas Antam yang diduga bocor.
Baca Juga: Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
Narasi horor tersebut semakin menjadi-jadi dengan klaim bahwa 120 orang di antaranya telah menjadi korban jiwa. Angka yang fantastis ini tentu memicu kepanikan warga dan keluarga penambang.
Merespons kegaduhan ini, aparat kepolisian dari Polsek Nanggung langsung bergerak cepat menuju titik lokasi yang diduga menjadi pusat kejadian. Kapolsek Nanggung, AKP Ucup Supriatna, mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah berada di lapangan bersama tim dari perusahaan Antam untuk melakukan investigasi mendalam.
Namun, upaya petugas untuk memastikan kondisi korban terkendala situasi alam yang berbahaya. "Jadi kita juga di antam dengan antam kebetulan kita masih menunggu dari antam juga, kita ga bisa masuk ke dalam masih ada asap," kata AKP Ucup saat memberikan keterangan di lokasi kejadian, Rabu (14/1).
Kondisi asap yang masih menyelimuti lubang-lubang tambang membuat tim penyelamat harus ekstra hati-hati agar tidak menambah daftar korban baru dari pihak evakuator.
Satu fakta penting yang digarisbawahi oleh pihak kepolisian adalah status para korban yang diisukan tersebut. AKP Ucup menegaskan bahwa jika memang ada korban, mereka bukanlah pekerja resmi perusahaan.
"Belum tentu gas beracun, belum tentu, kalau yang jelas bukan longsor bukan dan bukan karyawan antam," tambah dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Bos Danantara Pamer Hasil Transformasi Total BUMN, Valuasi TLKM Naik Jadi Rp 115 T
-
Akhirnya IHSG Tembus Level 9.000, Apa Pemicunya?
-
PLTP Lumut Balai Unit 3 Dieksekusi, Mulai Beroperasi pada 2030
-
IPC Terminal Petikemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs Sepanjang 2025
-
Rupiah Bangkit ke Rp16.865 Per Dolar AS, Putus Tren Pelemahan Berturut-turut
-
Ancaman Krisis Iklim, Menko Airlangga Ungkap Produksi Padi Sempat Anjlok 4 Juta Ton
-
Mengapa Proyek Monorel Jakarta Gagal Terbangun?
-
KLH Akan Gugat Perdata 6 Perusahaan Terkait Banjir Sumatera, Kejar Ganti Rugi Triliunan Rupiah
-
Usai Bea Cukai, Purbaya Kini Ancam Pegawai Pajak: Rotasi ke Tempat Terpencil hingga Dirumahkan