- PT Pos Indonesia meluncurkan layanan Kargo Internasional PMI, Haji, dan Umrah untuk memudahkan pengiriman barang dari luar negeri.
- Layanan baru ini menawarkan keunggulan seperti bea masuk relaksasi, ongkir terjangkau, dan pelacakan kiriman secara *real-time*.
- Layanan ini dikembangkan dari Kargo Haji sebelumnya untuk mendukung pengiriman 80–100 ton kiriman PMI per bulan.
Suara.com - PT Pos Indonesia (Persero) memperluas layanan logistik internasional setelah musim Haji. Kali ini, BUMN pos tersebut menyasar pengiriman barang jamaah Umrah dan Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui peluncuran layanan Kargo Internasional PMI, Haji, dan Umrah.
Layanan ini ditujukan untuk memudahkan PMI serta jamaah Haji dan Umrah dalam mengirimkan barang dari luar negeri ke Indonesia dengan berbagai kemudahan.
Sejumlah keunggulan ditawarkan, mulai dari relaksasi bea masuk untuk Haji dan PMI, ongkir terjangkau, pelacakan kiriman secara real-time, hingga waktu pengiriman yang lebih cepat melalui kargo udara.
Pos Indonesia mencatat, volume kiriman PMI dari Arab Saudi saat ini telah mencapai 80–100 ton per bulan. Angka tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan akan layanan logistik yang efisien, aman, dan memiliki kepastian proses bagi PMI maupun jamaah.
Plt Direktur Bisnis Kurir dan Logistik PT Pos Indonesia (Persero), Prasabri Pesti, mengatakan layanan ini merupakan pengembangan dari Kargo Haji yang sebelumnya telah mendapatkan kemudahan regulasi dari pemerintah.
"Melalui Kargo PMI, Haji, dan Umrah, Pos Indonesia ingin memastikan pengiriman barang masyarakat Indonesia dari luar negeri menjadi lebih mudah, cepat, dan memiliki kepastian proses," ujar Prasabri di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Layanan Kargo PMI, Haji, dan Umrah dirancang dengan mengedepankan kepatuhan terhadap ketentuan kepabeanan, keamanan kiriman, serta integrasi proses layanan.
Mulai dari penerimaan barang di luar negeri, pengiriman melalui kargo udara, hingga distribusi langsung ke alamat penerima di Indonesia.
Melalui sinergi lintas kementerian dan lembaga tersebut, Pos Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran sebagai pintu masuk utama pengiriman kargo internasional.
Baca Juga: Menperin Minta Jemaah Haji Utamakan Produk Dalam Negeri: Dapat 2 Pahala
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari transformasi Pos Indonesia menuju pemain logistik nasional dan internasional yang mampu mendukung kebutuhan masyarakat Indonesia di luar negeri.
"Didukung jaringan Pos Indonesia yang menjangkau hingga ke penjuru negeri, layanan ini diharapkan memberikan manfaat nyata bagi PMI dan jamaah," pungkas Pasabri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
Pilihan
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
-
Imbas Perang Iran, Pemerintah Cari Minyak dari AS demi Cegah Harga BBM Naik
Terkini
-
Kemenkeu Ungkap Efek Perang AS-Israel-Iran ke Ekonomi RI
-
Empat Kapal Pertamina Tertahan di Timur Tengah saat Perang AS dan Israel vs Iran Berkecamuk
-
Kemenkeu Umumkan PMI Manufaktur Indonesia Pecah Rekor di Februari 2026
-
Harga Gas Eropa Meroket Usai Kilang Qatar dan Arab Saudi Lumpuh Pasca Serangan Iran
-
Imbas Perang Iran, Pemerintah Cari Minyak dari AS demi Cegah Harga BBM Naik
-
Airlangga Wanti-wanti Harga BBM Naik Imbas Perang AS-Iran
-
Dorong Green Mining, PLN Salurkan 23.040 Unit REC PT Borneo Indobara
-
Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia Turun di Januari
-
Surplus Dagang RI Pada Januari 2026 Makin Ciut, Terendah Sejak 2021
-
Perang Makin Memanas, IHSG Langsung Terkapar 2,66% dan 704 Saham Merosot