-
Pintu Futures tumbuh pesat: MTU naik ~500% YoY, volume trading +370% di Q4 2025.
-
Fitur & edukasi lengkap: Long–short, leverage hingga 25x, 180+ aset, Pintu Academy gratis.
-
Potensi pasar besar: Derivatif crypto global tinggi, Indonesia masih luas untuk tumbuh.
Suara.com - Perdagangan derivatif crypto kian diminati masyarakat Indonesia. Hal ini tercermin dari produk Pintu Futures milik PT Pintu Kemana Saja (PINTU).
Produk tersebut mencatatkan pertumbuhan Monthly Trading Users (MTU) hampir 500% secara year-on-year (YoY) pada kuartal IV 2025 dibandingkan periode yang sama tahun 2024.
"Performa positif tidak hanya ditunjukkan dari kenaikan signifikan MTU, namun secara volume trading, perdagangan derivatif crypto di Pintu Futures meningkat dalam periode yang sama yakni kuartal IV 2025 dibandingkan dengan kuartal IV 2024 naik lebih dari 370%," kata Head of Product Marketing PINTU, Iskandar Mohammad.
"Bahkan masih dalam periode tersebut, frekuensi perdagangan juga ikut naik lebih dari 300%. Kenaikan lainnya juga diperlihatkan dari pengguna aktif yang turut meningkat sebesar 226%, serta frekuensi deposit naik lebih dari 450%," jelasnya.
Iskandar menambahkan, "Perdagangan derivatif crypto membuka kesempatan bagi trader untuk mengoptimalkan strategi trading dalam berbagai kondisi pasar."
"Trader dapat mengambil posisi long maupun short sesuai dengan analisis dan strategi masing-masing. Selain itu, kami juga menyediakan platform edukasi gratis melalui Pintu Academy yang dapat diakses melalui situs pintu.co.id maupun aplikasi PINTU, sebagai bekal bagi trader sebelum melakukan perdagangan futures atau derivatif crypto," terangnya.
Dalam melengkapi perjalanan trading derivatif crypto, Pintu Futures sudah dilengkapi dengan berbagai fitur unggulan yang terus dihadirkan untuk memberikan kemudahan trading.
Fitur-fitur tersebut di antaranya, advanced order type, initial margin buffer, adjustable leverage hingga 25x, price protection, hingga Take Profit dan Stop Loss.
Terakhir, pilihan token di Pintu Futures juga sangat beragam di mana pengguna bisa melakukan trading lebih dari 180 aset crypto.
"Untuk terus mendorong peningkatan trading di Pintu Futures, kami memberikan reward dalam bentuk stablecoin USDT hingga Rp2 juta bagi pengguna PINTU yang melakukan trading pertama kali di Pintu Futures," ujar Iskandar.
"Kami optimis, berbagai inisiatif dan produk inovatif yang kami hadirkan, dapat terus menarik minat masyarakat Indonesia terhadap perdagangan derivatif crypto menggunakan aplikasi yang terdaftar resmi di Indonesia."
Dikutip dari Coinglass, sepanjang tahun 2025 kemarin, total perdagangan derivatif crypto secara global mencapai USD85,70 triliun atau sekitar Rp1.445 kuadriliun.
Ruang untuk tumbuhnya masih sangat besar, secara nasional, perdagangan derivatif crypto menurut bursa kripto CFX dari September 2024 sampai September 2025 baru mencapai Rp73,8 triliun.
"Masyarakat secara umum pasti sudah mengetahui bahwa derivatif crypto bersifat high risk high return. Untuk itu, persiapan yang matang sangat penting sebelum melakukan trading futures crypto, perketat manajemen risiko, dan terpenting adalah Do Your Own Research (DYOR) karena semua keputusan investasi atau trading adalah tanggung jawab setiap trader atau investor," tukas Iskandar.
Berita Terkait
-
Investor Kripto RI Tembus 22,4 Juta, Transaksi Rp23 Triliun
-
Febrie Adriansyah Dituding Miliki Aset Kripto
-
Indeks CFX10 Mulai Melesat, Bitcoin Hingga Ethereum Naik Tinggi
-
Mengurai Inovasi Regulasi dan Dominasi Institusi di Balik "Rebound" Pasar Kripto Global
-
Bitcoin hingga Ethereum Melemah, Indeks Kripto CFX10 Turun ke Level 776,51
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
Terkini
-
Profil Ze Pedro, Eks Benfica dan Portugal yang Latih Timor Leste Lawan Timnas Indonesia
-
2 Varian Sunscreen Anessa untuk Mencerahkan Kulit Kusam, Bisa Mengurangi Flek Hitam
-
Dulu Janji di Depan KPK Tak Mau Korupsi, Bupati Pemalang Anom Malah Kena OTT
-
Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
-
Rawan Ambles, Jalur Kereta Api di Dekat Lumpur Lapindo akan Dialihkan
-
Cukur Kamboja 5-1, Timnas Indonesia Belum Aman: Skenario Lolos Semifinal Piala AFF 2026 Masih Rumit
-
Jufri Rahman: Wastra Sulsel Terus Dikembangkan Agar Berdaya Saing
-
Profil Hendi Prio Santoso: Dari Dirut PGN, MIND ID Hingga Resmi Jadi Koruptor
-
Daftar Harga Mobil Listrik BYD 2026: Cek Budget Kamu Mulai Rp199 Juta Sampai Rp750 Juta
-
Emas 1 Kg hingga Bisnis SPBE: Upeti Mewah Moch Mahrus demi Menguras Dana Hibah Jatim