- LPS tunda pengumuman TBP demi sinkronisasi dengan hasil RDG Bank Indonesia.
- Penetapan TBP pertimbangkan pergerakan BI Rate dan rata-rata bunga deposito.
- TBP saat ini di level 3,5%; bunga di atas itu tidak dijamin oleh LPS.
Suara.com - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) resmi memutuskan untuk menunda pengumuman penetapan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) yang dijadwalkan pada Selasa (20/1/2026).
Langkah ini diambil guna menyelaraskan kebijakan LPS dengan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia terkait suku bunga acuan (BI Rate).
Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, menjelaskan bahwa penundaan ini murni bertujuan untuk sinkronisasi kebijakan moneter dan perbankan. Mengingat RDG BI baru akan berlangsung pada hari Rabu, LPS memilih untuk menunggu hasil asesmen bank sentral tersebut sebelum menetapkan TBP terbaru.
"BI kan Rabu. Baru kita besoknya (setelah BI), supaya disinkronkan saja," ujar Anggito saat ditemui di Gedung DPR, Senin (19/1/2026).
Menunggu Asesmen Bank Indonesia Meskipun jadwal bergeser, Anggito masih enggan membocorkan arah pergerakan TBP ke depan. Ia menegaskan bahwa LPS akan memantau bagaimana Bank Indonesia menilai kondisi ekonomi terkini sebelum mengambil keputusan.
"Saya nunggu BI juga, nanti BI kira-kira assess seperti apa. Kita mengikuti lah," tambahnya.
Selain mengacu pada BI Rate, Anggito menyebutkan bahwa rata-rata bunga deposito perbankan juga menjadi variabel krusial dalam pertimbangan penentuan TBP. Saat ini, Tingkat Bunga Penjaminan untuk bank umum rupiah masih bertahan di level 3,5%.
Pentingnya TBP bagi Nasabah Sebagai informasi, TBP merupakan batas maksimal bunga yang diberikan bank agar simpanan nasabah tetap dijamin oleh LPS. Jika bank memberikan bunga deposito di atas plafon TBP yang ditetapkan, maka simpanan tersebut otomatis tidak masuk dalam program penjaminan LPS apabila bank mengalami kegagalan.
Baca Juga: Pelaku UMKM Bisa Gunakan Fitur Ini di GoPay untuk Kelola Keuangan
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
Terkini
-
Trump Perpanjang Gencatan Senjata Iran, Harga Minyak Dunia Langsung Turun
-
Rupiah Melemah Hari Ini, Dolar AS Naik ke Rp17.164 Jelang Pengumuman BI
-
IHSG Masih Tertekan di Awal Sesi ke Level 7.528
-
Emas Antam Berbalik Turun, Harganya Kini Rp 2,83 Juta/Gram
-
IHSG DIproyeksi Kebanjiran Dana Asing, Jadi Sentimen Positif di Tengah Perang
-
Harga Emas di Pegadaian Naik Lagi, Antam Hingga UBS Kompak Meroket
-
Rupiah Nyungsep, BI Diramal Tahan Suku Bunga
-
TERPOPULER BISNIS: Reformasi IHSG Diakui MSCI, Status "Beku" Berlanjut
-
BRI Life Incar Pasar Gen Z Lewat Asuransi MODI
-
Wall Street Merah Lagi Gegara Perang Masih Berkobar