-
AllianzGI Indonesia dan Bank DBS Indonesia memperluas distribusi reksa dana global berbasis USD.
-
Dua produk unggulan ditawarkan: saham syariah global dividen dan pendapatan tetap USD.
-
Solusi ini mendukung diversifikasi portofolio investor di tengah volatilitas pasar.
Suara.com - Di tengah dinamika pasar global dan domestik yang tidak menentu, investor dihadapkan pada tantangan untuk menjaga keseimbangan antara risiko dan peluang.
Solusi investasi global berbasis dolar Amerika Serikat (USD) menjadi salah satu alternatif yang relevan sebagai upaya mengelola volatilitas dan menjaga stabilitas portofolio jangka panjang.
Melihat peluang tersebut, PT Allianz Global Investors Asset Management Indonesia (AllianzGI Indonesia) menggandeng PT Bank DBS Indonesia sebagai mitra distribusi untuk memperluas akses masyarakat terhadap solusi investasi global berbasis USD dengan melalui dua produk reksa dana unggulannya, yakni Reksa Dana Allianz High Dividend Global Sharia Equity Dollar Fund dan Reksa Dana Allianz USD Fixed Income Fund.
"Kemitraan yang berkelanjutan dengan DBS Indonesia mencerminkan keselarasan visi kami dalam menghadirkan solusi investasi yang bernilai tambah bagi investor. Dengan reputasi dan kehadiran DBS Indonesia yang kuat di pasar, kami dengan bangga memperluas kerja sama ini melalui distribusi Reksa Dana Allianz High Dividend Global Sharia Equity Dollar Fund dan Reksa Dana Allianz USD Fixed Income Fund," ungkap President Director AllianzGI Indonesia, Aliyahdin (Adi) Saugi, saat acara peresmian distribusi dua produk reksa dana di Jakarta, Selasa (20/1/2026).
"Kami berharap kolaborasi ini dapat terus mendukung kebutuhan diversifikasi dan tujuan investasi jangka panjang investor Indonesia," sambung Adi.
Di Indonesia, industri reksa dana syariah menunjukkan pertumbuhan yang semakin signifikan. Berdasarkan data Infovesta, sepanjang 2025 dana kelolaan reksa dana syariah tumbuh sekitar 74,6% secara tahunan.
Meskipun dana kelolaannya relatif stagnan dengan koreksi ringan sekitar 4% YoY, mencerminkan sikap investor yang lebih selektif dan defensif di tengah volatilitas pasar.
Di sisi lain, minat terhadap eksposur saham syariah global tetap terjaga, tercermin dari pertumbuhan dana kelolaan reksa dana syariah offshore yang meningkat sekitar 21% secara tahunan.
Tren ini memperkuat relevansi solusi investasi syariah global dan berbasis USD bagi investor Indonesia.
Reksa Dana Allianz High Dividend Global Sharia Equity Dollar Fund menawarkan diversifikasi eksposur terhadap
dividen dengan premi risiko jangka panjang, dengan penerapan prinsip syariah yang dilakukan tanpa intervensi
terhadap alokasi gaya investasi.
Selain itu, AllianzGI Indonesia juga menghadirkan Reksa Dana Allianz USD Fixed Income Fund yang berfokus pada instrumen pendapatan tetap melalui investasi pada obligasi berdenominasi USD, terutama yang diterbitkan oleh pemerintah maupun korporasi Indonesia, dengan porsi terbatas pada obligasi luar negeri.
"Kedua produk reksa dana ini masing-masing hadir untuk memberikan alternatif diversifikasi portofolio untuk investor
yang membutuhkan investasi saham global berbasis syariah dan pendapatan tetap berbasis USD," papar Adi.
"Dengan dukungan mitra distribusi strategis seperti Bank DBS Indonesia, kami optimistis produk ini dapat memenuhi
kebutuhan investor akan solusi investasi global yang dikelola secara profesional dan berorientasi pada tujuan jangka
panjang," terangnya.
Kolaborasi ini sejalan dengan komitmen Bank DBS Indonesia sebagai mitra terpercaya menavigasi bisnis di tengah
volatilitas, dengan menyediakan solusi keuangan yang komprehensif sekaligus mendukung nasabah menyusun arah
strategis portofolio mereka dalam menghadapi 'badai' dinamika pasar global.
Melalui pendekatan yang terintegrasi dan berbasis wawasan mendalam, Bank DBS Indonesia berperan sebagai mitra strategis dalam pengambilan keputusan investasi, memastikan setiap langkah tetap terarah, terukur, dan berorientasi pada ketahanan jangka panjang di tengah lanskap ekonomi yang terus berevolusi.
Berita Terkait
-
Dari Jawa Timur ke Dunia: Produk Pangan Fungsional Lokal Kian Diminati Pasar Global
-
Alasan Investor Crypto Indonesia Optimistis Meski Wall Street Bergejolak
-
Jember Kota Cerutu Indonesia: Warisan yang Menembus Pasar Global
-
Menperin Agus Sumringah: Proyek Raksasa Lotte Rp65 Triliun Bakal Selamatkan Keuangan Negara!
-
Empat Metode Pengendalian Risiko yang Harus Dipelajari Setiap Trader Forex
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
Pilihan
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
Terkini
-
Digitalisasi Pengadaan Barang dan Jasa Kini Tak Terelakkan Lagi
-
Banjir Karawang, Peruri Kirim Bantuan Logistik
-
Danantara: Tender Pembangkit Listrik Tenaga Sampah di 4 Daerah Diumumkan Februari
-
Menangis di DPR, Dirut PLN Ungkap Dahsyatnya Kerusakan Infrastruktur Listrik di Aceh
-
Intip Gaji Syifa, WNI yang Viral Gabung Tentara Militer AS
-
Dari Pinjam Tetangga ke Pinjol, Tradisi Baru Jelang Ramadan
-
Target Harga BBCA Usai Sahamnya Ambles Hari Ini
-
Pulihkan Layanan Dasar, Kementerian PU Percepat Rehabilitasi Sanitasi Pascabencana di Aceh Tamiang
-
Juli Mulai Jual Beli, Proyek Pipa Gas Cisem II Ditargetkan Rampung Maret 2026
-
Indonesia-Inggris Resmi Teken Kemitraan Strategis EGP di London