- BPKH perkuat investasi langsung luar negeri lewat perubahan regulasi.
- Kolaborasi BPKH & Danantara integrasikan investasi haji di pasar global.
- Targetkan kepemilikan hotel & layanan haji di Saudi lewat anak usaha.
Suara.com - Angin perubahan berembus kencang di tubuh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Seiring dengan rencana revisi Undang-Undang Pengelolaan Keuangan Haji, BPKH bersiap melakukan lompatan besar dengan menggandeng Danantara.
Langkah ini dipandang sebagai momentum untuk memperkuat tata kelola sekaligus meningkatkan fleksibilitas investasi dana abadi umat tersebut. Salah satu poin krusial dalam revisi UU ini adalah pemberian mandat yang lebih luas bagi anak usaha BPKH untuk melakukan investasi langsung di luar negeri.
Kepala Badan Pelaksana BPKH, Fadlul Imansyah, menegaskan bahwa kolaborasi dengan Danantara adalah langkah catur yang strategis. Tujuannya jelas untuk mengintegrasikan kekuatan investasi Indonesia agar lebih bertaji di panggung global.
"Melalui sinergi dengan Danantara, kami ingin membangun orkestrasi investasi nasional yang terintegrasi. Anak usaha di Arab Saudi akan menjadi platform kolaboratif bagi grup BUMN maupun swasta nasional," ujar Fadlul dalam keterangan tertulisnya, Jumat (27/2/2026).
Strategi besar ini tidak hanya soal memutar uang, tetapi juga menguasai rantai pasok. BPKH mengincar integrasi sistemik mulai dari sektor perhotelan hingga layanan pendukung di Arab Saudi. Dengan jumlah jemaah Indonesia yang masif, potensi pasar ini dianggap terlalu sayang jika hanya dinikmati pemain asing.
Anggota Badan Pelaksana BPKH Bidang Investasi Langsung, M. Arief Mufraini, menambahkan bahwa sinergi dengan Danantara dan BUMN akan memperkuat posisi tawar (bargaining power) Indonesia di hadapan otoritas Arab Saudi.
"Dengan struktur investasi yang tepat, kita dapat memastikan kontrol strategis dan manajemen risiko yang disiplin," kata Arief.
Fokus Utama Revisi UU BPKH tersebut mengacu pada penguatan peran anak usaha untuk investasi langsung di luar negeri, melakukan integrasi investasi bersama grup BUMN dan Danantara sebagai motor utama dan berkolaborasi erat dengan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi untuk penguasaan rantai pasok.
Revisi UU ini diharapkan menjadi kunci pembuka bagi dana haji untuk memberikan nilai manfaat yang lebih optimal bagi jemaah, sekaligus memperkokoh eksistensi ekonomi nasional di kancah internasional.
Baca Juga: Danantara Gaspol Bentuk Holding BUMN Maskapai, Target Semester I-2026 Rampung
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Pemerintah Siapkan Insentif ETF Emas, Bursa Mineral, Hingga Demutualisasi
-
Jumlah Saham HSC Membengkak Jadi 51 Emiten Pasca Pengesahan Aturan Baru BEI
-
Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026
-
Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!
-
Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya
-
Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional
-
Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas
-
Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu
-
Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026
-
Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM