- Perdagangan logam mulia melonjak signifikan pada Selasa (20/1/2026), di mana emas dan perak mencapai rekor tertinggi sepanjang masa.
- Analis memproyeksikan emas naik 40% dan perak berlipat ganda pada 2026, pasca kegagalan prediksi signifikan tahun sebelumnya.
- Kenaikan didorong ketidakstabilan fundamental, terutama manuver Trump menuntut Greenland dan ancaman tarif terhadap Prancis.
Suara.com - Pasar logam mulia dunia mengalami lonjakan luar biasa pada perdagangan Selasa (20/1/2026), bertepatan dengan peringatan satu tahun kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih.
Emas dan perak secara kompak menembus rekor tertinggi sepanjang masa, memperpanjang tren reli yang telah mendominasi sejak awal tahun 2026.
Berdasarkan 2026 Forecast Survey yang dirilis oleh London Bullion Market Association (LBMA), para analis dan pedagang profesional kini memberikan proyeksi paling optimis dalam sejarah survei tersebut sejak awal 2000-an.
Rata-rata ahli memprediksi nilai harian emas akan melonjak hampir 40% dibandingkan tahun 2025, sementara harga rata-rata tahunan perak diproyeksikan bakal berlipat ganda.
Prediksi "Gila" di Tengah Kegagalan Ramalan Tahun Lalu
Optimisme masif tahun ini muncul setelah para analis "kecolongan" pada tahun 2025.
Tahun lalu, konsensus LBMA meleset hampir USD 700 dari kenaikan harga emas yang sebenarnya, sebuah rekor kegagalan prediksi terbesar dalam persentase maupun nilai dolar.
Kini, konsensus untuk tahun 2026 memproyeksikan:
Emas: Diperkirakan naik sekitar USD 1.310 sepanjang tahun menuju level rata-rata USD 4.742. Rentang perdagangan diprediksi sangat lebar, mulai dari level terendah USD 3.450 hingga puncaknya di USD 7.150 per troy ounce.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik Tipis, Setelah AS Batal Serang Iran
Perak: Diprediksi tumbuh 98,8% menuju harga rata-rata di atas USD 79,50. Bahkan, saat ini perak telah menembus angka USD 95,60 di pasar London, melampaui estimasi tertinggi dari sembilan analis peserta kompetisi LBMA.
Ross Norman, salah satu peramal logam mulia paling sukses, menyebut proyeksi tahun ini sangat "ekstrem", namun didorong oleh kondisi fundamental yang tidak stabil.
Geopolitik dan Isu Greenland: Katalis Utama Kenaikan
Berbanding terbalik dengan logam mulia, pasar saham global justru merosot pada Selasa kemarin.
Berdasarkan survei di Forum Ekonomi Dunia (WEF) Davos, para pemimpin bisnis dan finansial memandang "konfrontasi geo-ekonomi" dan "konflik bersenjata antarnegara" sebagai risiko krisis material paling nyata di tahun 2026.
Ketegangan ini semakin nyata dengan manuver terbaru Presiden Trump:
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas
-
Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Kinerja Mendag, Ada Apa?
-
Abdul Wahid Menunggu Vonis, Berharap Putusan Benar-benar Adil
-
Puluhan Tangki Tiap Musim Kemarau Tak Selesaikan Masalah, Warga Kemesu Minta Pencarian Sumber Air
-
Kasus Hutan Lindung Tanjung Piayu, PT GTP Resmi Jadi Tersangka Korporasi
-
9 Rekomendasi Parfum yang Cocok untuk Zodiak Taurus, HMNS hingga Mykonos
-
Kebakaran Hebat Landa Permukiman Padat di Kebayoran Lama, 28 Unit Damkar Dikerahkan
-
Strategi Pemerintah Siapkan Hidrogen Jadi Bahan Bakar Masa Depan RI
-
Pakar Desak Tim 9 Bongkar Pihak Lain yang Punya Kuasa Lebih Besar dari Febrie Adriansyah
-
Puluhan Siswa TK Gaya Baru Solo Belajar di Atap yang Kondisinya Membahayakan