- IHSG berakhir stagnan, namun investor asing mencatatkan pembelian bersih senilai Rp6,5 miliar pada saham komoditas dan *big caps*.
- Analis memprediksi IHSG berpotensi terkoreksi pada perdagangan Rabu (21/1/2026) dengan rentang prediksi pergerakan teknikal tertentu.
- Bursa Wall Street dan Asia melemah signifikan akibat ancaman tarif impor baru oleh Presiden Trump terkait isu kedaulatan Greenland.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan sebelumnya dengan penguatan tipis sebesar 0,01%.
Meski bergerak stagnan, investor asing tercatat masih melakukan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp6,5 miliar, dengan fokus akumulasi pada saham-saham big caps dan komoditas seperti BBRI, PTRO, BRMS, ANTM, dan ADRO.
Namun, untuk perdagangan Rabu (21/1/2026), Fanny Suherman selaku Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas memperkirakan IHSG berisiko mengalami tekanan koreksi.
Secara teknikal, pergerakan indeks hari ini diproyeksikan berada pada rentang:
Level Support: 9.025 - 9.075
Level Resistance: 9.180 - 9.220
Rekomendasi Saham Hari Ini
Sejumlah sekuritas telah merilis daftar saham pilihan guna menghadapi volatilitas pasar:
BNI Sekuritas: Merekomendasikan saham MINA, BRMS, ARCI, SMDR, KIJA, dan EMTK.
Mandiri Sekuritas (via Growin): Menyarankan BRMS untuk strategi swing trade, sementara MDKA, ARCI, dan DEWA dijagokan untuk aktivitas daytrade.
Baca Juga: Emiten ZATA Harganya Meroket, Ini Dia Sosok Saudagar Pemegang Sahamnya
Wall Street Terpuruk Akibat Manuver Trump
Pasar saham Amerika Serikat ditutup rontok pada Selasa malam menyusul pernyataan provokatif Presiden Donald Trump.
Tensi geopolitik memanas setelah Trump mengancam akan memberlakukan tarif impor baru terhadap delapan negara anggota NATO sebagai alat tawar untuk mengakuisisi Greenland.
Efek domino dari pernyataan tersebut menyebabkan indeks Dow Jones anjlok 1,76%, S&P 500 merosot 2,06%, dan Nasdaq jatuh paling dalam sebesar 2,39%.
Trump berencana menerapkan tarif awal 10% pada Februari 2026 dan naik menjadi 25% pada Juni mendatang.
Ia bahkan mengancam tarif hingga 200% pada produk Prancis karena Presiden Emmanuel Macron enggan mendukung inisiatif Board of Peace. Ketegangan ini memicu kekhawatiran pelaku pasar akan terjadinya perang dagang yang lebih luas.
Berita Terkait
-
Target Harga INET, Sahamnya Diakumulasi Asing saat di Zona Merah
-
IHSG Hanya Naik Tipis 0,01% Hari Ini, Meski Harga Emas Pecah Rekor
-
Isu Perubahan Aturan MSCI Ancam IHSG, Dana Asing Rp31 Triliun Cabut?
-
Lepas Suspend, Saham-saham Ini Kembali Diperdagangkan dengan Status Khusus
-
Trump Ajak Negara di Dunia Gabung Dewan Saingan PBB, Diduga Jadi 'Alat Politik Baru' AS
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2026 Diproyeksikan Turun ke 5 Persen
-
Purbaya Klaim Rating Utang Indonesia di S&P Aman hingga 2028
-
Tingkat Kecelakaan Roda Dua Tinggi, Mitra Driver Kini Diberi Asuransi Gratis
-
Peringati Hari Kartini: BRI Terus Dukung Pemberdayaan Perempuan untuk Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Uji Jalan Rampung di Mei, Penerapan B50 Serempak pada Juli 2026
-
Daftar Kode SWIFT BRI Semua Daerah dan Cara Pakai Transfer Internasional
-
World Bank Minta Maaf ke Purbaya Buntut Salah Proyeksi Ekonomi RI
-
Laba Bank Mandiri Tumbuh 16,5 Persen, Tembus Rp15,4 Triliun
-
Kejar Target Produksi, SKK Migas Bakal Pakai Teknologi Triple 100
-
Heboh Gugatan Rp119 Triliun: Bos CMNP Sampai Buka Suara