- Pada Jumat (23/1/2026), harga perak spot melesat 5% mencapai US$101 per troy ons, melanjutkan reli signifikan sejak 2025.
- Kenaikan didorong permintaan industri vital dan pembelian investor ritel, menyebabkan rasio emas-perak mencapai terketat dalam 14 tahun.
- Meskipun harga tinggi, pasar fisik tertekan defisit stok lima tahun, keterbatasan pemurnian, serta cadangan gudang yang menipis.
Suara.com - Dunia investasi komoditas tengah diguncang oleh lonjakan luar biasa harga perak. Pada perdagangan Jumat (23/1/2026), harga perak di pasar spot melesat lebih dari 5% hingga menyentuh angka psikologis US$ 101 per troy ons.
Kenaikan ini memperpanjang reli fantastis yang dimulai sejak tahun 2025 lalu.
Sepanjang tahun 2026 yang baru berjalan kurang dari sebulan ini, harga perak sudah melonjak hingga 40%.
Jika ditarik lebih jauh, logam yang sering disebut sebagai "emas orang miskin" ini telah meroket 147% sepanjang tahun 2025—pertumbuhan tahunan terbesar sejak data LSEG tahun 1983.
Kenaikan harga perak dipicu oleh kombinasi permintaan industri yang tinggi dan aksi borong investor ritel. Perak tidak hanya berfungsi sebagai aset investasi, tetapi juga komponen vital dalam industri perhiasan, elektronik, hingga panel surya.
Rhona O’Connell, analis dari StoneX, menyebut fenomena ini sebagai "kegilaan yang bergerak sendiri". Menurutnya, perak mendapatkan keuntungan dari harga satuannya yang jauh lebih terjangkau dibandingkan emas, yang juga mencetak rekor di level US$ 4.988 per ons.
"Semua orang sepertinya ingin terlibat, tetapi ini juga menyalakan lampu kuning peringatan kekayaan. Ketika retakan mulai muncul, itu bisa dengan cepat menjadi jurang yang dalam. Bersiaplah," ujar Rhona, dilansir dari Reuters.
Perbandingan dengan Emas: Rasio Terketat dalam 14 Tahun
Salah satu indikator yang menarik perhatian para pelaku pasar adalah Gold-to-Silver Ratio. Untuk pertama kalinya dalam 14 tahun, hanya dibutuhkan 50 ons perak untuk membeli satu ons emas.
Baca Juga: Harga Perak Cetak Rekor! Aset Safe Haven Meroket Imbas Konflik Greenland Hingga Iran
Angka ini turun drastis dibandingkan posisi April lalu yang masih berada di angka 105 ons perak.
Hal ini menandakan bahwa performa perak saat ini jauh melampaui emas, namun para analis teknikal memperingatkan bahwa penguatan yang terlalu cepat ini biasanya diikuti oleh koreksi atau penurunan harga yang signifikan dalam waktu dekat.
Meski harganya terbang tinggi, pasar fisik perak sebenarnya tengah mengalami tekanan:
- Defisit Stok: Pasar telah mengalami defisit struktural selama lima tahun berturut-turut, dan diprediksi akan terus berlanjut di tahun 2026.
- Keterbatasan Pemurnian: Meskipun kegiatan daur ulang perak meningkat karena harga yang mahal, keterbatasan kapasitas kilang pemurnian membuat logam hasil daur ulang sulit kembali ke pasar dengan cepat.
- Cadangan Menipis: Stok di gudang London (LBMA) sempat menyentuh level terendah sepanjang sejarah di angka 136 juta ons pada September lalu akibat tingginya permintaan ETF dan koin fisik.
Proyeksi ke Depan: Waspada Koreksi Jenuh Beli
Meskipun saat ini perak sedang berada di atas angin, para pakar mulai bersikap konservatif. Michael Widmer, ahli strategi dari Bank of America (BofA), memperkirakan bahwa harga perak yang "wajar" secara fundamental sebenarnya berada di kisaran US$ 60.
Ia menilai permintaan dari produsen panel surya mungkin sudah mencapai puncaknya tahun lalu.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
-
9 Fakta Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Gerbong Wanita Jadi Titik Terparah
-
Cerita Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi: Terpental hingga Pingsan
Terkini
-
Santunan Korban Kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek Harus Dipercepat dan Dipermudah
-
Bos KAI Ternyata Sering Dipanggil Prabowo, Bahas Apa?
-
Buntut Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi, MTI Desak KNKT Bongkar Keandalan Taksi Listrik VinFast
-
Genjot Target E20, Pertamina Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Domestik
-
Setelah Ada Kecelakaan KRL, BP BUMN Baru Evaluasi KAI Secara Menyeluruh
-
Tren Investasi Emas Digital Semakin Diminati di Indonesia
-
Perbedaan RDPU dan RDPT, Mana yang Lebih Cuan untuk Investor Pemula?
-
Pemerintah Evaluasi Izin Taksi Green SM Buntut Kecelakaan KA di Bekasi Timur
-
Harta Pemilik Taksi Green SM 13 Kali Lipat Kekayaan Presiden Prabowo
-
Mensos Siapkan Bantuan untuk Keluarga Korban Kecelakaan Kereta