- AWKI mewanti-wanti dampak ketegangan geopolitik global yang memengaruhi rantai pasok dan ekonomi nasional Indonesia.
- AWKI berkomitmen memperkuat UMKM untuk penyerapan tenaga kerja dan ketahanan pangan melalui peningkatan hasil pertanian.
- Organisasi ini diluncurkan bersama Munas pertama untuk mengonsolidasikan kepengurusan daerah berlandaskan empat konsensus kebangsaan.
Suara.com - Aliansi Wirausaha Kebangsaan Indonesia (AWKI) mewanti-wanti dampak ketegangan geopolitik global terhadap perekonomian nasional.
Di sisi lain, organisasi tersebut menegaskan komitmennya untuk memperkuat UMKM dan ketahanan pangan.
Sikap itu disampaikan dalam rangkaian peluncuran organisasi sekaligus Musyawarah Nasional (Munas) pertama AWKI.
Dewan Pembina AWKI Mayjen TNI (Purn), Rido Hermawan, menilai situasi internasional yang belum stabil berpotensi memengaruhi rantai pasok hingga aktivitas ekonomi di dalam negeri.
Meski demikian, ia menyebut kondisi Indonesia saat ini masih relatif terjaga.
“Isu yang terjadi di luar itu memang sangat mempengaruhi kegiatan ekonomi kita, terutama karena rantai pasok global saling bergantung,” ujar Rido kepada wartawan, Kamis (22/1/2026).
Menurut Rido, terdapat empat segmen strategis yang perlu diperkuat agar Indonesia tetap tangguh menghadapi berbagai tekanan global.
Empat segmen itu meliputi keamanan nasional, ketahanan ekonomi, persatuan dan kesatuan, serta lingkungan.
“Kalau empat segmen itu menjadi pilar yang kuat, kami optimistis Indonesia akan tetap baik-baik saja,” katanya.
Baca Juga: Siap-siap! Admin Fee Toko Online di E-Commerce Bakal Diatur Pemerintah
Optimisme itu, lanjut Rido, juga dibarengi dengan agenda AWKI untuk mendorong penyerapan tenaga kerja melalui penguatan sektor UMKM.
Ia menegaskan, sebagian besar anggota AWKI merupakan pengusaha yang telah mengikuti pemantapan nilai kebangsaan dan aktif bergerak di sektor usaha rakyat.
“Pada akhirnya kita harus bisa mandiri, dan jawabannya adalah UMKM,” ucapnya.
Tak hanya itu, AWKI juga menyiapkan program di sektor pertanian sebagai bagian dari dukungan terhadap ketahanan pangan nasional.
Program tersebut mencakup peningkatan kesuburan tanah, efisiensi biaya produksi, hingga upaya menaikkan hasil panen petani.
“Biaya produksi harus lebih rendah, sementara hasilnya harus lebih tinggi, supaya petani ikut terangkat,” imbuh Rido.
Berita Terkait
-
Menjangkau yang Tak Terjangkau: Pelayanan Sepenuh Hati PNM untuk Kelompok Subsisten
-
Menperin Dorong Kawasan Industri Tematik Masuk PSN: Bidik Ketahanan Pangan, Energi, dan Kesehatan
-
Debit Visa Bank Jakarta Didorong Jadi Motor Transaksi Global UMKM dan Ekonomi Kreatif di DKI
-
Rupiah Masih Suram di Awal Pekan Ini, Merosot ke Level Rp 16.740
-
Catatan Akhir Tahun: Waspada Efek 'Involusi' China dan Banjir Barang Murah di Pasar ASEAN
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti
-
Laba PNM Tembus Rp1,14 triliun, Dirut BRI: Pertumbuhan Sehat dan Berkelanjutan
-
Panen Padi Biosalin Tembus Rp1,23 Miliar di Tengah Cuaca Ekstrem
-
Harapan Konsumen Properti: Bunga KPR Jangan Tinggi-Tinggi!
-
Genjot Produktivitas Sapi Nasional, DPD RI Dorong Revitalisasi Vokasi Peternakan
-
Pelaku Industri Dorong Pendekatan Pengurangan Risiko Tembakau di RI
-
Menkeu Purbaya Masih Optimistis IHSG Tembus 10.000 Tahun Ini
-
Mau Jual Emas dan Untung Besar? Ya di Raja Emas Indonesia Saja!
-
Menkeu Bantah Hoaks Uang Negara Tinggal Rp120 Triliun
-
Celios Dukung Pemerintah Beri Insentif Fiskal Berbasis Penyerapan Tenaga Kerja