- BCA menargetkan pertumbuhan kredit tahun 2026 sebesar 8-10 persen, naik dari realisasi 7,7 persen pada 2025.
- Pada 2025, BCA mencatatkan laba bersih Rp57,5 triliun, tumbuh 4,9 persen didukung perbaikan rasio cost to income.
- Rasio NPL BCA diprediksi 1,8-2 persen tahun 2026, sementara NIM diperkirakan turun menjadi 5,4-5,6 persen.
Sementara kredit konsumer tercatat sebesar Rp224,1 triliun, tumbuh 0,2 persen yoy atau tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya.
Total dana pihak ketiga (DPK) BCA tumbuh 10,2 persen yoy mencapai Rp1.249 triliun per akhir Desember 2025. Dana giro dan tabungan (CASA) naik 13,1 persen yoy hingga Rp1.045 triliun.
Laba BCA Tumbuh 4,9 Persen
Menutup tahun 2025, BCA membukukan laba bersih secara konsolidasi sebesar Rp57,5 triliun pada tahun 2025, tumbuh 4,9 persen yoy dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Kinerja laba ditopang oleh perbaikan rasio cost to income (CIR) yang menurun dari 31,47 persen pada 2024 menjadi 30,74 persen pada 2025.
Perseroan mencatat, pendapatan bunga bersih (net interest income) tumbuh 4,1 persen yoy, dan pendapatan selain bunga naik 16 persen yoy. Secara total, pendapatan operasional BCA meningkat sebesar 5,4 persen yoy.
Penyaluran kredit BCA terdistribusi ke berbagai sektor, di antaranya manufaktur, perdagangan, restoran, hotel dan rumah tangga.
Kredit usaha yang disalurkan BCA tumbuh 9,9 persen yoy mencapai Rp756,5 triliun per Desember 2025. Sementara pembiayaan konsumer terjaga sebesar Rp224,1 triliun, didukung kredit pemilikan rumah (KPR) hingga Rp142,3 triliun serta kredit kendaraan bermotor (KKB) sebesar Rp56,6 triliun. BCA mendukung penyaluran KPR subsidi atau FLPP swasta sejak Oktober 2025.
Adapun outstanding pinjaman konsumer lain, dalam hal ini mayoritas kartu kredit, tercatat tumbuh 9,8 persen yoy menjadi Rp25,2 triliun.
Baca Juga: Saham BBCA Anjlok Aksi Jual Rp150 Miliar
Secara khusus, BCA mencatat kredit ke sektor-sektor berkelanjutan tumbuh 11,7 persen yoy menjadi Rp255 triliun per Desember 2025, setara 25,8 persen terhadap total portofolio pembiayaan.
Hal ini didukung meningkatnya pembiayaan ke sektor energi baru terbarukan hingga dua kali lipat yoy menjadi Rp6,2 triliun. Selain itu, kredit kendaraan bermotor listrik tumbuh 53 persen yoy mencapai Rp3,6 triliun.
Perseroan mencatat bahwa kualitas kredit tetap terjaga sepanjang 2025, tercermin dari rasio loan at risk (LAR) yang membaik ke 4,8 persen dibandingkan 5,3 persen pada tahun sebelumnya.
Sementara itu, dari sisi penghimpunan dana, total dana pihak ketiga (DPK) BCA tumbuh 10,2 persen yoy mencapai Rp1.249 triliun per akhir Desember 2025. Dana giro dan tabungan (CASA) naik 13,1 persen yoy hingga Rp1.045 triliun.
Dari sisi transaksi digital, total frekuensi transaksi BCA pada 2025 naik 17 persen yoy mencapai 42 miliar. Pada puncaknya, BCA pernah memproses transaksi hingga hampir 300 juta dalam satu hari. Adapun frekuensi transaksi mobile banking dan internet banking tumbuh 19 persen yoy.
Hendra menyampaikan, perseroan terus mengembangkan aplikasi myBCA yang pada 2025 dilengkapi berbagai fitur baru.
Selain itu, perseroan juga mengimplementasikan penggunaan artificial intelligence (AI). Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan nasabah, mengidentifikasi kebutuhan nasabah secara lebih efektif, memperkuat keamanan dan fraud detection, serta mendorong efisiensi operasional.
“Kami senantiasa berupaya menyediakan produk dan layanan secara optimal untuk memenuhi beragam kebutuhan nasabah dan masyarakat,” tutup Hendra.
Berita Terkait
-
Lowongan Kerja BCA Terbaru 2026 untuk Berbagai Jurusan S1 dan S2
-
BCA Digital Bagikan Strategi Resolusi Finansial 2026
-
Kode SWIFT BCA Terbaru 2026 untuk Transaksi Internasional
-
Cek Harga Kurs Dolar AS di Mandiri, BNI, BRI dan BCA Hari Ini
-
Rupiah Melemah, Berikut Harga Kurs Dolar AS di Mandiri, BNI, BRI dan BCA
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Penjelasan Dugaan Manipulasi Eskpor CPO Grup Salim, Mengapa Maybank Ikut Diperiksa?
-
ILC Adopsi Standar Internasional, Menaker Dorong Keseimbangan Pelindungan dan Inovasi
-
Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri
-
Investor Wajib Tahu, Indikator Utama Bisnis FnB Layak Difranchisekan
-
Penjualan Properti Anjlok, Pengembang Andalkan Kawasan Hunian-Komersial Terintegrasi
-
Bank Jakarta Permudah Layanan Warga Bayar Pajak Kendaraan
-
BTN Jakarta International Marathon 2026 Sukses Digelar, 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama
-
Program JKN Bantu Dede Jalani Operasi Kista Ganglion
-
CBDK Cetak Laba Melonjak 317 Persen
-
Mengapa Pertalite Mau Dihapus?