Bisnis / Keuangan
Selasa, 27 Januari 2026 | 20:46 WIB
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menargetkan penyaluran kredit pada tahun 2026 dapat tumbuh pada kisaran 8 hingga 10 persen. [Dok BCA]
Baca 10 detik
  • BCA menargetkan pertumbuhan kredit tahun 2026 sebesar 8-10 persen, naik dari realisasi 7,7 persen pada 2025.
  • Pada 2025, BCA mencatatkan laba bersih Rp57,5 triliun, tumbuh 4,9 persen didukung perbaikan rasio cost to income.
  • Rasio NPL BCA diprediksi 1,8-2 persen tahun 2026, sementara NIM diperkirakan turun menjadi 5,4-5,6 persen.

Sementara kredit konsumer tercatat sebesar Rp224,1 triliun, tumbuh 0,2 persen yoy atau tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya.

Total dana pihak ketiga (DPK) BCA tumbuh 10,2 persen yoy mencapai Rp1.249 triliun per akhir Desember 2025. Dana giro dan tabungan (CASA) naik 13,1 persen yoy hingga Rp1.045 triliun.

Laba BCA Tumbuh 4,9 Persen

Menutup tahun 2025, BCA membukukan laba bersih secara konsolidasi sebesar Rp57,5 triliun pada tahun 2025, tumbuh 4,9 persen yoy dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Kinerja laba ditopang oleh perbaikan rasio cost to income (CIR) yang menurun dari 31,47 persen pada 2024 menjadi 30,74 persen pada 2025.

Perseroan mencatat, pendapatan bunga bersih (net interest income) tumbuh 4,1 persen yoy, dan pendapatan selain bunga naik 16 persen yoy. Secara total, pendapatan operasional BCA meningkat sebesar 5,4 persen yoy.

Penyaluran kredit BCA terdistribusi ke berbagai sektor, di antaranya manufaktur, perdagangan, restoran, hotel dan rumah tangga.

Kredit usaha yang disalurkan BCA tumbuh 9,9 persen yoy mencapai Rp756,5 triliun per Desember 2025. Sementara pembiayaan konsumer terjaga sebesar Rp224,1 triliun, didukung kredit pemilikan rumah (KPR) hingga Rp142,3 triliun serta kredit kendaraan bermotor (KKB) sebesar Rp56,6 triliun. BCA mendukung penyaluran KPR subsidi atau FLPP swasta sejak Oktober 2025.

Adapun outstanding pinjaman konsumer lain, dalam hal ini mayoritas kartu kredit, tercatat tumbuh 9,8 persen yoy menjadi Rp25,2 triliun.

Baca Juga: Saham BBCA Anjlok Aksi Jual Rp150 Miliar

Secara khusus, BCA mencatat kredit ke sektor-sektor berkelanjutan tumbuh 11,7 persen yoy menjadi Rp255 triliun per Desember 2025, setara 25,8 persen terhadap total portofolio pembiayaan.

Hal ini didukung meningkatnya pembiayaan ke sektor energi baru terbarukan hingga dua kali lipat yoy menjadi Rp6,2 triliun. Selain itu, kredit kendaraan bermotor listrik tumbuh 53 persen yoy mencapai Rp3,6 triliun.

Perseroan mencatat bahwa kualitas kredit tetap terjaga sepanjang 2025, tercermin dari rasio loan at risk (LAR) yang membaik ke 4,8 persen dibandingkan 5,3 persen pada tahun sebelumnya.

Sementara itu, dari sisi penghimpunan dana, total dana pihak ketiga (DPK) BCA tumbuh 10,2 persen yoy mencapai Rp1.249 triliun per akhir Desember 2025. Dana giro dan tabungan (CASA) naik 13,1 persen yoy hingga Rp1.045 triliun.

Dari sisi transaksi digital, total frekuensi transaksi BCA pada 2025 naik 17 persen yoy mencapai 42 miliar. Pada puncaknya, BCA pernah memproses transaksi hingga hampir 300 juta dalam satu hari. Adapun frekuensi transaksi mobile banking dan internet banking tumbuh 19 persen yoy.

Hendra menyampaikan, perseroan terus mengembangkan aplikasi myBCA yang pada 2025 dilengkapi berbagai fitur baru.

Load More