- Nilai tukar rupiah melemah pada Senin (12/1/2026), dibuka pada level Rp16.839 per dolar AS.
- Pelemahan rupiah ini telah berlangsung selama tujuh hari berturut-turut, sementara dolar Amerika Serikat menguat.
- Kurs jual beli dolar di bank-bank besar seperti Mandiri, BNI, BRI, dan BCA bervariasi hari itu.
Suara.com - Nilai tukar rupiah masih melemah pada hari ini Senin (12/1/2026). Hal ini membuat Dolar Amerika Serikat mengalami penguatan.
Nilai tukar rupiah masih belum bangkit dari pembukaan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar Senin (12/1/2026) dibuka pada level Rp16.839 per dolar Amerika Serikat (AS).
Pelemahan ini membuat mata uang garuda sudah sakit selama 7 hari berturut-turut. Apalagi, AS bergerak menguat di beberapa perbankan Indonesia hari ini.
Lantas berapa harga jual beli dolar di Indonesia? Berikut daftar kurs dolar AS di Bank Mandiri, BNI, BRI dan BCA pada hari ini:
1.PT Bank Mandiri Tbk
Berdasarkan data Bank Mandiri per 12 Januari, kurs beli USD (E-Rate) adalah Rp16.820 dan kurs jual Rp16.850.
Sedangkan, TT Counter/Bank Notes berada di kisaran Rp16.600 (beli) dan Rp16.900 (jual). Dalam hal ini, kurs rupiah dan dolar AS dapat berubah sewaktu-waktu.
2.PT Bank Bank Negara Indonesia Tbk
Berdasarkan data Bank BNI per 12 Januari, kurs beli USD (E-Rate) adalah Rp16.765 dan kurs jual Rp16.845.
Baca Juga: Awal Pekan, Rupiah Dibuka Suram ke Level Rp16.839 per Dolar AS
Sedangkan, TT Counter/Bank Notes berada di kisaran Rp16.715 (beli) dan Rp16.985 (jual). Dalam hal ini, kurs rupiah dan dolar AS dapat berubah sewaktu-waktu.
3.PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI)
Berdasarkan data Bank BRI per 12 Januari, kurs beli USD (E-Rate) adalah Rp16.868 dan kurs jual Rp16.850.
Sedangkan, TT Counter/Bank Notes berada di kisaran Rp16.750 (beli) dan Rp16.950 (jual). Dalam hal ini, kurs rupiah dan dolar AS dapat berubah sewaktu-waktu.
4.PT Bank Central Asia Tbk (BCA)
Berdasarkan data BCA per 12 Januari 2026, kurs beli USD (E-Rate) adalah Rp16.845 dan kurs jual Rp16.865.
Sedangkan, TT Counter/Bank Notes berada di kisaran Rp16.698 (beli) dan Rp16.998 (jual). Dalam hal ini, kurs rupiah dan dolar AS dapat berubah sewaktu-waktu.
Tag
Berita Terkait
-
Kolaborasi dengan FC Barcelona, BRI Luncurkan Kartu Debit Edisi Khusus
-
Impresif! Ini Sederet Capaian BRI dan Kontribusi untuk Negeri di Sepanjang Tahun 2025
-
Rupiah Berotot di Penghujung 2025, Menuju Level Rp 16.680
-
Dapat Obat Kuat BI, Rupiah Makin Perkasa Lawan Dolar AS ke Level Rp16.739
-
Catatan Buruk Rupiah di 2025: Sempat Tembus Rp16.800, Menjadi Mata Uang Terlemah Kedua di Asia
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Harga Pangan Hari Ini, Cabai Rawit Tembus Rp82.450 per Kg, Telur Ayam Rp30.500 per Kg
-
Harga Sawit Anjlok Usai Ekspor Satu Pintu, Petani Terdampak! Pemerintah Tegur 139 PKS
-
5 Trik Jitu Naikin Limit Aplikasi Buy Now PayLater ke 50 Juta
-
Harga Emas Hari Ini Naik, Antam Sentuh Rp2,88 Juta per Gram
-
Link Download PP 20 Tahun 2026 PDF, Aturan Pajak Baru yang Soroti Suap hingga UMKM
-
Rogoh Rp750 Juta, Mitratel Tebar 242 Hewan Kurban Premium
-
Konsumsi Daging Orang RI Ternyata Masih Rendah
-
Peruri Tebar Hewan Kurban ke 4 Daerah
-
Petani Diproyeksi Untung, Bulog Pastikan Harga Ekspor Beras ke Malaysia Lebih Mahal dari HET
-
Belajar dari Blackout Sumatra, Cuaca Kini Jadi Faktor Krusial Sistem Listrik