Bisnis / Makro
Rabu, 28 Januari 2026 | 08:02 WIB
Seorang pengunjung mengambil gambar pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym.]
Baca 10 detik
  • IHSG diprediksi bergerak variatif pada Rabu (28/1/2026) meskipun dibayangi oleh *outflow* investor asing mencapai Rp5,63 triliun sepekan.
  • Tekanan jual asing dipicu ekspektasi suku bunga The Fed tetap tinggi dan rotasi portofolio jelang rebalancing MSCI.
  • Wall Street beragam, S&P 500 rekor baru, namun sentimen global terpengaruh tarif impor Trump terhadap Korea Selatan.

Dari pasar global, Wall Street ditutup beragam (mixed). Indeks S&P 500 berhasil mencetak rekor baru berkat performa apik saham teknologi seperti Microsoft yang naik 2% dan Apple yang menguat 1%.

Namun, indeks Dow Jones justru terkoreksi akibat anjloknya saham UnitedHealth hingga 20% menyusul kebijakan baru terkait Medicare di AS.

Di Asia, mayoritas bursa saham menguat didorong oleh optimisme terhadap laporan keuangan perusahaan teknologi di AS.

Meskipun demikian, kenaikan di bursa Korea Selatan sempat dibatasi oleh manuver Presiden AS Donald Trump yang menaikkan tarif impor menjadi 25% untuk produk otomotif, kayu, dan farmasi dari Negeri Gingseng tersebut.

Trump menuding parlemen Korea Selatan melanggar kesepakatan dagang dengan Washington.

Fokus utama pasar hari ini tertuju pada pengumuman kebijakan moneter The Fed. Konsensus pasar memprediksi suku bunga acuan akan dipertahankan di kisaran 3,5% hingga 3,75%.


DISCLAIMER: Pergerakan pasar saham bersifat dinamis dan sangat dipengaruhi oleh kebijakan ekonomi global serta sentimen geopolitik. Artikel ini disusun sebagai referensi berita ekonomi dan bukan merupakan instruksi mutlak untuk transaksi beli atau jual. Investasi saham memiliki risiko fluktuasi harga yang tinggi; keputusan sepenuhnya berada di tangan investor.

Load More