- PT TASPEN menyalurkan THR pensiunan sejak 5 Maret 2026 kepada 3,2 juta penerima melalui 45 mitra bayar.
- Meningkatnya modus penipuan digital mengancam pensiunan yang rentan saat pencairan dana hari raya tersebut.
- Nasabah diimbau memverifikasi setiap permintaan data pribadi, seperti PIN atau OTP, kepada mitra bayar resmi TASPEN.
Suara.com - PT TASPEN (Persero) telah menyalurkan Tunjangan Hari Raya alias THR pensiunan menjelang Idul Fitri 2026, sejak 5 Maret.
Namun, di balik keceriaan menyambut lebaran, muncul ancaman serius yang mengintai para nasabah, yakni maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan momen pencairan dana tersebut.
"Ini penting diketahui oleh nasabah. Sebab, ada banyak modus penipuan yang memanfaatkan peluang pencairan THR ini," kata Ariawan dikutip hari Sabtu (14/3/2026).
Waspada "Pemain" di Balik Euforia THR
Menurut Ariawan, fenomena penipuan menjelang hari raya bukanlah hal baru, namun metodenya kian beragam dan canggih.
Momen ketika jutaan orang menerima dana segar dalam waktu bersamaan sering kali dianggap sebagai "masa panen" bagi oknum tidak bertanggung jawab.
Para pelaku biasanya mengincar kelompok rentan, terutama pensiunan yang kurang terpapar informasi teknologi terbaru.
Ariawan menjelaskan, modus yang paling sering muncul adalah pelaku yang menyamar sebagai petugas resmi TASPEN atau lembaga keuangan terkait.
Mereka menghubungi korban melalui telepon, pesan singkat (SMS), atau aplikasi chat dengan dalih verifikasi data, pembagian hadiah tambahan, hingga ancaman pemblokiran rekening jika tidak mengikuti instruksi tertentu.
Baca Juga: PT TASPEN Imbau Pensiunan Waspada Penipuan, Tegaskan THR Langsung Masuk ke Rekening
Karena itu, para pensiunan diimbau agar selalu waspada dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya.
Pengawasan dari anggota keluarga yang lebih muda—kelompok usia produktif 18-45 tahun—sangat diharapkan untuk mendampingi orang tua mereka dalam bertransaksi atau menerima informasi terkait dana pensiun.
Langkah Preventif: Konfirmasi adalah Kunci
Menghadapi potensi ancaman tersebut, pihak TASPEN menekankan pentingnya verifikasi dua arah.
Jika nasabah menerima instruksi yang meminta data pribadi seperti PIN ATM, kode OTP, atau informasi perbankan lainnya, dipastikan hal tersebut adalah upaya penipuan.
Ariawan menegaskan, apabila para nasabah menemukan atau menerima informasi yang dirasa mencurigakan, sebaiknya segera melakukan konfirmasi kepada pihak resmi atau mitra bayar TASPEN agar dapat dipastikan kebenarannya.
Tag
Berita Terkait
-
PT TASPEN Imbau Pensiunan Waspada Penipuan, Tegaskan THR Langsung Masuk ke Rekening
-
Ini Cara Mudah Cek THR Pensiunan, PT Taspen: Waspadai Penipuan!
-
THR Pensiunan Cair, Komisaris PT TASPEN Pantau Langsung: Dibayar Full Tanpa Potongan
-
Berapa THR Pensiunan Tahun 2026? Ini Rinciannya
-
THR Pensiunan 2026 Kapan Cair? Cek Perkiraan Jadwal dan Besaran Nominalnya
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim