- IHSG mengalami penurunan signifikan enam persen di sesi perdagangan Rabu, 28 Januari 2026, mencapai level 8.393.
- Pada pukul 09.05 WIB, 644 saham tercatat melemah dengan nilai transaksi Rp 5,80 triliun telah terjadi.
- Pilarmas memproyeksikan IHSG berpotensi melemah terbatas, didukung oleh sentimen pasar global yang masih membayangi.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rontok hingga 6 persen pada awal sesi perdagangan, Rabu, 28 Januari 2026. IHSG memerah ke level 8.393.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.05 WIB, IHSG nilainya masih merosot 6,51 persen ke level 8.395.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 8,26 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 5,80 triliun, serta frekuensi sebanyak 470.600 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 37 saham bergerak naik, sedangkan 644 saham mengalami penurunan, dan 277 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, KAQI, WAPO, URBN, BOGA, MBTO, PNSE, BALI, IFII, PTIS, FORU
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, AIMS, DSSA, BUVA, IMPC, LAJU, RAJA, ENRG, DAAZ, RATU, INDO, RMKO .
Proyeksi IHSG
Pilarmas Investindo Sekuritas menilai pergerakan pasar masih dibayangi oleh sejumlah sentimen global.
Dalam riset hariannya bertajuk Market Review per 28 Januari 2026, analis Pilarmas menyoroti dinamika pasar global dengan tajuk 'Goodbye America' dan "Hhhhmmmm', yang mencerminkan kehati-hatian investor terhadap arah pasar ke depan.
Baca Juga: Rekomendasi Saham-saham IHSG Hari Ini saat Dibayangi Aksi Profit Taking
Dari sisi teknikal, Pilarmas memperkirakan IHSG berpotensi melemah secara terbatas pada perdagangan selanjutnya.
Adapun level support IHSG berada di area 8.840, sementara resistance terdekat berada di level 9.000.
Sejalan dengan proyeksi tersebut, Pilarmas juga merekomendasikan sejumlah saham yang layak dicermati oleh investor, yakni PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM), dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR).
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Penjelasan Dugaan Manipulasi Eskpor CPO Grup Salim, Mengapa Maybank Ikut Diperiksa?
-
ILC Adopsi Standar Internasional, Menaker Dorong Keseimbangan Pelindungan dan Inovasi
-
Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri
-
Investor Wajib Tahu, Indikator Utama Bisnis FnB Layak Difranchisekan
-
Penjualan Properti Anjlok, Pengembang Andalkan Kawasan Hunian-Komersial Terintegrasi
-
Bank Jakarta Permudah Layanan Warga Bayar Pajak Kendaraan
-
BTN Jakarta International Marathon 2026 Sukses Digelar, 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama
-
Program JKN Bantu Dede Jalani Operasi Kista Ganglion
-
CBDK Cetak Laba Melonjak 317 Persen
-
Mengapa Pertalite Mau Dihapus?