- Goldman Sachs menurunkan peringkat saham Indonesia pada Kamis, 29 Januari 2026, memperburuk kondisi pasar saham.
- MSCI sebelumnya memperingatkan risiko penurunan peringkat pasar saham jika masalah investasi tidak terselesaikan.
- Perdagangan sempat dihentikan setelah IHSG merosot akibat isu tersebut, berakhir anjlok 7,35 persen.
Suara.com - Bank Investasi, Goldman Sachs membuat pasar modal Indonesia kembali berdarah dengan menurunkan peringkat saham Indonesia, Kamis, 29 Januari 2026.
Kondisi ini memperburuk pasar saham RI, setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengeluarkan pengumuman soal risiko investasi.
"Kami memperkirakan akan terjadi aksi jual pasif lebih lanjut dan menganggap perkembangan ini sebagai hambatan yang akan menghambat kinerja pasar," kata analis di Goldman Sachs seperti dilansir The Star.
Setelah pengumuman MSCI, pasar saham dalam negeri langsung bergejolak. Bahkan, perdagangan sempat diberhentikan, setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 8 persen.
Namun, IHSG berakhir anjlok 7,35 persen, di mana penurunan terbesar sejak April 2025.
MSCI memperingatkan bahwa pasar berisiko mengalami penurunan peringkat menjadi status pasar negara berkembang jika gagal menyelesaikan masalah tersebut dan membekukan pembaruan sekuritas Indonesia dalam produknya untuk mengurangi apa yang disebutnya sebagai "risiko investasi."
Dalam catatan riset terpisah, para ahli strategi Goldman Sachs memperkirakan potensi arus keluar pasif dari ekuitas Indonesia dapat berkisar antara USD 2,2 miliar hingga 7,8 miliar menyusul penilaian MSCI tersebut.
Akan tetapi, investor asing telah menjual saham Indonesia senilai Rp 13,96 triliun rupiah atau setara USD 834 juta dolar AS sepanjang tahun 2025.
IHSG Anjlok
Baca Juga: IHSG Masih Nyaman Turun di Kamis Pagi, Balik ke Level 7.800
IHSG masih terperosok tajam di awal perdagangan, Kamis, 29 Januari 2026. IHSG dibuka masih anjlok hingga 3 persen ke level 8.027.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.06 WIB, IHSG masih nyaman turun 5,53 persen ke level 7.860.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 4,58 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 4,80 triliun, serta frekuensi sebanyak 329.500 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 60 saham bergerak naik, sedangkan 609 saham mengalami penurunan, dan 389 saham tidak mengalami pergerakan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Rusak Parah, Warga Kulon Progo Pasang Spanduk Protes: 'Ini Jalan atau Cobaan?'
- 5 Mobil Bekas 80 Jutaan dengan Pajak Murah, Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
10 Sneakers Putih Ikonik untuk Gaya Kasual yang Tak Pernah Ketinggalan Zaman, Wajib Punya
-
Bursa Saham Indonesia Tidak Siap? BEI Klarifikasi Masalah Data yang Diminta MSCI
-
Menperin Pastikan Industri Susu Nasional Kecipratan Proyek MBG
-
MSCI Melihat 'Bandit' di Pasar Saham RI?
-
Harga Emas di Palembang Nyaris Rp17 Juta per Suku, Warga Menunda Membeli
Terkini
-
Danantara Incar Laba BUMN Rp 350 Triliun di 2026
-
Ekonomi Indonesia Bakal Meroket, Bos BI Minta Pengusaha Berhenti Wait and See
-
IHSG Masih Nyaman Turun di Kamis Pagi, Balik ke Level 7.800
-
OJK Temukan Dugaan Penyaluran Dana Fiktif di PT Crowde Membangun Bangsa
-
IHSG Anjlok, Bos BEI Minta Danantara Masuk Cepat ke Pasar Modal?
-
Benarkah Tembakau Alternatif jadi Jalan Keluar Kebiasaan Merokok?
-
BUMN Ini Dulu Hanya Percetakan, Kini Bertransformasi jadi Raksasa Teknologi Keamanan Digital RI
-
Profil Dewan Energi Nasional, Ini tugas dan Tanggung Jawabnya
-
Bursa Saham Indonesia Tidak Siap? BEI Klarifikasi Masalah Data yang Diminta MSCI
-
Target Negosiasi Tarif Impor AS Mundur, Ada Kendala?