- IHSG anjlok tajam pada Kamis, 29 Januari 2026, mencapai level 7.860, turun 5,53 persen hingga pukul 09.06 WIB.
- Perdagangan mencatat 609 saham melemah signifikan berbanding 60 saham yang menguat, di tengah tekanan domestik dan global.
- Investor disarankan bersikap menunggu dan mengamati kebijakan The Fed dan regulator terkait stabilisasi IHSG ke depan.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), masih terperosok tajam di awal perdagangan, Kamis, 29 Januari 2026. IHSG dibuka masih anjlok hingga 3 persen ke level 8.027.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.06 WIB, IHSG masih nyaman turun 5,53 persen ke level 7.860.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 4,58 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 4,80 triliun, serta frekuensi sebanyak 329.500 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 60 saham bergerak naik, sedangkan 609 saham mengalami penurunan, dan 389 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, VINS, AGAR, SURE, WAPO, BPII, MEDS, KAQI, KICI, CTBN, KUAS, SKBM.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, BRPT, GOLF, COIN, BUMI, DSSA, BULL, BALI, ARGO, VKRI, ALKA, PBSA.
Proyeksi IHSG
IHSG masih dibayangi tekanan pada perdagangan Kamis (29/1/2026), seiring sentimen global yang cenderung beragam serta tekanan kuat dari faktor domestik.
Dari pasar global, bursa Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan sebelumnya. Indeks Dow Jones Industrial Average melemah tipis 0,085 persen ke level 48.964,10.
Baca Juga: IHSG Anjlok, Bos BEI Minta Danantara Masuk Cepat ke Pasar Modal?
Indeks S&P 500 juga terkoreksi 0,017 persen ke posisi 6.977,39, sementara Nasdaq justru menguat 0,18 persen dan bertengger di level 23.860,61.
BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya menyebu, secara teknikal, tekanan terhadap IHSG dinilai belum sepenuhnya mereda. Indeks masih berisiko melanjutkan pelemahan dengan area support berada di kisaran 8.200 hingga 8.210.
Investor disarankan untuk bersikap wait and see sambil menunggu konfirmasi stabilisasi pasar atau meredanya tekanan jual.
Selain mencermati langkah lanjutan dari regulator terkait kebijakan MSCI, pelaku pasar juga diimbau memperhatikan keputusan suku bunga The Federal Reserve yang berpotensi menjadi katalis penting bagi pergerakan pasar ke depan.
Adapun saham-saham yang menjadi perhatian pada perdagangan kali ini antara lain PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP).
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
Terkini
-
Penumpang KRL Jabodetabek Anjlok 29 Persen Akibat Kebijakan WFA
-
Tunaikan Zakat Fitrahmu, Dapatkan Manfaat Besar yang Belum Tentu Diperoleh Tahun Depan
-
Nasib Emiten Kaesang! Bisnis Lesu, Kini Terpaksa Jual Aset Demi Bayar Utang ke BCA
-
IHSG Kembali Tertekan, Sesi I Turun ke Level 7.039
-
Prabowo: Indonesia Harus Hidup Sesuai Kemampuan, Defisit Fiskal Tetap Dijaga
-
OJK Tegaskan Debitur Bank Tak Kebal Hukum, Pelaku Manipulasi Kredit Dipenjara
-
Laba PANI Terbang 83 Persen di 2025, Efek Domino Gurita Bisnis PIK2
-
7 Agenda Utama RUPST BRI, Dirut Beri Bocoran Dividen Bakal lebih Tinggi
-
Harga Minyak Dunia Mendidih Lagi, Kembali Dibanderol USD 100/Barel
-
Klaim Mendag Busan: Pedagang Mudik, Harga Pangan Tetap Adem di Pasar Rawasari