Bisnis / Keuangan
Kamis, 29 Januari 2026 | 09:14 WIB
Pekerja mengamati layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • IHSG anjlok tajam pada Kamis, 29 Januari 2026, mencapai level 7.860, turun 5,53 persen hingga pukul 09.06 WIB.
  • Perdagangan mencatat 609 saham melemah signifikan berbanding 60 saham yang menguat, di tengah tekanan domestik dan global.
  • Investor disarankan bersikap menunggu dan mengamati kebijakan The Fed dan regulator terkait stabilisasi IHSG ke depan.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), masih terperosok tajam di awal perdagangan, Kamis, 29 Januari 2026. IHSG dibuka masih anjlok hingga 3 persen ke level 8.027.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.06 WIB, IHSG masih nyaman turun 5,53 persen ke level 7.860.

Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 4,58 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 4,80 triliun, serta frekuensi sebanyak 329.500 kali.

Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 60 saham bergerak naik, sedangkan 609 saham mengalami penurunan, dan 389 saham tidak mengalami pergerakan.

Pengunjung melintas dibawah layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, VINS, AGAR, SURE, WAPO, BPII, MEDS, KAQI, KICI, CTBN, KUAS, SKBM.

Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, BRPT, GOLF, COIN, BUMI, DSSA, BULL, BALI, ARGO, VKRI, ALKA, PBSA.

Proyeksi IHSG

IHSG masih dibayangi tekanan pada perdagangan Kamis (29/1/2026), seiring sentimen global yang cenderung beragam serta tekanan kuat dari faktor domestik.

Dari pasar global, bursa Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan sebelumnya. Indeks Dow Jones Industrial Average melemah tipis 0,085 persen ke level 48.964,10.

Baca Juga: IHSG Anjlok, Bos BEI Minta Danantara Masuk Cepat ke Pasar Modal?

Indeks S&P 500 juga terkoreksi 0,017 persen ke posisi 6.977,39, sementara Nasdaq justru menguat 0,18 persen dan bertengger di level 23.860,61.

BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya menyebu, secara teknikal, tekanan terhadap IHSG dinilai belum sepenuhnya mereda. Indeks masih berisiko melanjutkan pelemahan dengan area support berada di kisaran 8.200 hingga 8.210.

Investor disarankan untuk bersikap wait and see sambil menunggu konfirmasi stabilisasi pasar atau meredanya tekanan jual.

Selain mencermati langkah lanjutan dari regulator terkait kebijakan MSCI, pelaku pasar juga diimbau memperhatikan keputusan suku bunga The Federal Reserve yang berpotensi menjadi katalis penting bagi pergerakan pasar ke depan.

Adapun saham-saham yang menjadi perhatian pada perdagangan kali ini antara lain PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP).

Load More