Ilustrasi Donald Trump tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. (Suara.com)
Baca 10 detik
- Harga minyak dunia melemah pada Jumat, 30 Januari 2026, akibat pelonggaran sanksi energi Venezuela oleh Presiden Trump.
- Minyak Brent dan WTI turun signifikan meskipun pekan ini diprediksi naik karena ketegangan geopolitik dan gangguan pasokan.
- Pelaku pasar menantikan hasil pertemuan OPEC+ akhir pekan yang diperkirakan tidak mengubah tingkat produksi minyak saat ini.
Sebelumnya, langkah OPEC+ yang meningkatkan produksi sebesar 2,9 juta barel per hari sepanjang tahun 2025 sempat menekan harga minyak dunia.
Namun, sejak Januari, aliansi ini mulai menghentikan kenaikan produksi bulanan akibat kekhawatiran atas melimpahnya pasokan (supply glut) serta melemahnya permintaan global.
Meskipun demikian, dalam laporan pasar bulanan yang dirilis awal Januari lalu, OPEC+ memproyeksikan adanya perbaikan permintaan minyak pada tahun 2026 dan 2027, sekaligus menepis kekhawatiran terkait kelebihan pasokan di pasar.
Komentar
Berita Terkait
-
Ketegangan Iran Picu Kenaikan Harga Minyak, Brent Tembus 64 Dolar AS per Barel
-
Harga Minyak Melandai: Antara Krisis Iran dan Ekspor Baru Venezuela
-
Minyak Dunia Naik Lagi, Brent Menguat 2,7 Persen dalam Sepekan
-
OJK Waspadai Efek Domino Operasi Militer AS di Venezuela terhadap Stabilitas Keuangan RI
-
Harga Minyak Dunia Naik Tipis: Stok AS Merosot di Tengah Ambisi Trump Kuasai Minyak Venezuela
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Arus Mudik H-4 Idulfitri, 100 Ribu Orang Sudah Berangkat dari Stasiun Gambir
-
Pertama di Dunia! Malaysia Robek-robek Perjanjian Dagang dengan AS, Indonesia?
-
Analisis Militer: Iran Pakai Strategi 'Vietnam Kedua' yang Bikin AS Putus Asa
-
Amerika Serikat Akhirnya Akui 200 Tentara Jadi Korban Rudal Kiamat Iran
-
6 Fakta Kecelakaan Bus Haryanto Tabrak 5 Mobil Pemudik di Tol Batang
Terkini
-
Perkuat Stok, Bahlil Buka Opsi Impor BBM dari Rusia
-
Batas Nikotin Diturunkan, Industri Kretek Disebut Bisa Kolaps
-
500 Pemudik Mengikuti Program Mudik Aman Berbagi Harapan 2026 dari Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1
-
Rekayasa Mudik Dikritik, Pelabuhan Penunjang Padat Merak Justru Lengang
-
Perang di Timur Tengah, BI Tahan Suku Bunga Biar Rupiah Makin Kuat
-
Diskon Tiket Mudik 30 Persen Disebut Justru Bebani Operator Kapal Ferry
-
Alasan Danantara Terbitkan Surat Utang Rp 7 Triliun
-
Fitur QRIS Ini Bisa Cair 3 Kali Sehari Bikin UMKM Makin Satset di Ramadan
-
Pembatasan Rokok Dikaji, Petani Tembakau Khawatir Serapan Anjlok
-
ASDP Klaim Antrean Kendaraan di Gilimanuk Berkurang Jadi 20 KM