- Harga minyak Brent dan WTI turun pada Senin, 12 Januari 2025, dipengaruhi potensi gangguan pasokan Iran.
- Potensi kenaikan harga tertahan oleh rencana percepatan ekspor minyak mentah dari Venezuela.
- Protes di Iran telah menewaskan 500 orang dan mengancam ekspor minyak hingga 1,9 juta barel per hari.
Suara.com - Harga minyak dunia mengalami sedikit penurunan pada perdagangan Senin 12 Januari 2025.
Para investor saat ini tengah mengamati kemungkinan terganggunya pasokan akibat aksi protes di Iran.
Namun demikian, kenaikan harga bisa tertahan, karena adanya rencana percepatan ekspor minyak dari Venezuela.
Mengutip dari Investing.com, harga minyak mentah Brent berjangka turun 5 sen menjadi 63,29 dolar AS per barel pada pukul 01.31 GMT atau 08.31 WIB.
Sementara minyak mentah West Texas Intermediate AS berada di harga 59,06 dolar AS per barel, turun 6 sen.
Kedua harga tersebut naik lebih dari 3 persen pada pekan lalu, mencatatkan kenaikan mingguan terbesar sejak Oktober, seiring dengan intensifikasi penindakan oleh rezim ulama Iran terhadap demonstrasi terbesar sejak tahun 2022.
Meski demikian, Kepala penelitian energi di MST Marquee, Saul Kavonic, menilai pasar belum sepenuhnya mengantisipasi ancaman konflik yang lebih luas di Iran, yang berisiko mengganggu jalur distribusi minyak di Selat Hormuz.
"Pasar mengatakan, tunjukkan kepada saya gangguan pasokan sebelum memberikan respons yang berarti," kata Kavonic.
Berdasarkan laporan kelompok HAM pada Minggu (11/1), setidaknya 500 orang tewas akibat kerusuhan yang terjadi di Iran.
Baca Juga: Minyak Dunia Naik Lagi, Brent Menguat 2,7 Persen dalam Sepekan
Tim analis ANZ yang dipimpin oleh Daniel Hynes dalam catatannya menyebutkan adanya seruan mogok kerja bagi para buruh di industri minyak sebagai bagian dari aksi protes tersebut.
Mereka menambahkan bahwa kondisi ini mengancam kelancaran ekspor minyak hingga 1,9 juta barel per harinya.
Presiden AS Donald Trump telah berulang kali memberikan peringatan akan melakukan intervensi jika kekerasan digunakan terhadap para demonstran.
Menurut keterangan seorang pejabat AS kepada Reuters pada hari Minggu, sang Presiden dijadwalkan bertemu dengan para penasihat senior pada hari Selasa untuk membicarakan berbagai langkah yang mungkin diambil terkait situasi di Iran.
Di samping itu, Venezuela diperkirakan akan segera memulai kembali pengiriman minyaknya setelah lengsernya Presiden Nicolas Maduro.
Hal ini menyusul pernyataan Trump pekan lalu bahwa pemerintah di Caracas akan menyerahkan sekitar 50 juta barel minyak yang sebelumnya terkena sanksi kepada Amerika Serikat.
Berita Terkait
-
Pertamina EP Temukan Sumber Minyak Baru di Sumsel, Segini Potensinya
-
Pipa Gas Milik TGI Alami Kebocoran, Berpotensi Berdampak pada Target Lifting 2026
-
Purbaya Pede IHSG dan Rupiah Aman di Tengah Konflik AS-Venezuela
-
Konflik AS-Venezuela, Purbaya: Hukum Dunia Aneh, PBB Lemah Sekarang
-
Harga Minyak Dunia Justru Melorot di Tengah Panasnya Penangkapan Presiden Maduro
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
Terkini
-
Rupiah Melemah, Berikut Harga Kurs Dolar AS di Mandiri, BNI, BRI dan BCA
-
Aturan Asuransi Kesehatan Dibuat, OJK Tetapkan Aturan Co-Payment Jadi 5 Persen
-
Awal Pekan, Rupiah Dibuka Suram ke Level Rp16.839 per Dolar AS
-
Emas Antam Melesat ke Harga Tertinggi, Hari Ini Tembus Rp 2.631.000 per Gram
-
IHSG Pecah Rekor Lagi di Senin Pagi, Tembus Level 8.991
-
Survei Bank Indonesia Laporkan Keyakinan Konsumen Alami Penurunan, Ini Faktornya
-
Indonesia-Pakistan Targetkan Negosiasi CEPA, Dari Minyak Sawit hingga Tenaga Medis
-
Geser Erick Thohir, Rosan Roeslani Jadi Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah
-
Pengusaha Minta Pemerintah Beri Ruang Proyek Infrastruktur untuk UMKM Konstruksi
-
Rekomendasi Saham-saham yang Patut Dicermati Senin 12 Januari 2026