Bisnis / Makro
Jum'at, 30 Januari 2026 | 14:05 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. [Dok. Kemenko Perekonomian]
Baca 10 detik
  • Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menentukan kriteria Dirut BEI baru fokus pada tata kelola pasar saham.
  • Pemerintah mendesak percepatan demutualisasi Bursa Efek Indonesia agar transparansi perdagangan lebih meningkat.
  • Iman Rachman mengundurkan diri sebagai Dirut BEI sebagai bentuk tanggung jawab atas anjloknya IHSG.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan kriteria-kriteria Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) yang diinginkan pemerintah. Hal ini menyusul dengan, mundurnya Iman Rachman dari posisi Direktur Utama BEI.

Salah satunya, menginginkan sosok Bos BI yang baru harus memperhatikan tata kelola pasar saham RI.

"Pemerintah akan memonitor bahwa kepengurusannya akan lebih memperhatikan tata kelola dan menjalankan roadmap yang sudah ada di dalam undang-undang P2SK," ujarnya saat konferensi pers di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Namun, dirinya tetap mengapresiasi kinerja Iman Rachman selama menjabat sebagai bos BEI. Selain itu, dirinya juga menghormati keputusan Iman Rachman yang secata tiba-tiba mundur.

Desak Demutualisasi

Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (27/1/2026). [Suara.com/Rina]

Airlangga juga mendesak segera dilakukan demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Hal ini agar, perdagangan bursa efek bisa lebih transparan, menyusul dengan terpuruknya kondisi pasar saham dua hari belakang.

Dengan demutualisasi, BEI akan menjadi perusaahaan terbuka (Tbk), dan siapa saja bisa memiliki sahamnya. Selain itu, BEI juga diwajibkan untuk melakukan transparansi dalam setiap kebijakannya.

"Pemerintah menegaskan bahwa komitmen untuk menjaga stabilitas dan kredibilitas bangsa ini juga untuk kredibilitas pasar modal melalui beberapa langkah strategis. Pertama, percepatan demutualisasi Bursa Efek Indonesia. Pemerintah ingin mempercepat debutualisasi bursa," tegasnya.

Menurut Airlangga, demutualisasi bursa sudah berjalan saat ini, dan harus dilakukan pada tahun ini. Ia bilang, upaya ini agar menghindari benturan kepentingan dari direksi dan anggota bursa, serta cegah praktik tidak sehat.

Baca Juga: Rosan Roeslani: Danantara Terbuka Jadi Pemegang Saham BEI

"Demutualisasi bursa ini juga akan membuka terhadap investasi termasuk dari danantara dan juga agensi lainnya," ucapnya.

Alasan Mundur

Sebelumnya, Iman Rachman mengumumkan mengundurkan diri dari jabatannya. Hal ini seiring melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok hingga trading halt.

"Sebagai, direktur dan utama bursa efek indonesia dan sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin menyatakan mengundurkan diri sebagai direktur utama," katanya di Gedung BEI, Jumat (30/1/2026).

Iman pun mengatakan pengunduran diri ini keputusannya untuk memulihkan pasar modal. Apalagi, ini bentuk tanggung jawabnya setelah IHSG anjlok.

"Saya  berharap ini yang terbaik buat pasar modal semoga dengan pengunduran saya ini pasar modal kita jadi lebih baik saya," katanya.

Load More