Bisnis / Makro
Jum'at, 30 Januari 2026 | 13:34 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Danantara, Jumat (30/1/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
Baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi Dirut BEI Iman Rachman mundur pada Jumat, 30 Januari 2026.
  • Purbaya menilai pengunduran diri sebagai bentuk tanggung jawab atas kesalahan fatal terkait laporan MSCI beberapa hari lalu.
  • Kemenkeu sedang melakukan perbaikan internal dengan mengganti sekitar 70 pejabat di Direktorat Jenderal Pajak minggu depan.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengomentari soal mundurnya Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman pada hari ini, Jumat 30 Januari 2026.

Menkeu Purbaya beralasan kalau Dirut BEI mundur adalah bentuk tanggung jawabnya soal laporan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang diumumkan beberapa hari lalu. Bahkan ia menganggap kesalahannya sudah fatal.

"Saya pikir sih positif sebagai bentuk tanggung jawab dia terhadap masalah yang muncul di kita kemarin. Karena dia kan tidak mem-follow-up masukan atau pertanyaan dari MSCI. Itu kesalahan dia yang fatal di situ, sehingga kita mengalami koreksi yang dalam kemarin," katanya di Kantor Danantara pada Jumat (30/1/2026).

Bendahara Negara mengatakan apabila pasar saham tidak cepat dievaluasi, maka masalah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bakal berdampak ke hal lain. Padahal Purbaya mengklaim kalau sekarang dirinya sedang memperbaiki kondisi ekonomi RI.

"Kalau enggak cepat dibetulin kan bisa mengganggu yang lain-lain. Dianggapnya ekonominya enggak stabil. Padahal kan saya perbaiki ekonomi dengan sungguh-sungguh," lanjutnya.

Ia bercerita kalau beberapa waktu lalu Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sudah mengganti pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Tak hanya Bea Cukai, sekitar 70 petinggi Direktorat Jenderal Pajak juga bakal diganti minggu depan.

"Minggu depan mungkin sekitar 70 orang Pajak saya akan putar, yang ketahuan main-main saya akan putar ke tempat yang lebih sepi. Jadi kita melakukan perbaikan yang sungguh-sungguh," jelasnya.

Lebih lanjut Purbaya menyebut momentum ini sebagai waktu yang tepat bagi investor untuk kembali mengakumulasi saham.

"Wah, ini sentimen positif. Buat yang ngerti, saatnya serok-serok," pungkasnya.

Baca Juga: Tekanan Jual Reda, IHSG Melesat 1,18% di Sesi I

Sebagaimana diketahui, IHSG sempat mengalami trading halt hingga dua kali pada Rabu (28/1) menyusul rilis laporan MSCI.

Pada perdagangan Jumat (30/1) pagi, IHSG terpantau menguat signifikan. Indeks dibuka melonjak 1,06% ke level 8.319,15.

Load More