- Digital Edge investasi Rp71 Triliun bangun pusat data AI 500MW di Bekasi.
- Fasilitas menggunakan teknologi pendingin cair dan target PUE efisien 1,25.
- Pembangunan bertahap dimulai Q4 2026 dengan dukungan jaringan bawah tanah Indonet.
Suara.com - Perusahaan infrastruktur digital berbasis di Asia, Digital Edge, resmi mengumumkan mega proyek pembangunan CGK Campus, sebuah pusat data hyperscale berbasis kecerdasan buatan (AI) di GIIC Industrial Estate, Kota Deltamas, Bekasi.
Investasi ini mencapai angka fantastis US$4,5 miliar atau setara dengan kurang lebih Rp71,3 triliun (kurs Rp15.850).
Proyek ambisius ini menandai investasi infrastruktur terbesar dalam sejarah perusahaan sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai pusat gravitasi ekonomi digital di Asia Tenggara.
Dengan kapasitas awal sebesar 500MW, CGK Campus dirancang untuk memenuhi lonjakan permintaan layanan cloud dan pemanfaatan AI yang tumbuh eksponensial di berbagai sektor industri.
Digital Edge tidak hanya mengincar skala besar, tetapi juga standar keberlanjutan. Fasilitas ini menargetkan Power Usage Effectiveness (PUE) tahunan sebesar 1,25, yang menjadikannya salah satu yang paling efisien di kelas hyperscale. Untuk mendukung beban kerja AI yang intens, perusahaan menerapkan teknologi pendinginan canggih direct-to-chip liquid cooling.
"CGK Campus adalah tonggak penting dalam strategi kami di Asia Pasifik. Langkah ini akan memperkuat kesiapan Indonesia menghadapi lonjakan permintaan layanan digital dan AI," ujar John Freeman, CEO Digital Edge.
Secara geografis, kampus ini terletak kurang dari 15 km dari klaster data center utama di Bekasi dan sekitar 40 km dari fasilitas EDGE1 dan EDGE2 di Jakarta. Lokasi ini menjamin konektivitas latensi rendah yang krusial bagi operasional bisnis modern.
Pembangunan akan dilakukan secara bertahap:
- Gedung Pertama: Target operasional Q4 2026.
- Gedung Kedua: Target operasional Q1 2027.
- Gedung Ketiga: Target operasional Q2 2027.
Sinergi dengan anak perusahaan, Indonet, menjadi kunci kekuatan infrastruktur ini. CEO Indonet, Andy Rigoli, menjelaskan bahwa seluruh rute jaringan fiber ke GIIC dibangun di bawah tanah untuk menjamin keandalan dan keamanan dari gangguan eksternal.
Baca Juga: BYD Pilih Vietnam Perkuat Cengkraman di ASEAN Lewat Investasi Pabrik Baterai Mobil Listrik
CEO Digital Edge Indonesia, Stephanus Oscar, menekankan bahwa kebutuhan infrastruktur digital nasional saat ini tumbuh lebih cepat dibanding ketersediaannya. Hadirnya CGK Campus dengan potensi ekspansi hingga 1GW diharapkan mampu menutup celah tersebut dan menyediakan pondasi kokoh bagi ekosistem digital Indonesia di masa depan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Selat Hormuz Dibuka, Bahlil Sebut Indonesia Tetap Lanjutkan Kontrak Impor Minyak
-
Bahlil Ungkap Kontrak Batu Bara PLN Kurang 20 Juta Ton, Listrik Bisa Terganggu?
-
Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Salurkan Pembiayaan Rp340 Miliar untuk 867 Debitur
-
Biaya Kuliah Meroket, Mahasiswa Minta Dana Pendidikan Tak Dipakai untuk MBG
-
BRI Hadirkan Cara Baru Menabung Emas Otomatis Saat Transfer di BRImo
-
Asumsi ICP 2027 Dinaikkan Mas Bahlil, Paling Tinggi 95 Dolar AS/Barel
-
Indonesia Bidik Turis Tajir, Seaplane Resmi Beroperasi dari Banyuwangi
-
Program Kompor Listrik Masih Digeber Mas Bahlil di 2027, Anggarannya Rp 815 M
-
Tembus Rp1,4 Triiun, Gaji ke-13 untuk TNI-Polri Telah Cair
-
Obral Pamer Danantara, Global Bond Laris Manis