- IHSG anjlok signifikan pada Rabu dan Kamis karena MSCI membekukan penilaian *free float* akibat dugaan kepemilikan saham terafiliasi.
- Keputusan MSCI memicu aksi jual masif investor global, terutama pada saham *Blue Chip* yang menjadi wajah Indonesia di indeks global.
- Beberapa petinggi bursa dan OJK, termasuk Dirut BEI dan Ketua DK OJK, mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab moral.
Suara.com - Pasar modal Indonesia baru saja menerima tamparan keras yang mengguncang fundamental kepercayaan investor global.
Anjloknya IHSG sebesar 7,63 persen ke level 8.295 pada Rabu (28/1) dan 1,06 persen ke level 8.223,20 pada Kamis (29/1) bukan sekadar fluktuasi harga biasa, melainkan mosi tidak percaya dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap transparansi kepemilikan saham di Tanah Air.
Gugatan Terhadap "Saham Publik" Gadungan
Pemicu utama aksi jual masif ini adalah keputusan mengejutkan MSCI untuk membekukan penilaian free float saham-saham di Indonesia.
MSCI mencium adanya anomali, yakni banyak saham yang diklaim sebagai milik publik (free float), diduga kuat sebenarnya masih dikendalikan oleh pihak terafiliasi melalui struktur kepemilikan yang gelap.
Masalah ini bukan sekadar urusan teknis. Jika porsi saham yang benar-benar bisa ditransaksikan publik ternyata jauh lebih kecil dari yang dilaporkan, maka likuiditas pasar Indonesia hanyalah "fatamorgana".
Hal inilah yang memicu kepanikan manajer investasi dunia untuk segera menarik dana mereka sebelum bobot Indonesia di indeks global dipangkas habis.
Blue Chip Jadi Korban Utama
Ironisnya, saham-saham Blue Chip dan sektor perbankan yang selama ini dianggap paling aman justru menjadi sasaran peluru jual. Karena saham-saham raksasa inilah yang menjadi wajah Indonesia dalam indeks MSCI.
Baca Juga: CORE: Pimpinan OJK yang Baru Harus Berani Tindak Emiten Bermasalah
Penurunan hampir 8 persen dalam satu hari perdagangan menjadi bukti betapa rapuhnya posisi emiten besar jika standar transparansi domestik mulai diragukan oleh mata internasional.
Ujian Nyata bagi OJK dan BEI
Kini, fokus pasar beralih sepenuhnya pada keberanian Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI). Penurunan indeks adalah luka luar, namun isu beneficial ownership (pemilik manfaat akhir) adalah penyakit dalam yang harus segera dioperasi.
Tanpa adanya reformasi regulasi yang tegas dan keterbukaan informasi mengenai siapa sebenarnya pemilik di balik layar setiap emiten, Indonesia terancam terdegradasi dari peta investasi global.
Bola panas kini ada di tangan regulator: membenahi sistem kepemilikan saham atau membiarkan bursa nasional kehilangan relevansinya di kancah dunia.
Dirut BEI hingga Ketua DK OJK Mundur
Berita Terkait
-
Siapkan Uang Rp100 Miliar! Orang Terkaya RI Ini Serok 84 Juta Lembar Saham saat IHSG Anjlok
-
Gegara MSCI, Kekayaan Taipan RI Ludes Rp 367 Triliun, Prajogo Pangestu Paling Banyak
-
OJK Naikkan Batas Free Float Saham ke 15 Persen, Ada Sanksi Untuk Pelanggar
-
Badai MSCI Tumbangkan IHSG, OJK Buka Kantor Darurat di Bursa
-
IHSG Masih Terjungkal 5,91 Persen ke Level 7.828 di Sesi I
Terpopuler
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Danantara Indonesia dan PLN Salurkan 5.000 Paket Perlengkapan Sekolah ke Tiga Provinsi di Indonesia
- 5 Kejanggalan Video Benjamin Netanyahu Terbaru, PM Israel Beneran Tewas?
- Media Iran Yakin Benjamin Netanyahu Sudah Meninggal Dunia, Video Ini Jadi Bukti
Pilihan
-
Trump Ditinggal Tangan Kanan, Direktur Kontraterorisme AS Joe Kent Mundur
-
Waspada Puncak Arus Mudik Besok! 187 Ribu Orang Bakal Padati Bandara Soekarno-Hatta
-
Rudal Iran Hantam Jantung Israel Malam Ini, Saksi Mata: Bumi Bergetar seperti Gempa
-
Ledakan Besar di Baghdad! Kedutaan AS Diserang Drone dan Roket
-
Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
Terkini
-
Minyak Dunia Tembus USD 100, Bahlil Bakal Hitung Harga BBM Setelah Maret
-
Bulog Gelar Mudik Gratis 2026, Berangkatkan 750 Pemudik ke 15 Kota
-
Menaker Soal Urbanisasi: Boleh Datang, Tapi Harus Siap Bersaing
-
Kemenhub Tegaskan Penerbangan Internasional Masih Tetap Beroperasi
-
Kisah Para Peserta Disabilitas di Mudik Gratis BUMN 2026: Kami Bahagia
-
Jaga Daya Beli Pasca Lebaran, Pemerintah Pastikan Tarif Listrik Tak Naik hingga Juni 2026
-
Sinergi Astra Financial Dukung Peningkatan Akses Kesehatan Belasan Ribu Orang
-
International Women's Day, PLN Perkuat Lingkungan Kerja Inklusif Bagi Perempuan
-
Purbaya Tetap Pede Target IHSG 'To the Moon' 10.000 Tercapai di Akhir Tahun
-
Disindir Ekonomi Lesu di Bawah Kepemimpinannya, Menkeu Purbaya Turun Gunung ke Pasar Tradisional