- Krisis kepercayaan dipicu tekanan MSCI menyebabkan pengunduran diri massal direktur utama BEI dan empat pejabat tinggi OJK pada 30 Januari 2026.
- Masa transisi pasca pengunduran diri regulator meningkatkan risiko ketidakpastian kebijakan yang membuat investor cenderung mengambil posisi tunggu.
- OJK dan BEI berencana merevisi batasan minimal saham publik dari 7,5% menjadi 15% untuk memperdalam struktur pasar modal nasional.
Sebagai informasi, saat ini sudah ada 38 emiten yang dikenai suspensi karena belum memenuhi ketentuan free float:
ALMI – PT Alumindo Light Metal Industry Tbk (seluruh pasar)
CBMF – PT Cahaya Bintang Medan Tbk (seluruh pasar)
COWL – PT Cowell Development Tbk (seluruh pasar)
DEAL – PT Dewata Freightinternational Tbk (reguler dan tunai)
DUCK – PT Jaya Bersama Indo Tbk (seluruh pasar)
ETWA – PT Eterindo Wahanatama Tbk (seluruh pasar)
FASW – PT Fajar Surya Wisesa Tbk (reguler dan tunai)
GAMA – PT Aksara Global Development Tbk (reguler dan tunai)
Baca Juga: PDIP Sarankan Beberapa Langkah untuk Respons Merosotnya IHSG dan Mundurnya Pejabat BEI-OJK
HKMU – PT HK Metals Utama Tbk (seluruh pasar)
JSKY – PT Sky Energy Indonesia Tbk (reguler dan tunai)
KAYU – PT Darmi Bersaudara Tbk (seluruh pasar)
KBRI – PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk (seluruh pasar)
KIAS – PT Keramika Indonesia Asosiasi Tbk (reguler dan tunai)
LCGP – PT Eureka Prima Jakarta Tbk (seluruh pasar)
LMSH – PT Lionmesh Prima Tbk (reguler dan tunai)
MABA – PT Marga Abhinaya Abadi Tbk (seluruh pasar)
MAGP – PT Multi Agro Gemilang Plantation Tbk (reguler dan tunai)
MFMI – PT Multifiling Mitra Indonesia Tbk (reguler dan tunai)
MTRA – PT Mitra Pemuda Tbk (seluruh pasar)
MTSM – PT Metro Realty Tbk (reguler dan tunai)
MYTX – PT Asia Pacific Investama Tbk (reguler dan tunai)
NUSA – PT Sinergi Megah Internusa Tbk (reguler dan tunai)
PLAS – PT Polaris Investama Tbk (seluruh pasar)
PLIN – PT Plaza Indonesia Realty Tbk (reguler dan tunai)
RIMO – PT Rimo International Lestari Tbk (seluruh pasar)
RSGK – PT Kedoya Adyaraya Tbk (reguler dan tunai)
SBAT – PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk (seluruh pasar)
SIMA – PT Siwani Makmur Tbk (seluruh pasar)
SKYB – PT Northcliff Citranusa Indonesia Tbk (reguler dan tunai)
SMCB – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (reguler dan tunai)
SUGI – PT Sugih Energy Tbk (seluruh pasar)
SUPR – PT Solusi Tunas Pratama Tbk (reguler dan tunai)
TECH – PT Indosterling Technomedia Tbk (seluruh pasar)
TOYS – PT Sunindo Adipersada Tbk (seluruh pasar)
TRIL – PT Trivina Insanlestari Tbk (seluruh pasar)
TRIO – PT Trikomsel Oke Tbk (seluruh pasar)
UNIT – PT Nusantara Inti Corpora Tbk (seluruh pasar)
WICO – PT Wicaksana Overseas International Tbk (reguler dan tunai).
Selain saham-saham di atas, emiten milik konglomerat juga turut menjadi sorotan, seperti Grup emtek, saat ini saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) hanya 14,93 persen.
Emiten lain bahkan lebih rendah, seperti PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB), dan PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk (LIFE) yang ada di kisaran 7 persen.
Grup konglomerat lainnya, seperti Lippo juga memiliki free float saham yang tidak mencapai 15%, mulai dari PT Multipolar Technology Tbk (MLPT), PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK), PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO), PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU), dan PT Lippo General Insurance Tbk (LPGI).
Saham-saham lain seperti milik Grup Sinarmas, PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS), PT DCI Indonesia Tbk (DNET), PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS), serta PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) juga dikabarkan belum memenuhi syarat free float.
Konglomerat yang paling mencuri perhatian belakangan ini, Prajogo Pangestu seperti TPIA hingga BREN juga memiliki saham-saham dengan free float rendah, meski manajemen terkai menegaskan langkah terkini untuk menghadapi kebijakan baru saham.
Grup konglomerat lainnya, seperti Bakrie, Djarum dan lain-lain juga dilaporkan masih memiliki saham di bawah ketentuan free float terbaru.
Berita Terkait
-
Purbaya Pede IHSG Tak Lagi Kebakaran Senin Depan Meski Petinggi BEI dan OJK Mundur
-
Tak Hanya Danantara, Lembaga Keuangan Asing Bisa Jadi Pemegang Saham BEI
-
Pasar Modal Diguncang Mundurnya Pejabat OJK, IHSG Rawan Tekanan Jual
-
Jeffrey Hendrik Jadi Pjs Dirut PT BEI, Tugasnya di Hari Pertama Kerja Cukup Seram
-
Airlangga: Presiden Prabowo Pastikan Akan Berantas Praktik Goreng Saham
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Anak Kembali Aktif Bersekolah, Jangan Lupakan Perlindungan dari Demam Berdarah Dengue
-
Bypass Jantung Kini Tak Perlu Belah Tulang Dada, Teknik Minimal Invasif Percepat Pemulihan
-
Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan
-
IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau
-
Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara
-
Lowongan 94 Nakes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rekrutmen Dibuka Agustus
-
BNI Wujudkan Mimpi Pasangan Miliki Rumah Pertama Setelah 14 Tahun Menikah
-
Kevin Hardino dan Rachel Kesyah Aurellia Terpilih Jadi Bujang Gadis Palembang 2026
-
BNI Perkuat Akses Hunian Masyarakat Lewat Akad Massal 62.710 KPR Rumah Subsidi
-
Leo/Daniel Jadikan Gelar Juara Taipei Open 2026 Sebagai Kado Ultah