- Wakil Ketua Komisi XI, Dolfie OFP, menyatakan koreksi IHSG dipicu dinamika pasar modal domestik pasca pembekuan rebalancing MSCI 28 Januari 2026.
- OJK diprioritaskan untuk segera menyesuaikan standar internasional MSCI sebelum pengumuman indeks pada bulan Mei mendatang.
- Komisi XI DPR RI memperkuat OJK/BEI melalui regulasi *free float* untuk meningkatkan likuiditas dan mencegah manipulasi harga.
Suara.com - Wakil Ketua Komisi XI dari Fraksi PDI Perjuangan, Dolfie OFP merespon terkait IHSG yang merosot dan pengunduran diri pejabat BEI dan OJK. Menurutnya terdapat dinamika pasar modal domestik sehingga terdapat koreksi harga IHSG saat ini
"Dinamika pasar modal domestik yang tengah terjadi saat ini, telah mengakibatkan terkoreksinya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pascapengumuman kebijakan pembekuan rebalancing IHSG oleh MSCI Inc. pada 28 Januari 2026. Penurunan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)— hingga sekitar 7–8% turun dalam satu sesi, bahkan lebih dari 10% di beberapa hari awal pergerakan. Sentimen investor menjadi sangat hati-hati, bahkan banyak investor asing menunggu dan melakukan penyesuaian portofolio." ujarnya dalam keterangan pada wartawan, Sabtu (31/1).
Menurutnya, perlu ada prioritas yang perlu segera dijalankan oleh OJK untuk merespon situasi terkini.
"Ke depan, prioritas yang harus segera dijalankan oleh OJK adalah segera menjalankan kesesuaian standar internasional MSCI sebelum Indeks MSCI diumumkan pada bulan Mei mendatang, melalui berbagai langkah struktural." ujarnya
Merespon hal tersebut, Komisi XI DPR RI telah mememberikan penguatan melalui regulasi free float untuk meningkatkan regulasi pasar hingga mencegah resiko manipulasi harga.
"Komisi XI DPR RI telah memberikan penguatan bagi OJK dan PT. Bursa Efek Indonesia untuk melakukan regulasi free float yang mengarah pada penguatan big cap dan kebijakan free float yang diarahkan untuk meningkatkan likuiditas pasar, mencegah risiko manipulasi harga meningkatkan transparansi dan kepercayaan investor, dan memperkuat pendalaman pasar modal. Hal ini telah menjadi kesimpulan rapat kerja komisi 11 DPR RI dan OJK tanggal 3 Desember 2025." tuturnya.
Dolfie berharap dengan kebijakan ini, OJK dan BEI juga bisa memperhatikan beberapa prinsip
"Saya berharap, melalui kebijakan free float 7,5% menjadi minimal 10-15%, OJK dan Bursa Efek Indonesia bisa memperhatikan 5 hal yaitu Dirancang bertahap, terukur, dan diferensiatif, diiringi penguatan basis investor domestik, didukung oleh insentif dan pengawasan yang efektif, mencegah risiko manipulasi harga, meningkatkan transparansi" tambah dia.
Baca Juga: Karier Friderica Widyasari Dewi: Ketua OJK Baru Punya Jejak di KSEI Hingga BEI
Berita Terkait
-
Karier Friderica Widyasari Dewi: Ketua OJK Baru Punya Jejak di KSEI Hingga BEI
-
Profil Friderica Widyasari Dewi, Ketua OJK Baru dengan Latar Belakang Mentereng
-
Friderica Widyasari Dewi Ditunjuk Jadi Ketua OJK
-
Bursa Saham Terguncang: Indeks Ambruk, Pimpinan Regulator Mundur Massal
-
CORE: Pimpinan OJK yang Baru Harus Berani Tindak Emiten Bermasalah
Terpopuler
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang
Pilihan
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
-
Bongkar Identitas dan Wajah Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Polisi: Ini Bukan Hasil AI!
Terkini
-
Guru Besar Trisakti Nilai Penanganan Kasus Andrie Yunus Bukti Negara Tak Pandang Bulu
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Dugaan Operasi Mossad di Dalam Iran! Mata-mata Israel Ancam Seorang Komandan Militer
-
Diserang Rudal Iran? Kapal Induk USS Gerald Ford Kabur dari Medan Tempur, 200 Pelaut Jadi Korban
-
FSPI Apresiasi Langkah Cepat TNI Ungkap Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
-
Perang Besar di Depan Mata? AS Gelontorkan Rp3000 T Percepat Pembangunan Perisai Anti Rudal
-
Dentuman di Rakaat ke-16: Fakta-Fakta Ledakan Misterius yang Mengguncang Masjid Raya Pesona Jember
-
Kremlin Bantah Rusia Bantu Drone Iran Serang Pasukan Amerika Serikat
-
Beathor: Rismon Sianipar Kini 'Minta Dirangkul' dalam Polemik Ijazah Joko Widodo
-
Here We Go! Rusia Disebut Bantu Iran Lacak Posisi Strategis Pasukan AS