- Demutualisasi BEI mengubah kepemilikan saham dari anggota bursa menjadi institusi lain yang lebih terbuka.
- BPI Danantara, melalui CEO Rosan Roeslani, menyatakan minat menjadi pemegang saham BEI pasca demutualisasi.
- Keikutsertaan Danantara bergantung hasil evaluasi investasi independen setelah proses demutualisasi selesai dilaksanakan.
Suara.com - Rencana demtualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) menimbulkan siapa saja yang akan menjadi pemegang sahamnya.
Sebab, setelah demutualisasi, posisi pemegang saham BEI tidak lagi dipegang anggota bursa seperti perusahaan sekuritas dan lainnya, tetapi juga bisa institusi lain.
Salah satu institusi yang berminat, yaitu BPI Danantara untuk mengoleksi saham BEI. Namun, CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, belum berani mengumbar berapa banyak dana yang disiapkannya untuk menjadi shareholder BEI.
Menurutnya, untuk melakukan aksi, Danantara harus selalu melihat perhitungan yang matang. Rosan melihat, tak hanya Danantara sendiri, lembaga keuangan asing juga terbuka mendaftar sebagai pemegang saham BEI.
"Ya ini kan kita ikuti dulu proses demutualisasinya, nanti tentunya setelah itu baru kita melihat besarannya persentase dari saham itu. Dan tentunya bukan hanya Danantara, tapi juga dari institusi keuangan dunia lainnya pun akan dibuka ya," ujarnya di Wisma Danantara, seperti dikutip Minggu (1/2/2026).
Rosan yang juga Menteri Investasi dan Hilirisasi ini, menegaskan jadi atau tidaknya Danantara jadi pemegang saham BEI, tergantung dari penilaian dari tim investasi.
"Kita kan tentunya tetap harus melihat setelah melalui evaluasi dan assessment yang independen dari bagian research dan bagian investasi kami," ucapnya.
Lirik Jadi Pemegang Saham
Sebelumnya, Rosan menyebut pihaknya sangat terbuka dengan demutualisasi tersebut, apalagi menjadi pemegang saham BEI.
Baca Juga: IHSG Ambrol, Kapitalisasi Pasar Saham RI Merosot Jadi Rp 15.046 Triliun
"Kita terbuka, kalau adanya demutualisasi Danantara berminat masuk," ujarnya saat ditemui di Wisma Danantara, Jumat (30/1/2026).
Namun, Rosan tak berbicara lebih lanjut terkait dengan investasi Danantara tersebut. Ia akan melihat mana opsi yang terbaik dalam investasi di demutualisai BEI.
Akan tetapi, ia menekankan, bahwa upaya demutualisasi agar ada transparansi di pasar saham RI.
"Yang pentingnya, justru dengan keberadaan kita ini kita ingin menjadi lebih baik dan lebih terbuka," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
Terkini
-
Anak Usaha Emiten MPMX Masuk Bisnis Penyewaan Kendaraan Listrik
-
Investor Asing Jual Saham Rp893 Miliar, BBCA dan DSSA Paling Banyak
-
BI Naikkan Lagi Suku Bunga, Mirae Asset: Benteng Terakhir Jaga Rupiah!
-
Purbaya Rayu Menkeu dan Investor China Beli Panda Bond RI, Dianggap Punya Dana Besar
-
Jeffrey Hendrik Jadi Bos Baru BEI, Core Indonesia: Investor Lebih Peduli Kondisi Ekonomi RI!
-
Tak Boleh Asal, Pedagang Harus Punya NIB Jika Mau Jualan di E-Commerce
-
Bahlil Buka Peluang Harga Batu Bara PLN Naik, Pengusaha Tambang Jangan Sampai Merugi
-
Sistem PT DSI Belum Teruji, Pelaku Usaha Batu Bara Cemas Jelang Evaluasi Perdana
-
Harta Karun Ekspor Komoditas RI Rp1.152 Triliun, Danantara Diminta Perkuat Pengawasan
-
BBM Naik 37%, Motor Listrik Jadi Jalan Keluar? Ini Kata Pelaku Industri