Bisnis / Keuangan
Minggu, 01 Februari 2026 | 12:05 WIB
Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (27/1/2026). [Suara.com/Rina]
Baca 10 detik
  • Demutualisasi BEI mengubah kepemilikan saham dari anggota bursa menjadi institusi lain yang lebih terbuka.
  • BPI Danantara, melalui CEO Rosan Roeslani, menyatakan minat menjadi pemegang saham BEI pasca demutualisasi.
  • Keikutsertaan Danantara bergantung hasil evaluasi investasi independen setelah proses demutualisasi selesai dilaksanakan.

Suara.com - Rencana demtualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) menimbulkan siapa saja yang akan menjadi pemegang sahamnya.

Sebab, setelah demutualisasi, posisi pemegang saham BEI tidak lagi dipegang anggota bursa seperti perusahaan sekuritas dan lainnya, tetapi juga bisa institusi lain.

Salah satu institusi yang berminat, yaitu BPI Danantara untuk mengoleksi saham BEI. Namun, CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, belum berani mengumbar berapa banyak dana yang disiapkannya untuk menjadi shareholder BEI.

Menurutnya, untuk melakukan aksi, Danantara harus selalu melihat perhitungan yang matang. Rosan melihat, tak hanya Danantara sendiri, lembaga keuangan asing juga terbuka mendaftar sebagai pemegang saham BEI.

Kepala BPI Danantara, Rosan Roeslani. [Suara.com/Achmad Fauzi].

"Ya ini kan kita ikuti dulu proses demutualisasinya, nanti tentunya setelah itu baru kita melihat besarannya persentase dari saham itu. Dan tentunya bukan hanya Danantara, tapi juga dari institusi keuangan dunia lainnya pun akan dibuka ya," ujarnya di Wisma Danantara, seperti dikutip Minggu (1/2/2026).

Rosan yang juga Menteri Investasi dan Hilirisasi ini, menegaskan jadi atau tidaknya Danantara jadi pemegang saham BEI, tergantung dari penilaian dari tim investasi.

"Kita kan tentunya tetap harus melihat setelah melalui evaluasi dan assessment yang independen dari bagian research dan bagian investasi kami," ucapnya.

Lirik Jadi Pemegang Saham

Sebelumnya, Rosan menyebut pihaknya sangat terbuka dengan demutualisasi tersebut, apalagi menjadi pemegang saham BEI.

Baca Juga: IHSG Ambrol, Kapitalisasi Pasar Saham RI Merosot Jadi Rp 15.046 Triliun

"Kita terbuka, kalau adanya demutualisasi Danantara berminat masuk," ujarnya saat ditemui di Wisma Danantara, Jumat (30/1/2026).

Namun, Rosan tak berbicara lebih lanjut terkait dengan investasi Danantara tersebut. Ia akan melihat mana opsi yang terbaik dalam investasi di demutualisai BEI.

Akan tetapi, ia menekankan, bahwa upaya demutualisasi agar ada transparansi di pasar saham RI.

"Yang pentingnya, justru dengan keberadaan kita ini kita ingin menjadi lebih baik dan lebih terbuka," pungkasnya.

Load More