Suara.com - Lembaga pengelola indeks global, Morgan Stanley Capital International (MSCI), memiliki sistem kategorisasi yang menjadi rujukan utama bagi investor institusi di seluruh dunia.
Dalam memetakan potensi investasi, MSCI membagi bursa saham global ke dalam tiga strata utama: Developed Market (Pasar Maju), Emerging Market (Pasar Berkembang), dan Frontier Market (Pasar Pra-Berkembang).
Selain ketiga kategori tersebut, terdapat sub-kategori seperti Advanced Frontier Market serta kelompok Standalone Market bagi negara yang tidak memenuhi syarat masuk dalam indeks utama.
Pemahaman mengenai perbedaan kelas ini sangat krusial, terutama bagi negara seperti Indonesia yang saat ini sedang berada di bawah pengawasan ketat MSCI.
Parameter Penilaian MSCI
Berdasarkan pembaruan data MSCI per 29 Januari 2026, terdapat tiga pilar utama yang menentukan kelas sebuah pasar modal:
- Pembangunan Ekonomi: Kriteria ini hanya wajib dipenuhi oleh Developed Market.
- Ukuran dan Likuiditas: Menilai kapitalisasi pasar dan volume transaksi agar memenuhi standar MSCI Global Standard Indexes.
- Aksesibilitas Pasar: Mengukur seberapa terbuka dan mudah sebuah negara bagi investor asing untuk masuk maupun keluar.
Emerging Market vs Frontier Market
Secara umum, Frontier Market memiliki persyaratan yang jauh lebih ringan dibandingkan Emerging Market. Negara yang masuk kategori Frontier biasanya memiliki ekonomi tahap awal, sedangkan Emerging memiliki struktur pasar yang lebih dewasa.
1. Kriteria Aksesibilitas Pasar
Baca Juga: Pasar Modal Diguncang Mundurnya Pejabat OJK, IHSG Rawan Tekanan Jual
Emerging Market: Mewajibkan keterbukaan kepemilikan asing dan kemudahan arus modal yang signifikan. Kerangka operasional harus teruji (good and tested) dengan ketersediaan instrumen investasi yang tinggi.
Frontier Market: Standar yang ditetapkan lebih fleksibel. Keterbukaan terhadap asing minimal bersifat sebagian (at least some), dengan stabilitas institusi yang dinilai pada level sedang.
2. Kriteria Ukuran dan Likuiditas Perbedaan mencolok terlihat pada nilai kapitalisasi pasar dan likuiditas minimum yang harus dipertahankan:
Kapitalisasi Pasar (Market Cap): Emerging Market mensyaratkan ambang batas sekitar USD 2,96 miliar, sementara Frontier Market hanya butuh USD 155 juta.
Ukuran Sekuritas (Float Market Cap): Batas minimal untuk Emerging berada di angka USD 1,48 miliar, berbanding terbalik dengan Frontier yang hanya USD 78 juta.
Likuiditas (ATVR): Emerging Market menuntut rasio nilai transaksi tahunan minimal 15%, sedangkan Frontier cukup di angka 2,5%.
Beberapa negara yang saat ini menduduki posisi Emerging Market antara lain Brasil, China, India, Korea Selatan, Taiwan, dan Indonesia.
Berita Terkait
-
Danantara Bakal Borong Saham, Ini Kriteria Emiten yang Diserok
-
Apa Itu Saham Blue Chip? Kenali untuk Investasi Jangka Panjang
-
Lobi Investor Asing, Bos Danantara Pede IHSG Rebound Besok
-
Danantara Punya Kepentingan Jaga Pasar Saham, Rosan: 30% 'Market Cap' dari BUMN
-
Bos Danantara Rosan Bocorkan Pembahasan RI dengan MSCI
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Rupiah Tembus Rp17.679, Gelombang PHK Massal Menanti di Depan Mata
-
Dasco Harap Tanggal 29 Mei Ada Kejutan di Bursa Saham
-
Dasco Optimistis IHSG Menguat Setelah 29 Mei, Ada Strategi Rahasia
-
IHSG Semakin Ancur ke Level 6.300 pada Sesi I
-
Arus Petikemas IPC TPK Tembus 1,15 Juta TEUs, Priok Melejit 36 Persen
-
Pemerintah Mau Ubah Sampah Lama di TPA Diubah Jadi BBM Lewat Teknologi Pirolisis
-
Minyak Hampir USD120 per Barel, Dunia Masuk Era Suku Bunga Tinggi Lebih Lama
-
Dari Purbaya Effect ke Purbaya Pretext: Ketika Optimisme Pasar Mulai Goyah
-
Kali Kedua Dasco Sambangi Bursa Efek Indonesia, Minta Investor Jangan Kabur
-
Purbaya Gelontorkan Rp 2 Triliun per Hari demi Selamatkan Nilai Tukar Rupiah