- CEO Danantara, Rosan Roeslani, menyatakan investor asing memprioritaskan integritas serta transparansi pasar modal sebelum berinvestasi.
- Kepercayaan pada pasar modal dianggap sebagai indikator utama yang menarik investasi asing langsung (FDI) ke Indonesia.
- Danantara berkepentingan menjaga stabilitas bursa sebab 30 persen kapitalisasi pasar saham disumbang BUMN terbuka.
Suara.com - CEO Badan Pengelola Investasi Danantara, Rosan Roeslani, menegaskan investor asing akan melihat integritas dan transparansi pasar modal, sebelum menanamkan dananya.
Maka dari itu, ia menegaskan, menjaga kepercayaan investor, jadi kunci untuk menarik investasi asing.
"Kepercayaan pada pasar modal adalah indikator utama bagi investor luar negeri. Investasi di pasar modal bersifat lebih likuid dan jangka pendek dibandingkan komitmen dialog investasi langsung. Jika pasar modal kita dipercaya, maka investasi langsung (FDI) akan mengikut," ujar Rosan di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Minggu (1/2/2026).
Ia menegaskan, Danantara pada dasarnya punya kepentingan untuk menjaga stabilitas bursa. Terlebih, Danantara memiliki banyak perusahaan BUMN yang menjadi perusahaan terbuka.
Bahkan, 30 persen kapitalisasi pasar saham RI atau market cap disumbang dari BUMN-BUMN terbuka.
"Kepentingan kami sangat besar untuk memastikan bursa mencerminkan evaluasi dan keadaan perusahaan secara benar dan baik, sehingga memberikan persepsi positif bagi dunia internasional," imbuhnya.
Maka dari itu, Rosan menilai, reformasi pasar modal RI tidak hanya dari sisi ukuran nilai transaksi yang tinggi, tapi juga dari kualitadan akuntabilitas.
"Tujuan kita adalah menciptakan pasar yang transparan, berkualitas, dan dipercaya. Pembentukan harga di pasar modal harus murni berdasarkan mekanisme permintaan dan penawaran (demand and supply)," bebernya.
Rosan menegaskan, nilai pasar saham yang tinggi sebenarnya tidak menjadi persoalan, jika memang dibentuk alami oleh keadaan pasar. Jika, para investor mengetahui suatu nilai pasar secara natural, maka mereka akan nyaman berinvestasi.
Baca Juga: Bos Danantara Rosan Bocorkan Pembahasan RI dengan MSCI
"Jika harga terbentuk secara murni, maka likuiditas tidak akan menjadi isu. Investor, baik domestik maupun luar negeri, akan merasa aman untuk masuk dan keluar dari pasar kita karena mereka tahu harga yang ada mencerminkan nilai yang sebenarnya," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Kapal Tanker Iran Masuk Wilayah Indonesia Menuju Kepri, Lolos dari Militer AS!
-
Prabowo Targetkan 71 Kota Sulap Sampah Jadi Listrik di 2029
-
Jangan Menduga-duga, Menhub Minta Semua Pihak Tunggu Hasil Investigasi Kecelakaan KRL
-
Emiten LPKR Bukukan Laba Bersih Rp 107 Miliar di Kuartal I-2026
-
Pemerintah Mulai Ubah Sampah di Jakarta Jadi Listrik
-
Akui Kecolongan, Purbaya Copot 2 Pejabat Kemenkeu Buntut Kasus Restitusi Pajak
-
Alasan Target Harga BBRI Tembus Rp4.000, Ini Analisa Lengkapnya
-
Pengelola Kopdes Merah Putih Bakal Digembleng Latihan Komcad
-
Laba BBRI Melesat, Analis Beri Target Harga Segini
-
Emiten MPMX Raup Laba Bersih Rp 173 Miliar di Kuartal I-2026