- BPI Danantara akan agresif membeli saham di BEI mulai Senin (2/2/2026) guna memperkuat pasar modal nasional.
- CIO Danantara, Pandu Sjahrir, menegaskan intervensi investasi ini akan dilakukan secara konsisten selama beberapa hari ke depan.
- Saham yang dibidik harus memenuhi kriteria likuiditas tinggi, fundamental kuat, dan arus kas sehat untuk dipertimbangkan.
Suara.com - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia memberikan sinyal positif bagi penguatan pasar modal nasional.
Di tengah tekanan hebat yang melanda Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan terakhir, lembaga investasi ini memastikan akan kembali melakukan aksi beli saham secara agresif di Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai Senin (2/2/2026).
Komitmen tersebut ditegaskan oleh Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, dalam diskusi publik mengenai percepatan reformasi integritas pasar modal di Jakarta, Minggu (1/2/2026).
Pandu menyatakan bahwa langkah intervensi investasi ini tidak bersifat sementara, melainkan akan dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan dalam jangka waktu beberapa hari ke depan.
“Kami harus bisa mempertanggungjawabkan investasi yang akan kami lakukan dan ini akan terus, minggu depan pun, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, kami akan berinvestasi masuk ke pasar modal,” tegas Pandu Sjahrir.
Danantara sebenarnya telah aktif bergerak di lantai bursa sejak pengujung Desember 2025 melalui manajer investasi (MI) yang telah ditunjuk secara resmi.
Dalam menjalankan mandatnya, lembaga ini mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudence) serta tata kelola perusahaan yang ketat.
Lantas, saham seperti apa yang masuk dalam radar belanja Danantara? Pandu menjabarkan tiga kriteria utama yang wajib dipenuhi, yakni:
- Likuiditas Tinggi (Good Liquidity): Saham harus mudah diperdagangkan dalam volume besar.
- Fundamental Kuat (Good Fundamental): Memiliki model bisnis yang stabil dan pertumbuhan yang menjanjikan (good growth).
- Arus Kas Sehat (Good Cash Flow): Memastikan perusahaan memiliki kesehatan finansial yang riil dan nilai valuasi yang menarik (good value).
Pandu menambahkan bahwa sekitar 50 persen dari total dana kelolaan Danantara direncanakan akan mengalir ke pasar publik (public market).
Baca Juga: Pasar Modal Diguncang Mundurnya Pejabat OJK, IHSG Rawan Tekanan Jual
Meskipun memiliki fleksibilitas untuk menanamkan modal di mancanegara, Danantara tetap memprioritaskan keberpihakan pada pasar domestik guna menjaga stabilitas ekonomi Indonesia.
Peran Danantara dalam menjaga ekosistem pasar modal bukan tanpa alasan. CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa lembaganya memiliki kontribusi besar di pasar modal Indonesia.
Besarnya porsi tersebut membuat Danantara menjadi pilar penting dalam agenda reformasi integritas bursa yang tengah digalakkan pemerintah.
Tag
Berita Terkait
-
Apa Itu Saham Blue Chip? Kenali untuk Investasi Jangka Panjang
-
Lobi Investor Asing, Bos Danantara Pede IHSG Rebound Besok
-
Danantara Punya Kepentingan Jaga Pasar Saham, Rosan: 30% 'Market Cap' dari BUMN
-
Bos Danantara Rosan Bocorkan Pembahasan RI dengan MSCI
-
IHSG Berpotensi Rebound, Ini Saham yang Bisa Dicermati Investor Pekan Depan
Terpopuler
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
Pilihan
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
Terkini
-
Lobi Investor Asing, Bos Danantara Pede IHSG Rebound Besok
-
Danantara Punya Kepentingan Jaga Pasar Saham, Rosan: 30% 'Market Cap' dari BUMN
-
Profil PT Vopak Indonesia, Perusahaan Penyebab Asap Diduga Gas Kimia di Cilegon
-
Bos Danantara Rosan Bocorkan Pembahasan RI dengan MSCI
-
IHSG Berpotensi Rebound, Ini Saham yang Bisa Dicermati Investor Pekan Depan
-
Pengamat: Menhan Offside Bicara Perombakan Direksi Himbara
-
AEI Ingatkan Reformasi Pasar Modal RI Jangan Bebani Emiten
-
Bongkar Muat Kapal Molor hingga 6 Hari, Biaya Logistik Kian Mahal
-
Strategi Pemerintah-OJK Berantas Praktik Saham Gorengan
-
Geger Platform Emas Digital Gagal Bayar Nasabah Gegara Aksi Tarik Dana Massal