Suara.com - PT Darma Henwa Tbk (DEWA) merupakan pemain kawakan di industri jasa kontraktor pertambangan nasional yang memiliki sejarah panjang.
Berdiri sebagai entitas yang sempat diakuisisi oleh Henry Walker Group asal Australia pada tahun 1996, perusahaan ini bertransformasi menjadi perusahaan publik yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan kini menjadi bagian strategis dari ekosistem bisnis Grup Bakrie.
Di bawah nakhoda Teguh Boentoro sebagai Presiden Direktur, DEWA menjalankan mandat sebagai penyedia jasa pertambangan terintegrasi.
Perusahaan ini dikenal dengan fleksibilitas struktur kepemilikannya yang tidak bergantung pada satu pemilik tunggal, melainkan didukung oleh kolaborasi berbagai pemegang saham institusi dan publik.
Kepemilikan dan Manajemen
Per Desember 2025, sebagian besar saham perusahaan digenggam oleh masyarakat, yang memberikan likuiditas tinggi bagi saham bersandi DEWA ini di pasar modal.
Masyarakat (Non-Warkat): Menjadi pemegang saham terbesar dengan porsi mencapai 68,73%.
Investor Institusi: Didukung oleh entitas global dan domestik seperti Goldwave Capital Limited (9,38%), PT Andhesti Tungkas Pratama (9,33%), CIMB Securities Limited (6,38%), dan Zurich Asset International (6,18%).
DEWA Catat Lonjakan Laba 519%
Baca Juga: IHSG Diproyeksi Rebound Hari Ini: DEWA Masuk Saham Rekomendasi, Cek Selengkapnya
Memasuki awal tahun 2026, profil finansial DEWA semakin solid. Laporan keuangan per September 2025 yang telah diaudit menunjukkan lonjakan laba bersih yang sangat signifikan, yakni tumbuh 519% secara tahunan menjadi Rp 239,2 miliar.
Lonjakan performa ini bukan tanpa alasan. Direktur Darma Henwa, Ricardo Silaen, mengungkapkan bahwa perusahaan berhasil memaksimalkan kapasitas in-house fleet atau armada milik sendiri.
Strategi ini terbukti jitu dalam menekan biaya operasional dan memperlebar margin keuntungan. Berkat efisiensi dan penerapan good mining practices, laba kotor perusahaan melesat dua kali lipat menjadi Rp 673,2 miliar.
Dari Defisit Menuju Saldo Positif
Salah satu pencapaian krusial dalam profil terbaru DEWA adalah keberhasilan perusahaan memperbaiki struktur modalnya. Melalui penyesuaian akuntansi yang cermat, DEWA berhasil menghapus bayang-bayang defisit masa lalu.
Pada Juni 2025, perusahaan tercatat masih mengalami defisit sebesar Rp 940,2 miliar. Namun, pada laporan terbaru September 2025, saldo laba perusahaan telah berbalik menjadi positif Rp 347,3 miliar.
Berita Terkait
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Cara Download dan Pasang PP Ramadan 2026 Versi Cewek, Praktis Bisa Dicoba!
-
7 HP Rp1 Jutaan Terbaik Awal 2026, Spek Dewa Setara Kelas Menengah
-
5 PP Ramadan 2026 di TikTok yang Menarik, Lengkap Cara Buatnya
-
Profil Katie Qian Fashion Stylist No Na, Sudah Jadi Langganan Artis Dunia
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
3 Kapal Tanker Raksasa 'Bebas' Lewati Selat Hormuz Hari Ini, Pertanda Baik?
-
BUMN Fasilitasi UMKM, Tambah Akses Pasar untuk Produk Lokal
-
Aliran Dana Asing ke Indonesia Ditentukan Pengumuman MSCI Besok
-
Pasar Properti Asia Tenggara dan Australia Stabil di Tengah Tantangan Ekonomi Global
-
Bos Danantara Nilai IHSG Goyah Karena Rupiah Lemes, Faktor MSCI Kurang Signifikan
-
Meski Sudah Deal, Bahlil Akui Impor Minyak Mentah dari Rusia Terhambat
-
Purbaya Incar Pajak Ecommerce Usai Diprotes Pedagang Offline, Tapi Akui Belum Pede
-
Pelaku Usaha: Biaya-biaya di E-Commerce Mulai Tak Masuk Akal
-
Produk Lokal RI Siap Ekspor ke Pasar ASEAN Berkat Jualan Online via Live
-
Bahlil Sebut Implementasi B50 Punya Peluang Molor Lagi