Bisnis / Makro
Selasa, 03 Februari 2026 | 13:38 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat menjalankan sidang debottlenecking edisi kedua di Kantor Kemenkeu pada Senin (26/1/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
Baca 10 detik
  • Proyek pengolahan sampah menjadi energi (WTE) senilai $3,5 miliar akan didanai sebagian oleh APBN.
  • Pemerintah Pusat juga menanggung biaya pemeliharaan lingkungan untuk proyek serupa, contohnya di Surabaya.
  • Sebanyak 34 proyek WTE dijadwalkan segera dimulai tahun ini demi mengatasi masalah lingkungan dan pariwisata.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan sumber pendanaan proyek olah sampah ke listrik atau waste to energy (WTE) yang diinisiasi Presiden RI Prabowo Subianto.

Menkeu Purbaya menyebut proyek bernilai 3,5 miliar Dolar AS atau sekitar Rp 58,6 triliun itu akan digarap oleh Danantara dan sebagian biaya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Kalau yang ke Danantara saya enggak tahu. Nanti ada yang sebagian dibayar APBN," katanya usai Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah, dikutip Selasa (3/2/2026).

Purbaya menjelaskan kalau Pemerintah Pusat juga menanggung biaya untuk proyek serupa, seperti yang ada di Surabaya dengan dana Rp 60 miliar. Anggaran itu ditujukan untuk perawatan lingkungan.

"Kalau yang saya tahu kayak di Surabaya, itu Rp 60 miliar kita Pemerintah Pusat yang bayar. Tapi itu sekalian biaya kebersihan. Jadi kita harus keluarin uang memang untuk menjaga kebersihan lingkungan kota-kota kita," jelasnya.

Diketahui Pemerintah akan segera memulai pembangunan 34 proyek waste to energy di 34 kota pada tahun ini. Selain pembangunan proyek, Presiden menekankan pentingnya sinergitas seluruh pemangku kepentingan baik di pusat maupun daerah untuk mengatasi permasalahan sampah.

“Sampah itu bencana, sampah itu penyakit. Kita akan berbuat, kita akan dukung, saudara-saudara. Ini 34, kita segera mulai. Begitu ada uang, kita arahkan ke sini juga. Bagaimana kita mau jual, kita mau harapkan pariwisata, kalau lingkungan kita enggak benar, jorok, kotor,” kata Prabowo.

Load More