- Proyek pengolahan sampah menjadi energi (WTE) senilai $3,5 miliar akan didanai sebagian oleh APBN.
- Pemerintah Pusat juga menanggung biaya pemeliharaan lingkungan untuk proyek serupa, contohnya di Surabaya.
- Sebanyak 34 proyek WTE dijadwalkan segera dimulai tahun ini demi mengatasi masalah lingkungan dan pariwisata.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan sumber pendanaan proyek olah sampah ke listrik atau waste to energy (WTE) yang diinisiasi Presiden RI Prabowo Subianto.
Menkeu Purbaya menyebut proyek bernilai 3,5 miliar Dolar AS atau sekitar Rp 58,6 triliun itu akan digarap oleh Danantara dan sebagian biaya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Kalau yang ke Danantara saya enggak tahu. Nanti ada yang sebagian dibayar APBN," katanya usai Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah, dikutip Selasa (3/2/2026).
Purbaya menjelaskan kalau Pemerintah Pusat juga menanggung biaya untuk proyek serupa, seperti yang ada di Surabaya dengan dana Rp 60 miliar. Anggaran itu ditujukan untuk perawatan lingkungan.
"Kalau yang saya tahu kayak di Surabaya, itu Rp 60 miliar kita Pemerintah Pusat yang bayar. Tapi itu sekalian biaya kebersihan. Jadi kita harus keluarin uang memang untuk menjaga kebersihan lingkungan kota-kota kita," jelasnya.
Diketahui Pemerintah akan segera memulai pembangunan 34 proyek waste to energy di 34 kota pada tahun ini. Selain pembangunan proyek, Presiden menekankan pentingnya sinergitas seluruh pemangku kepentingan baik di pusat maupun daerah untuk mengatasi permasalahan sampah.
“Sampah itu bencana, sampah itu penyakit. Kita akan berbuat, kita akan dukung, saudara-saudara. Ini 34, kita segera mulai. Begitu ada uang, kita arahkan ke sini juga. Bagaimana kita mau jual, kita mau harapkan pariwisata, kalau lingkungan kita enggak benar, jorok, kotor,” kata Prabowo.
Tag
Berita Terkait
-
Seskab Teddy Tegaskan Prabowo TIDAK Pakai Dua Pesawat Kepresidenan Saat ke Luar Negeri
-
Aksi Borong Danantara Dongkrak Laju IHSG ke Level 8.000 Siang Ini
-
Prabowo Luncurkan Proyek 'Gentengisasi', Biaya Ditanggung APBN
-
Prabowo Sentil Bali Kotor, Gubernur Wayan Koster: Sampah Kiriman dari Luar Daerah
-
Politik Luar Negeri Versi Prabowo: Tak Ikut Blok Mana Pun, Harus Siap Hadapi Dunia Sendiri
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Isi Proposal OJK dan BEI ke MSCI: Janji Ungkap Penerima Manfaat Akhir Saham RI
-
MSCI Buka Suara Usai Diskusi dengan BEI, OJK dan KSEI Perihal IHSG
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
Terkini
-
IHSG Akhirnya Menguat 1,57% di Sesi I, Saham-saham Ini Bisa Dipantau
-
Profil PT Joyo Agung Permata, Entitas di Balik Delisting HITS Milik Tommy Soeharto
-
Hashim Sebut 4 Perusahaan Protes ke Prabowo Soal Izinnya Dicabut
-
Tommy Soeharto Lepas Semua Saham HITS, Intip Kondisi Keuangannya
-
Aksi Borong Danantara Dongkrak Laju IHSG ke Level 8.000 Siang Ini
-
KB Bank Dorong Wirausaha Muda Berkelanjutan lewat Program Inkubasi GenKBiz Yogyakarta
-
Prabowo Luncurkan Proyek 'Gentengisasi', Biaya Ditanggung APBN
-
Harga Beras Naik di Tengah Deflasi, Harga Eceran Inflasi 3,44 Persen
-
Harga Pangan Nasional Didominasi Penurunan Awal Februari 2026, Beras dan Bawang Merah Terkoreksi
-
Isi Proposal OJK dan BEI ke MSCI: Janji Ungkap Penerima Manfaat Akhir Saham RI