- Harga emas Antam pada Kamis, 5 Februari 2026, mengalami penurunan Rp17.000 menjadi Rp2.956.000 per gram.
- Sepanjang Januari 2026, harga emas Antam impresif, sempat mencapai rekor tertinggi Rp3.168.000 pada 29 Januari.
- Terdapat ketentuan pajak pembelian (0,45% dengan NPWP) dan pajak penjualan kembali (1,5% dengan NPWP) yang berlaku.
Suara.com - Setelah sempat mengalami fluktuasi tajam pada awal pekan, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatatkan penurunan pada perdagangan Kamis, 5 Februari 2026.
Harga logam mulia hari ini terkoreksi sebesar Rp17.000 per gram dibandingkan posisi penutupan pada Rabu sore.
Berdasarkan data resmi dari laman Logam Mulia, harga emas Antam saat ini dipatok sebesar Rp2.956.000 per gram.
Penurunan ini terjadi setelah pada Rabu (4/2/2026) sore, harga emas sempat bertahan di level Rp2.973.000 setelah mengalami lonjakan signifikan dari posisi terendahnya di awal pekan.
Emas: Dari Rekor ATH hingga Koreksi Harian
Perjalanan harga emas sepanjang awal tahun 2026 tergolong sangat impresif namun penuh tantangan bagi investor. Sejak awal Januari yang dibuka pada level Rp2.488.000, emas Antam telah mencatatkan pertumbuhan nilai sekitar 18% hingga saat ini.
Pasar sempat menyaksikan momen bersejarah ketika emas mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) di level Rp3.168.000 per gram pada 29 Januari lalu.
Namun, volatilitas yang tinggi membuat harga sempat "terjun bebas" hingga Rp183.000 pada Selasa (3/2) ke posisi Rp2.844.000, sebelum akhirnya perlahan merangkak naik kembali dan kembali terkoreksi hari ini.
Harga Emas Antam Kamis, 5 Februari 2026
Baca Juga: 5 Perbedaan Logam Mulia Antam vs UBS, Mana yang Lebih Untung Buat Investasi?
Berikut adalah rincian harga emas batangan Antam untuk berbagai ukuran kepingan (belum termasuk biaya pajak):
Pecahan Kecil: Ukuran 0,5 gram dibanderol Rp1.528.000, sedangkan kepingan utama 1 gram dipatok Rp2.956.000. Untuk ukuran 2 gram, harga mencapai Rp5.852.000.
Pecahan Menengah: Kepingan 3 gram dijual seharga Rp8.753.000, kepingan 5 gram senilai Rp14.555.000, dan 10 gram berada di level Rp29.055.000.
Pecahan Besar: Ukuran 25 gram dihargai Rp72.512.000, 50 gram senilai Rp144.945.000, dan 100 gram seharga Rp289.812.000.
Ukuran Kolektif: Untuk denominasi 250 gram dibanderol Rp724.265.000, 500 gram senilai Rp1.448.320.000, dan ukuran terbesar 1.000 gram (1 kg) mencapai Rp2.896.600.000.
Sejalan dengan harga jual, harga beli kembali atau buyback oleh Antam juga mengalami penurunan sebesar Rp17.000, sehingga kini berada di level Rp2.720.000 per gram.
Berita Terkait
-
Harga Emas dan Buyback di Pegadaian Naik, Galeri 24 dan UBS Kompak Meroket
-
Harga Emas Melemah Setelah Sempat Kembali ke Level 5.000 Dolar AS
-
Harga Emas Antam Melambung Tinggi, Hari Dibanderol Rp 2.964.000/Gram
-
Harga Emas Stabil Hari Ini, Valuasi Alternatif Antam di Bawah 3 Jutaan
-
Harga Emas Antam Hari Ini, Nilainya Ambruk Usai Cetak Rekor Berturut-turut
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Investigasi Kemenhub Ungkap Bus ALS Tak Miliki Izin Operasi
-
Emiten PSGO Raup Pendapatan Tembus Rp2,55 Triliun, Ini Pendorongnya
-
Pembiaran Impor Baja China Akan Picu Gelombang PHK di Indonesia
-
Pertamina - Badan Gizi Nasional Bersinergi Menjadikan Minyak Jelantah sebagai Bahan Bakar Pesawat
-
Pertamina Jajaki Penguatan Kerja Sama dengan EOG Resources untuk Dorong Peningkatan Produksi Migas
-
BRI Bagikan Dividen Rp52,1 Triliun, Bukti Laba dan Fundamental Tetap Kuat
-
Siasat di Balik Dubai Baru di Bali, Surga Pajak Buat Para Orang Super Kaya
-
Purbaya Ungkap Sumber Dana Bond Stabilization Fund Demi Perkuat Nilai Tukar Rupiah
-
Tembus Rp75 Triliun, Ini Rincian Setoran Freeport ke Negara
-
Danantara Disebut Jadi Mesin Baru Ekonomi Indonesia, Siap Akhiri Era Inefisiensi BUMN