- Harga emas Antam 1 gram per Kamis, 5 Februari 2026, adalah Rp2.956.000, turun Rp17.000 dari hari sebelumnya.
- Harga emas dunia melonjak mendekati USD5.005 per troy ounce karena peningkatan tensi geopolitik antara AS dan Iran.
- Volatilitas harga emas diperkirakan berlanjut akibat sentimen risiko global dan ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed.
Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Kamis, 5 Febrari 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.956.000 per gram.
Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu berbalik turun Rp 17.000 dibandingkan hari Rabu, 4 Februari 2026.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.720.000 per gram.
Harga buyback itu juga menurun Rp 17.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Rabu kemarin.
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam pada hari ini:
- Emas 0,5 Gram Rp 1.528.000
- Emas 1 Gram Rp 2.956.000
- Emas 2 gram Rp 5.852.000
- Emas 3 gram Rp 8.753.000
- Emas 5 gram Rp 14.555.000
- Emas 10 gram Rp 29.055.000
- Emas 25 gram Rp 72.512.000
- Emas 50 gram Rp 144.945.000
- Emas 100 gram Rp 289.812.000
- Emas 250 gram Rp 724.265.000
- Emas 500 gram Rp 1.448.320.000
- Emas 1.000 gram Rp 2.896.600.000
Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.3.
Harga Emas Dunia Masih Melonjak
Harga emas dunia menguat tajam pada perdagangan awal Asia, Kamis, dengan XAU/USD melonjak hingga mendekati level USD 5.005 per troy ounce.
Dikutip dari FXStreet, logam mulia ini bangkit setelah melewati periode volatilitas tinggi, seiring pelaku pasar kembali memburu aset safe haven di tengah meningkatnya tensi geopolitik global,.
Baca Juga: Grafik Emas Antam 5 Februari 2026: Turun Tipis, Masih di Kisaran 3 Jutaan
Kenaikan harga emas didorong oleh meningkatnya permintaan aset aman setelah militer Amerika Serikat menembak jatuh sebuah drone Iran yang disebut “secara agresif” mendekati kapal induk USS Abraham Lincoln di Laut Arab. Insiden tersebut memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik antara AS dan Iran.
Di sisi lain, pejabat Iran dan Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa pembicaraan kedua negara akan digelar di Oman pada Jumat mendatang. Pelaku pasar pun mencermati dengan saksama setiap perkembangan negosiasi tersebut, karena potensi memburuknya hubungan AS–Iran dinilai dapat kembali mengerek minat terhadap emas sebagai aset lindung nilai.
Analis memperkirakan volatilitas harga emas masih akan berlanjut pascapenurunan tajam sebelumnya. Kepala perdagangan komoditas EMEA di BofA, Niklas Westermark, menilai kondisi pasar masih berada dalam fase fluktuatif.
"Kita akan mempertahankan lingkungan volatilitas yang lebih tinggi daripada yang pernah kita alami sebelumnya, tetapi tidak seperti yang terjadi dalam beberapa hari terakhir kecuali jika terjadi gelembung spekulatif lagi," ujar Westermark.
Meski demikian, potensi kenaikan harga emas diperkirakan terbatas oleh perubahan kepemimpinan di Federal Reserve (The Fed). Pasar mengantisipasi bank sentral AS akan bersikap lebih agresif dan independen di bawah kepemimpinan Kevin Warsh.
Ekspektasi pemangkasan suku bunga pun mulai menurun setelah The Fed menahan suku bunga pada Januari dan penunjukan Warsh sebagai pimpinan. Berdasarkan alat CME FedWatch, pasar keuangan saat ini hanya memperkirakan sekitar 46 persen peluang penurunan suku bunga pada pertemuan kebijakan Juni mendatang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
Terkini
-
Dolar AS Perkasa, Rupiah Turun ke Level Rp16.805
-
IHSG Perlahan Naik Bukit, Melesat 0,48% di Kamis Pagi
-
Grafik Emas Antam 5 Februari 2026: Turun Tipis, Masih di Kisaran 3 Jutaan
-
Saham BUMI Milik Bakrie dan Salim Jadi Bulan-bulanan Investor Mancanegara
-
IHSG Hari Ini: Isu Suplai Batu Bara, 'Saham Gorengan' dan Rekomendasi Saham
-
Tiket Konser Westlife Ludes, Emiten IRSX Ungkap Permintaan Pasar Hiburan Masih Sangat Kuat
-
Bank Indonesia Selidiki Cacahan Uang Rupiah yang Dibuang di TPS Liar Bekasi
-
Terungkap Penyebab Indonesia Masih Tertinggal dari Malaysia untuk Perbankan Syariah!
-
OJK Perkuat Pengawasan Perbankan Hadapi Kompleksitas dan Digitalisasi
-
Genjot Daya Saing Daerah, Arsitek Lanskap Dorong Infrastruktur Hijau