- Rupiah menguat 0,31 persen di pembukaan Jumat (23/01/2026), mencapai Rp 16.844 per dolar AS berdasarkan data Bloomberg.
- Penguatan rupiah dipicu sentimen global positif dan harapan perkembangan seputar Greenland yang melemahkan dolar AS.
- Analis memprediksi penguatan rupiah akan bertahan didukung sikap Bank Indonesia yang dinilai less dovish.
Suara.com - Nilai tukar rerus menujukkan tren positif pada pembukaan, Jumat, 23 Januari 2026. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot dibuka Rp 16.844 per dolar AS.
Dengan level itu, rupiah berhasil menguat 0,31 persen dibanding penutupan pada Rabu yang berada di level Rp 16.895 per dolar AS.
Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp 16.902 per dolar AS. Sementara itu, pergerakan mata uang Asia sebagian menguat.
Di mana, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,4 persen. Selanjutnya ada peso Filipina yang terkerek 0,2 persen dan dolar Taiwan yang menanjak 0,11 persen.
Disusul, yuan China yang naik 0,07 persen. Berikutnya ada dolar Singapura yang menguat tipis 0,03 persen terhadap the greenback.
Sementara itu, won Korea Selatan dan baht Thailand yang sama-sama menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,24 persen.
Kemudian ada yen Jepang yang turun 0,16 persen dan dolar Hongkong melemah tipis 0,004 persen di pagi ini.
Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah menguat terhadap dolar AS dikarenakan sentimen global. Sentimen ini membuat dolar AS semakin melemah.
"Rupiah diperkirakan akan menguat terhadap dolar oleh harapan baik pada perkembangan seputar Greenland yg memicu sentimen risk on," katanya saat dihubungi Suara.com.
Baca Juga: Rupiah Menguat ke Level Rp 16.895, Sentimen Global Jadi Penopang
Dia menekankan rupiah akan terus menguat pada penutupan nanti. Lantaran, kepercayaan investor yang mulai positif terhadap ekonomi Indonesia.
"Sikap less dovish BI pada pertemuan Rapat Dewan Gubernur BI rabu juga masih mendukung rupiah. Range Rp 16.800 - Rp 16.950. Penguatan diperkirakan akan bisa bertahan hingga penutupan," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Anak Buah Diperiksa di Kasus Kuansing, Kapan Raja Juli Dipanggil KPK?
-
Sempat Viral Sujud Minta Maaf, Pramono Bela Satpam yang Tegur Pengemudi Alphard: Dia yang Melanggar
-
Shin Tae-yong Blak-blakan Persija Belum Ideal Jelang Piala Presiden 2026
-
KPK Periksa Pejabat Kemenhut, Dalami Pertemuan Raja Juli dan Bupati Kuansing
-
Pesawat Kecelakaan dan Terbakar di Teluk Shallow Amerika Serikat
-
5 Warna Rambut yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang, Wajah Jadi Fresh dan Gak Kusam
-
Ulasan Emma: Ketika Mak Comblang Belajar Tentang Cinta Sejati
-
Pesta Layang-layang Dunia Warnai Pantai Sanur Bali
-
Pemain Keturunan Surabaya di VfB Stuttgart Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia
-
Rahasia Berkebun di Tengah Kota, Belajar dari Tani Kota Sejati-58 Kebagusan