- Menteri PU menargetkan pengungsi terdampak bencana di tiga provinsi Sumatera telah keluar tenda sebelum Ramadan 2026.
- Pemerintah sedang mempercepat penyelesaian pembangunan rumah hunian bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana.
- Data 14 Januari menunjukkan 155.193 jiwa di Aceh masih berada di 988 titik pengungsian pasca-bencana November 2025.
Suara.com - Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menargetkan warga yang terdampak bencana di tiga provinsi Sumatera sudah keluar tenda pengungsian sebelum Ramadan.
"Jadi kita semua bekerja keras agar pada saat Ramadan itu, kalau bisa nol, nol di tenda, sudah nol di tenda," kata Dody saat menggelar konferensi pers pada di Kementerian PU, Jumat (17/1/2026).
Dody tak ingin masyarakat yang terdampak bencana melaksanakan ibadah dalam keterbatasan di tenda pengungsian. Apalagi ibadah puasa pada Ramadan hanya berlangsung satu kali dalam setahun.
"Karena kami juga ingin sekali pada saat melaksanakan kewajiban di bulan suci Ramadan, yang hanya setahun sekali, itu bisa maksimal," ujarnya.
Untuk itu, pemerintah saat ini tengah mengebut pengerjaan rumah hunian bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal.
"Makanya kemudian, saya benar-benar dorong nih, rumah hunian itu harus segera, secepat-cepatnya diselesaikan," ujar Dody.
Di samping itu, Dody pun menyampaikan permintaan maaf, jika ada keluhan dari masyarakat yang menilai Kementerian Pekerjaan Umum lamban dalam proses pemulihan bencana di Sumatera.
"Sekali lagi saya mau mohon maaf, tapi benar, Bapak-Ibu sekalian, enggak ada niatan sama sekali untuk berlama-lama," ujarnya.
Berdasarkan data Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh pada 14 Januari, sebanyak 155.193 jiwa atau 49.800 kepala keluarga (KK) masih bertahan di pengungsian. Para pengungsi tersebar di 988 titik.
Baca Juga: Menteri PU Dody Hanggodo: Pemulihan Pascabencana Sumatera Paling Cepat 2 Tahun!
Tercatat pada peristiwa banjir dan longsor pada akhir November 2025 lalu, 148.819 unit rumah dilaporkan terdampak, dengan rincian 64.740 unit rusak ringan, 40.114 unit rusak sedang, serta 29.755 unit rusak berat, dan 1.942 unit hilang.
Berita Terkait
-
Purbaya Heran Kapal Bantuan Bencana Sumatra Ditagih Bea Cukai Rp 30 Miliar
-
Purbaya Tambah Rp 3 Triliun Anggaran Satgas Jembatan: Kalau Enggak Beres, Keterlaluan
-
Rp1,2 Triliun Mengalir ke Aceh, Hasil Dasco Telepon Langsung Presiden Prabowo
-
Kementerian PU Bangun Sekolah Rakyat Tahap II di 104 Lokasi
-
Purbaya Buka Opsi Diskon Tarif Listrik untuk Korban Banjir Sumatra
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- Sudah 4 Bulan Ditahan, Bupati Pati Sudewo Sampaikan Pesan Rindu dari Rutan KPK
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Target Tembus Rp563 Miliar, CBDK Optimis Properti PIK 2 Makin Dilirik Investor
-
Awas, Risiko Kebocoran Solar Subsidi Imbas Harga BBM Nonsubsidi Naik Gila-gilaan
-
BBRI atau BMRI? Pakar Senior Ini Ungkap Saham Pilihannya untuk Jangka Panjang
-
Cara Andi Hakim Tilap Dana Nasabah Rp28 Miliar, Modus 'BNI Deposito Investment'
-
Viral Gerakan Tutup Rekening, BNI Janji Kembalikan Dana Gereja di Aek Nabara
-
Skandal Dana Umat di Aek Nabara, BNI Janji Dana Gereja Dikembalikan Sepenuhnya
-
Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Sampai Waktu yang Tak Ditentukan, Gegara Ulah Trump
-
Pemerintah Segera Tutup Praktik Open Dumping di Seluruh TPA
-
Pemerintah Mulai Kaji Kereta Papua, Rute Sentani-Kota Jayapura Jadi Proyek Awal
-
Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi